Soal Kisruh Demokrat, Projo Bela Moeldoko
Logo BeritaSatu

Soal Kisruh Demokrat, Projo Bela Moeldoko

Kamis, 25 Februari 2021 | 21:38 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Pro Jokowi, Handoko menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan bahwa Jenderal (Purn.) Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan RI dan juga Pembina Projo, karena diduga telah turut campur dalam urusan internal kekisruhan di dalam Partai Demokrat.

"Saya tegaskan, bahwa saya mengenal baik Bapak Moeldoko dan semakin dekat dengan beliau saat beliau mendapat tugas sebagai Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menjelang Pemilihan Presiden 2019 lalu. Saya membantu beliau dalam tugas beliau sebagai jembatan komunikasi berbagai kelompok relawan Jokowi dengan Presiden Jokowi," kata Handoko melalui rilis, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, Moeldoko dikenal sebagai militer yang sangat konstitusional, taat pada asas dan aturan yang berlaku, sarat dengan prestasi. Selain menjadi lulusan terbaik dari Akademi Militer (Adhi Makayasa), Moeldoko juga selalu menjadi lulusan terbaik dalam setiap jenjang pendidikan yang dijalani.

"Pengangkatan Bapak Moeldoko sebagai Panglima TNI, itu memang sudah menjadi kelayakan dan sesuai dengan profesionalitas beliau, bukan sekadar ‘hadiah’ atau ‘kemurahan hati’ dari Bapak SBY. Meskipun, Pak Moel berkali-kali menyampaikan bahwa beliau tetap respek pada Pak SBY," kata Handoko.

"Saya dan teman-teman relawan kecewa dengan pernyataan Pak SBY semalam. Beliau menuduh tanpa alasan bahwa Pak Moel ingin mencampuri urusan internal Partai Demokrat. Pimpinan partai, tidak perlu mencari perhatian dengan menjadikan Pak Moeldoko seolah menjadi musuh kader Demokrat," sambungnya.

Dalam keterangannya, Handoko menegaskan bahwa Moeldoko adalah tokoh yang sangat konsisten pada konstitusi, aturan, dan asas. Terkait kalimat SBY yang menyebut “Demokrat Not For Sale”, menurutnya, tuduhan tersebut sangat tidak relevan dengan Pak Moeldoko.

"Pak Moel disebut-sebut mengumpulkan tokoh-tokoh Partai Demokrat yang kecewa dengan situasi internal Demokrat. Kembali saya tegaskan, Pak Moel yang saya kenal adalah tokoh yang sangat terbuka. Terbuka menerima siapa saja yang ingin bertemu. Beliau juga terbuka memberi berbagai masukan yang diminta," kata Handoko.

"Jadi jangan samakan beliau dengan tokoh lain yang sangat formal, untuk bertemu saja harus melalui proses berbelit. Lalu menganggap bahwa semua orang atau tokoh harus selektif dalam menerima tamu," sambungnya.

Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, kata Handoko, Moeldoko bahkan mempunyai program KSP mendengar. Moeldoko menerima dan mendengar langsung berbagai keluhan dari masyarakat.

"Pak Moel berkali-kali menyebut bahwa beliau tetap fokus pada pekerjaan beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI yang sedemikian banyak dan memerlukan konsentrasi tinggi. Dalam 3 pekan terakhir, beliau juga disibukkan oleh persiapan pernikahan putri satu-satunya, yang digelar pada Sabtu, 20 Pebruari 2021 lalu," kata Handoko.

"Jadi tolong, jangan bangunkan macan tidur!!! Beliau sedang bekerja untuk membantu Presiden, bekerja sekuat tenaga mewujudkan visi Indonesia Maju. Kalau ada masalah internal, jangan mencari belas kasihan dengan cara memproduksi narasi dengan menempatkan Pak Moeldoko seolah musuh kader Demokrat," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengamat: Berkat Jokowi Effect, Elektabilitas PDIP Makin Naik

PDIP makin kokoh sebagai partai yang paling digemari rakyat meski akhir-akhir ini serangan dengan pemberitaan bernada negatif dilayangkan secara masif.

POLITIK | 25 Februari 2021

Kerumunan Kunker Jokowi Berbeda dengan Kerumunan Rizieq Syihab

Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menilai, tidak ada unsur kesengajaan dalam kerumunan massa saat Presiden Jokowi tiba di Maumere, NTT

POLITIK | 25 Februari 2021

Nasdem Matangkan Rencana Konvensi Capres 2024

Partai Nasdem saat ini tengah mempersiapkan secara khusus Konvensi Calon Presiden (Capres) 2024.

POLITIK | 25 Februari 2021

Vaksinasi Massal Wartawan, Jokowi: Vaksinasi Lindungi Insan Pers

Vaksinasi massal untuk wartawan akan digelar hingga 27 Februari dengan target peserta sebanyak 5.512 orang.

POLITIK | 25 Februari 2021

Kunjungan Kerja Jokowi Bermanfaat bagi Masyarakat NTT

Jokowi sendiri tidak mengundang masyarakat untuk menyambut dirinya dan masyarakat sekedar ingin melihat dari dekat sosok pemimpinnya.

POLITIK | 25 Februari 2021

SBY Tegaskan Partai Demokrat Not for Sale

Ketua Majelis Tinggi (MT) Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan PD not for sale atau tidak dijual.

POLITIK | 24 Februari 2021

Bicara Isu Kudeta di Partai Demokrat, SBY: Usir Orang-orang Itu!

Kader atau mantan kader Partai Demokrat (PD) yang terlibat dalam kudeta diingatkan untuk berhenti merusak PD.

POLITIK | 24 Februari 2021

34 Ketua DPD Partai Demokrat Kompak Minta Kader Berkhianat Dipecat

Jajaran pimpinan DPD PD, mendukung penuh kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

POLITIK | 24 Februari 2021

Siber Polri Mulai Kirim Peringatan Virtual Penyebar Hoax, Sahroni: Langkah Tepat

Tim Siber Bareskrim Polri mulai mengirimkan peringatan virtual ke sejumlah akun medsos yang membagikan konten hoax sekaligus berpotensi pidana

POLITIK | 24 Februari 2021

Raih Penghargaan "Beritasatu Public Leader Awards", Menlu: Pandemi Butuh Respon Luar Biasa

Upaya penanganan ini belum selesai, masih terus diperlukan kerja keras dan kerja sama agar kita betul-betul dapat keluar dari pandemi.

POLITIK | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS