Kendati Diserang, Pengamat: Posisi PDIP Tetap Kokoh
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Kendati Diserang, Pengamat: Posisi PDIP Tetap Kokoh

Rabu, 24 Februari 2021 | 10:05 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Empat lembaga survei kredibel menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai politik yang paling diminati oleh rakyat. PDIP mengungguli Gerindra dan Golkar dengan marjin yang sangat jauh mencapai 14 persen dan 15 persen, seperti yang dirilis Parameter Politik.

"PDIP sementara masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi 25,1 persen disusul Golkar dengan 11,2 persen dan Gerindra 10,9 persen," demikian data rilis survei Parameter Politik, Selasa (23/2/2021).

Hasil survei Lembaga Survei Indometer menunjukkan elektabilitas PDIP masih teratas yakni 22,3 persen jauh mengungguli Gerindra 13,5 persen dan Golkar 8,3 persen. Termasuk hasil survei Litbang Kompas pun masih menempatkan PDIP sebagai partai yang paling dipilih oleh rakyat dengan 19,7 persen.

“Artinya, meskipun PDIP di bawah tekanan media seperti Tempo, PDIP tetap dipilih oleh rakyat,” kata Ninoy Karundeng, yang aktif sebagai pengamat politik dan budaya, sekaligus pegiat media dan media sosial di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Lebih lanjut, kata Ninoy Karundeng, upaya Tempo yang membuat opini dengan mengaitkan kasus korupsi Bansos Juliari Batubara dengan petinggi PDIP, seperti Herman Hery dan bahkan Madam, ternyata gagal menggerogoti popularitas dan elektabilitas PDIP.

Berbagai hasil survei menunjukkan elektabilitas PDIP lebih tinggi, bahkan melebihi pencapaian dalam pemilu legislatif 2019, yang hanya 19,33 persen, dengan Gerindra dan Golkar dengan kisaran angka 12 persen.

Lembaga survei lain juga menempatkan PDIP sebagai partai yang dipilih oleh rakyat. Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil yang sama, yakni menempatkan PDIP sebagai partai teratas dengan 20,1%.

“PDIP 20,1%, Gerindra (11%), Golkar (8,3%), PKS (6,8%), PKB (6,7%), Demokrat (4%), Nasdem (2,5%), PAN (2,5%), PPP (1,5),” kata Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif LSI, di Jakarta, Selasw (23/2/2021).

Tingginya elektabilitas PDIP, menurut Ninoy Karundeng, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, pertama, aktivitas para anggota legislatif PDIP yang turun ke masyarakat, sehingga PDIP tetap didukung oleh rakyat.

Kedua, konsistensi PDIP dalam mendukung kestabilan politik sebagai partai besar pengusung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

“Rakyat tahu kinerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jokowi dan dukungan partai politik seperti PDIP, Gerindra, Golkar, sangat penting. Untuk itu ketiga partai tersebut masih menempati urutan teratas meskipun awalnya Gerindra adalah lawan politik Jokowi-Ma’ruf Amin, meskipun khusus PDIP di bawah serangan media seperti Tempo,” pungkas Ninoy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengamat Yakini Elektabilitas Prabowo Bisa Bertahan dan Meningkat

Hasil survei LSI menunjukkan bahwa Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden 2024 mendatang.

POLITIK | 24 Februari 2021

PKS Bidik Kusi Wali Kota Bekasi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), membidik kursi wali kota pada pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang.

POLITIK | 23 Februari 2021

Dede Yusuf: Keputusan Dikembalikan ke Pemprov Jatim

Dede Yusuf Macan Effendi menyatakan, partainya menerima keputusan Pemprov Jawa Timur yang membatalkan hibah Rp 9 miliar untuk pembangunan Museum SBY-Ani.

POLITIK | 23 Februari 2021

Pemprov Jatim Disebut Tak Mau Terlibat Polemik

Keputusan Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Timur (Jatim) membatalkan dana hibah Rp 9 miliar untuk pembangunan Museum SBY-Ani bisa dipahami.

POLITIK | 23 Februari 2021

AHY Didesak Segera Pecat Jhonny Allen Marbun

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didesak untuk segera mengakhiri gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD).

POLITIK | 23 Februari 2021

Akbar Tandjung Restui Azis Syamsuddin Maju Caketum Kosgoro 1957

Akbar juga berpesan jika nanti Azis Syamsudin terpilih agar bisa lebih fokus untuk sektor ekonomi yang merupakan instrumen strategis garapan Kosgoro.

POLITIK | 23 Februari 2021

Dana Hibah Rp 9 M untuk Museum SBY-Ani Batal, Gubernur Jatim Disorot

Dana hibah bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemprov Jawa Timur ke Pemkab Pacitan sebesar Rp 9 miliar, batal diberikan.

POLITIK | 23 Februari 2021

Berita Satu Beri Penghargaan kepada Pemimpin Publik Inovatif di Masa Pandemi

Penyerahan penghargaan dilakukan Selasa (23/2/2021) dalam sebuah acara yang disiarkan secara langsung Beritasatu News Channel pukul 19.00-21.30 WIB.

POLITIK | 23 Februari 2021

Nasdem Dukung Pembahasan RUU Perampasan Aset

Pemerintah bersama DPR didorong untuk menetapkan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana sebagai RUU prioritas.

POLITIK | 22 Februari 2021

Replika Masjid Ternama Abu Dhabi Segera Dibangun di Solo

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) akan menggelar kegiatan Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021.

POLITIK | 22 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS