Tingkat Kepercayaan Rendah, Hanya 55% Masyarakat yang Mau Divaksinasi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tingkat Kepercayaan Rendah, Hanya 55% Masyarakat yang Mau Divaksinasi Covid-19

Minggu, 21 Februari 2021 | 14:35 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Walau sudah 91,3% warga Indonesia yang mengetahui Pemerintah akan melakukan vaksinasi covid-19, namun baru 54,9% warga yang bersedia menerimanya.

Hal itu menjadi temuan dari survei nasional yang dilaksanakan Indikator Politik Indonesia pada 1-3 Februari 2021 dengan tema 'Siapa Enggan Divaksin? Tantangan dan Problem Vaksinasi Covid-19 di Indonesia'. Temuan survei itu dipublikasikan secara virtual di Jakarta, Minggu (21/2/2021).

Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan mayoritas responden survei itu memahami soal pandemi covid-19 dan bagaimana vaksin bisa menjadi pengubah kondisi agar menjadi lebih baik. Sebanyak 91,3% responden juga mengetahui soal program vaksinasi oleh pemerintah.

Namun ketika ditanya soal kesediaan warga, secara total hanya 54,9% yang bersedia divaksin. Yakni yang sangat bersedia sebesar 15,8% dan cukup bersedia 39,1%. Yang kurang bersedia ada 32,1%, dan sangat tidak bersedia adalah 8,9%. Totalnya 41%.

"Temuan ini bahkan terjadi setelah Presiden Jokowi melakukan vaksin," kata Burhanuddin Muhtadi.

Dijelaskannya, pada survei Indikator sebelumnya di Desember 2020, yang tak bersedia itu jumlahnya 43%. Artinya, upaya Jokowi meyakinkan lewat vaksinasi terhadap dirinya hanya berhasil menambah 2% warga yang bersedia diberikan vaksin.

Ketika ditanya lebih jauh alasan kurang bersedia, sebanyak 54,2% responden menyatakan mungkin ada efek samping yang belum ditemukan (tidak aman). Lalu perkiraan vaksin tidak efektif (27%); merasa tak butuh karena badan sehat (23,8%); tak mau membayar (17,3%); vaksin mungkin tidak halal (10,4%); dan banyak orang yang akan tidak mendapat vaksin sehingga tak mau divaksin (5,9%).

Burhanuddin menyatakan survei menemukan bahwa efek samping belum ditemukan lebih banyak dijawab oleh responden berjenis kelamin perempuan. Untuk etnik, non-Jawa lebih khawatir, dan pemilih Prabowo-Sandi sedikit lebih khawatir dibanding pemilih Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 lalu.

Dari situ, Indikator menilai masalahnya bukanlah soal awareness masyarakat akan vaksinasi, namun sosialisasi yang lebih tertarget yang betul-betul berhubungan dengan concern masyarakat.

"Jadi sosialisasi bukan sekedar kita mau vaksinasi, namun muatan yang membuat masyarakat yang awalnya resisten menjadi bersedia. Jadi substansi vaksinasi yang seharusnya diberitahukan secara luas ke publik," kata Burhanuddin.

Apa saja contohnya? Yang pertama soal kehalalan vaksin di mana 81,9% responden menyatakan bersedia divaksin jika vaksinnya halal. Hanya 16,9% yang menyatakan tidak peduli kehalalan vaksin.

"Kami usul Wapres dan MUI lebih banyak sosialisasi," kata Burhanuddin.

Yang kedua soal kesediaan membayar vaksin. Survei Indikator menemukan bahwa dari 54,9% responden yang bersedia di vaksin, sebanyak 70% di antaranya menyatakan tidak bersedia membayar vaksin.

"Ternyata hanya 23,7% dari yang setuju divaksin itu yang bersedia membayar. Yang tidak bersedia adalah 70%," kata Burhanuddin.

Pihaknya menghitung, kata Burhan, secara total sekitar 38,4% tidak bersedia diberi vaksin jika harus membayar/membeli, dan hanya sekitar 13% yang bersedia diberi vaksin meski harus membayar/membeli.

Survei juga menemukan bahwa yang percaya efektivitas vaksin dalam mencegah tertular virus corona sekitar 53,5% responden, yang tidak percaya sekitar 30,3%, dan selebihnya tidak bisa menilai (16,3%).

"Tingkat kepercayaan publik terhadap berbagai varian vaksin corona tampak rendah, secara umum lebih banyak yang kurang percaya," kata Burhanuddin.

Indikator juga melakukan analisa bivariate. Temuannya, secara umum mayoritas warga bersedia untuk diberi vaksin Covid-19 di hampir semua basis demografi, kecuali kelompok usia 22-25 tahun dan kelompok pendidikan SLTP.

Kesediaan menerima vaksin Covid-19 lebih rendah pada kelompok yang semakin jarang merasa takut tertular virus, tidak percaya terhadap efektivitas vaksin.

Survei dilaksanakan menggunakan kontak telepon kepada 1200 orang responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung dari seluruh provinsi di Indonesia. Dengan asumsi metode simple random sampling, penelitian ini memiliki toleransi tingkat kesalahan (margin of error) plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Max Sopacua Keluar dari Partai Emas, Kader Demokrat Diminta Waspada

Kader-kader Partai Demokrat (PD) harus mewaspadai manuver Max Sopacua.

POLITIK | 20 Februari 2021

Tiga Sekjen PDIP Bertemu, Hasto: Ini Momen Langka

Tiga Sekretaris Jenderal (sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) bertemu.

POLITIK | 20 Februari 2021

Subur Budhi Santoso Keberatan Namanya Dicatut dalam GPKPD

Subur Budhi Santoso keberatan namanya dicatut dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD (GPKPD).

POLITIK | 20 Februari 2021

KPU Surabaya Tetapkan Eri Cahyadi-Armudji Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Wali Kota Surabaya Tahun 2020 yang dilayangkan pasangan calon Machfud Arifin-Mujiaman ditolak MK.

POLITIK | 19 Februari 2021

Siap Gantikan AHY, "Wanita Emas" Berjanji Majukan Demokrat

Hasnaeni "Wanita Emas" kembali menegaskan kesiapannya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

POLITIK | 20 Februari 2021

Resmi Menangi Pilkada Banggai, Amirudin Tamoreka: Ini Kemenangan Seluruh Rakyat

Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili berkomitmen akan bekerja sebaik mungkin untuk membangun Banggai agar lebih baik.

POLITIK | 19 Februari 2021

Besok, KPU Tangsel Gelar Rapat Pleno Penetapan Paslon Terpilih

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangerang Selatan (Tangsel) berencana menggelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pilwakot Tangsel.

POLITIK | 19 Februari 2021

Partai Demokrat Didesak Gelar KLB

Para pendiri dan senior Partai Demokrat mendesak diadakannya Kongres Luar Biasa.

POLITIK | 19 Februari 2021

Isu Penjualan Pulau, DPR Bakal Panggil Kemdagri dan Kementerian ATR

Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengaku prihatin terhadap maraknya isu jual beli pulau di Indonesia dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

POLITIK | 19 Februari 2021

Rosan, Terawan, dan Gus Mis Dikabarkan Jadi Calon Dubes, Ini 32 Nama Beredar

"Saya dengar demikian. Tapi masih kabar angin," kata Hasanuddin.

POLITIK | 19 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS