Pengamat: Berkat Jokowi Effect, Elektabilitas PDIP Makin Naik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat: Berkat Jokowi Effect, Elektabilitas PDIP Makin Naik

Kamis, 25 Februari 2021 | 19:13 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) semakin kokoh sebagai partai yang paling digemari rakyat meski akhir-akhir ini serangan dengan pemberitaan bernada negatif dilayangkan secara masif. Hal itu terbukti dari hasil jajak pendapat 4 lembaga survei di awal tahun 2021 yang menunjukkan kenaikan elektabilitas partai yang berlambang banteng tersebut.

"Membaca hasil survei dan melihat elektabilitas PDIP cenderung naik, membuat saya terkejut. Pasalnya, serangan ke partai ini datang bertubi-tubi akhir-akhir ini. Sang banteng dijadikan target," ujar pengamat politik dan pegiat media sosial, Kajitow Elkayeni, Kamis (25/2/2021).

"Di media sosial, tagar yang menyudutkan partai ini terus diorkestrasi. Kebencian terhadap Jokowi ditembakkan ke partai pendukung utamanya. Mungkin mereka berpikir, jika partai ini tumbang, Jokowi juga akan selesai. Pamornya meredup," tambahnya.

Menurut pengamatannya dari sisi intensitas serangan yang bermain di kubangan ini bukan main-main. Dia melihat Tempo ikut turun gunung. Framing yang biasanya disasarkan ke Joko Widodo, kali ini merembet ke partai moncong putih.

"Mereka mengorek-orek sesuatu yang tidak ada. Mengait-ngaitkan satu petunjuk ke petunjuk lainnya. Mirip orang pasang togel. Semua firasat, mimpi dan celoteh orang yang dianggap pintar menjadi buku panduan. Tidak ada akal sehat di sana. Apalagi etika jurnalistik," ungkapnya.

"Hanya waton sulaya, waton jeplak (asal nyinyir, asal mangap)," tambah Kajitow.

Dia pun mengungkapkan, serangan tersebut dalam upaya membusukkan PDIP dengan menyeret para pentolan seperti Herman Hery dan istilah ‘Madam' dalam kasus bansos adalah upaya sistematis untuk menghancurkan kredibilitas PDIP.

"Namun yang mengejutkan, upaya untuk meredupkan pamor PDIP melalui kasus korupsi bansos, ternyata sia-sia. PDIP menjadi satu-satunya partai yang justru mengalami kenaikan elektabilitasnya," jelasnya.

Diketahui, hasil survei Parameter menunjukkan bahwa PDIP memiliki elektabilitas tertinggi dibanding partai politik lainnya yaitu 25,1 persen. Sementara Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas PDIP sebagai partai teratas dengan 20,1%. Bahkan jika dilakukan semi terbuka, PDIP masih diposisi pertama 24,5%. Survei LSI juga menunjukkan PDIP paling dekat dengan rakyat sebesar 35,4%.

Hasil survei Lembaga Survei Indometer menunjukkan elektabilitas PDIP masih teratas yakni 22,3%. Begitu pula dengan temuan dari survei Litbang Kompas yang dirilis pada Senin (22/2/2021) menunjukkan elektabilitas PDIP tetap nomor satu yakni 19,7%.

Hasil dari 4 Lembaga Survei yang dirilis awal minggu ini menunjukkan PDIP mendapat elektabilitas teratas dan lebih tinggi dari perolehan pemilu 2019 yang mencapai 18,3%.

Menurut Kajitow, dari perolehan PDIP tersebut bisa disebut Jokowi effect. Katanya, Jokowi adalah kader PDIP, prestasi yang dilakukan Jokowi dengan sendirinya mendorong nama partai itu naik.

"Barangkali ini yang tidak dihitung oleh orang-orang yang mengorkestrasi serangan ke PDIP. Selama Jokowi bersikap jujur dan bekerja keras, hal itu akan menjadi tameng. Bahwasanya masih banyak kader bersih dan tumbuh bersama rakyat," ujarnya.

Selain itu, PDIP tidak bisa disamakan dengan partai lain. Di masa lalu, ribuan orang rela mati untuk membela partai ini. Orang-orang itu mungkin kini telah menua, namun rembesan semangat itu masih ada.

"Naiknya elektabilitas PDIP adalah sebuah anomali. Saya tidak tahu apa reaksi orang-orang yang saat ini berjuang mati-matian untuk meredupkannya ketika mengetahui fakta ini," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kerumunan Kunker Jokowi Berbeda dengan Kerumunan Rizieq Syihab

Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menilai, tidak ada unsur kesengajaan dalam kerumunan massa saat Presiden Jokowi tiba di Maumere, NTT

POLITIK | 25 Februari 2021

Nasdem Matangkan Rencana Konvensi Capres 2024

Partai Nasdem saat ini tengah mempersiapkan secara khusus Konvensi Calon Presiden (Capres) 2024.

POLITIK | 25 Februari 2021

Vaksinasi Massal Wartawan, Jokowi: Vaksinasi Lindungi Insan Pers

Vaksinasi massal untuk wartawan akan digelar hingga 27 Februari dengan target peserta sebanyak 5.512 orang.

POLITIK | 25 Februari 2021

Kunjungan Kerja Jokowi Bermanfaat bagi Masyarakat NTT

Jokowi sendiri tidak mengundang masyarakat untuk menyambut dirinya dan masyarakat sekedar ingin melihat dari dekat sosok pemimpinnya.

POLITIK | 25 Februari 2021

SBY Tegaskan Partai Demokrat Not for Sale

Ketua Majelis Tinggi (MT) Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan PD not for sale atau tidak dijual.

POLITIK | 24 Februari 2021

Bicara Isu Kudeta di Partai Demokrat, SBY: Usir Orang-orang Itu!

Kader atau mantan kader Partai Demokrat (PD) yang terlibat dalam kudeta diingatkan untuk berhenti merusak PD.

POLITIK | 24 Februari 2021

34 Ketua DPD Partai Demokrat Kompak Minta Kader Berkhianat Dipecat

Jajaran pimpinan DPD PD, mendukung penuh kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

POLITIK | 24 Februari 2021

Siber Polri Mulai Kirim Peringatan Virtual Penyebar Hoax, Sahroni: Langkah Tepat

Tim Siber Bareskrim Polri mulai mengirimkan peringatan virtual ke sejumlah akun medsos yang membagikan konten hoax sekaligus berpotensi pidana

POLITIK | 24 Februari 2021

Raih Penghargaan "Beritasatu Public Leader Awards", Menlu: Pandemi Butuh Respon Luar Biasa

Upaya penanganan ini belum selesai, masih terus diperlukan kerja keras dan kerja sama agar kita betul-betul dapat keluar dari pandemi.

POLITIK | 24 Februari 2021

Inilah 14 Pemenang "Beritasatu Public Leader Awards"

Parameter penilaian ditekankan pada upaya yang dilakukan dalam penanganan pandemi, sekaligus upaya yang dilakukan untuk meminimalkan dampaknya.

POLITIK | 24 Februari 2021


TAG POPULER

# Varian Delta


# Olimpiade Tokyo


# Bupati Seram Bagian Barat Meninggal


# Vaksinasi Covid-19


# Update Covid-19



TERKINI

India Laporkan 40.134 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam

DUNIA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS