Api di Demokrat Terlalu Besar, SBY Turun Tangan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Api di Demokrat Terlalu Besar, SBY Turun Tangan

Jumat, 26 Februari 2021 | 21:21 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, terdapat dua teori mengenai tampilnya atau turun gunungnya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kisruh partai yang didirikannya itu.

Teori pertama dan dilihat banyak kalangan, yakni turun gunungnya Presiden keenam RI itu menandakan api dalam Partai Demokrat terlalu besar dan tak dapat dipadamkan oleh putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum partai berlambang mercy tersebut.

"Memang itulah risiko yang terjadi ketika tampil akan mengirimkan pesan atau bisa ditafsirkan oleh pihak luar sebagai sebuah pertanda ketidakmampuan AHY," kata M Qodari, Jumat (26/2/2021).

Namun, Qodari mengingatkan, terdapat teori kedua, yakni SBY sebagai dalang atau sutradara sesungguhnya dari 'drama kudeta' Partai Demokrat. Qodari meyakini teori kedua ini yang sesungguhnya terjadi.

"Sebetulnya ada teori kedua ya dan saya berpegang pada teori yang kedua ini bahwa sesungguhnya sutradara atau dalang yang sesungguhnya dari cerita mengenai kudeta Partai Demokrat ini adalah pak SBY itu sendiri. Jadi panggung depannya adalah AHY, tapi panggung di belakangnya, dapurnya sesungguhnya adalah Pak SBY," kata Qodari.

Qodari memaparkan argumentasi yang mendasari teori keduanya tersebut. Pertama, kata Qodari, pengalaman dan senioritas SBY dalam dunia politik jauh di atas AHY. Dengan pengalaman dan senioritasnya, SBY memiliki kemampuan untuk bermanuver secara canggih.

"Karena itulah kemudian skenario atau atau manuver-manuver yang canggih itu sesungguhnya dimiliki oleh pak SBY," katanya.

Hal ini salah satunya tercermin dari pernyataan SBY yang menyatakan tak percaya atas keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kisruh yang terjadi di internal Partai Demokrat dan menyebut para menteri yang disebut hanya dicatut namanya.

Pernyataan SBY ini, kata Qodari, membantah pernyataan AHY sendiri yang menyebut adanya keterlibatan lingkar kekuasaan terdekat Presiden Jokowi atau lingkaran Istana dalam upaya mengudeta Partai Demokrat.

"Jadi ya pernyataan AHY memberikan pernyataan, tapi yang membantah Pak SBY. Jadi istilahnya main pingpong. AHY yang menyatakan, Pak SBY menegasikan. Jadi menurut saya itu pertanda bahwa sebetulnya aktor atau penulis skenarionya adalah SBY," katanya.

Argumentasi kedua, kata Qodari, malam sebelum AHY menggelar konferensi pers mengenai kudeta Partai Demokrat, SBY melalui akun Twitter-nya menulis, "Bagi siapapun yang memegang kekuasaan politik, pada tingkat apapun, banyak cara berpolitik yang lebih bermoral & lebih beradab. Ada 3 golongan manusia, yaitu "the good", "the bad" & "the ugly". Kalau tidak bisa menjadi "the good" janganlah menjadi "the ugly". SBY". Qodari menilai cuitan SBY tersebut sebagai pengantar konferensi pers AHY.

"Oleh sebab itu saya mengatakan bahwa sebetulnya bukan pertanda AHY tidak mampu. Ya memang karena dari awal tetap tokoh dominan di Partai Demokrat itu adalah SBY sendiri," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gus Ami: NU dan Pesantren Adalah Sabuk Pengaman Bangsa

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan pesantren adalah sabuk pengaman bangsa.

POLITIK | 26 Februari 2021

Popularitas AHY Sulit Dongkrak Suara Partai Demokrat

Partai Demokrat sebaiknya lebih berorientasi pada pembangunan kelembagaan partai ketimbang mengandalkan figur

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Akan Copot Jhoni Allen Marbun dari DPR

Partai Demokrat akan melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Jhoni Allen Marbun yang merupakan anggota DPR.

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Juga Berhentikan Marzuki Alie Sebagai Kader

Partai Demokrat (PD) juga memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai kader terhadap Marzuki Alie.

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Pecat Darmizal dan Jhoni Allen Marbun dengan Tidak Hormat

Partai Demokrat (PD) memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat terhadap sejumlah kader.

POLITIK | 26 Februari 2021

Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres, Partai Demokrat Fokus Konsolidasi Internal

Partai Demokrat menghargai dan menghormati pandangan serta pilihan cara yang akan ditempuh Partai Nasdem dalam menghadapi Pilpre 2024 yaitu melalui konvensi.

POLITIK | 26 Februari 2021

Soal Kisruh Demokrat, Projo Bela Moeldoko

Handoko menegaskan bahwa Moeldoko adalah tokoh yang sangat konsisten pada konstitusi, aturan, dan asas.

POLITIK | 25 Februari 2021

Pengamat: Berkat Jokowi Effect, Elektabilitas PDIP Makin Naik

PDIP makin kokoh sebagai partai yang paling digemari rakyat meski akhir-akhir ini serangan dengan pemberitaan bernada negatif dilayangkan secara masif.

POLITIK | 25 Februari 2021

Kerumunan Kunker Jokowi Berbeda dengan Kerumunan Rizieq Syihab

Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menilai, tidak ada unsur kesengajaan dalam kerumunan massa saat Presiden Jokowi tiba di Maumere, NTT

POLITIK | 25 Februari 2021

Nasdem Matangkan Rencana Konvensi Capres 2024

Partai Nasdem saat ini tengah mempersiapkan secara khusus Konvensi Calon Presiden (Capres) 2024.

POLITIK | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS