Wacana KLB Partai Demokrat, Pengamat: AHY Harus Waspada dan SBY Jangan Kedodoran Lagi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wacana KLB Partai Demokrat, Pengamat: AHY Harus Waspada dan SBY Jangan Kedodoran Lagi

Minggu, 28 Februari 2021 | 14:14 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari meminta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk waspada terhadap wacana kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat. AHY, kata Qodari, harus bisa memastikan soliditas para pengurus partai mulai dari DPP, DPD Provinsi dan DPC Kebupaten/Kota sebagai pemilik suara sah partai.

“AHY harus waspada. AHY (mungkin anggap) tidak ada (KLB). Apalagi ada kebulatan tekad dari DPD Provinisi. Tetapi bagi mereka yang inginkan KLB, mungkin mereka punya data sendiri mengenai dukungan dari Kabupaten/Kota dan peluang untuk melahirkan KLB,” ujar Qodari di Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Qodari mengatakan, di partai manapun termasuk Partai Demokrat, KLB bisa saja terselenggara. Hal ini sangat tergantung dari terpenuhnya syarat-syarat yang diatur dalam AD/ART Partai Demokrat. Syarat ini terkait dengan kemauan para pemilik suara sah partai, yaitu pengurus DPP, DPD Provinsi, dan DPC Kabupaten/Kota.

Menurut Qodari, AHY tidak boleh hanya memastikan soliditas suara di tingkat DPP dan DPD Provinsi, tetapi juga harus memastikan soliditas suara di tingkat DPC Kabupaten/Kota. Pasalnya, mereka merupakan pemilik suara terbanyak.

“Jadi, kalau mau dikatakan suara siapa? Itu suara dari pengurus-pengurus di daerah. Yang menarik sekarang ini adalah pertanyaan apakah KLB terselenggara atau tidak? Apakah KLB didukung daerah atau tidak? Ini sesuatu yang menarik bagi saya, karena biasanya kalau bicara di media massa, yang muncul sejauh ini didominasi suara dari DPP, kemudian suara DPD Provinsi. Padaha, sesungguhnya suara yang terbanyak itu dari Kabupaten/Kota,” jelas dia.

Selain itu, Qodari mengingatkan Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai tokoh sentral di Partai Demokrat, tidak kedodoran lain. Menurut dia, SBY harus cermat membaca dinamika sehingga kepemimpinan Demokrat tidak diambil alih.

“Saya punya kesan Pak SBY agak kedodoran dalam membaca dinamika di dalam partainya sendiri,” tutur Qodari.

Qodari mencontohkan pada Kongres Partai Demokrat Tahun 2010, SBY terlihat kedodoran. Jogaon yang didukung SBY untuk menjadi ketua umum (ketum), yakni Andi Mallarangeng, justru kalah dengan calon ketum lainnya, yakni Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum. Begitu juga pada KLB tahun 2013, kata Qodari, SBY menjadi ketum Demokrat atas dukungan Anas Urbaningrum yang saat itu menguasai jaringan di daerah.

“Informasi yang saya dengar juga bahwa sebetulnya di KLB 2013, SBY terpilih juga atas dukungan atau bantuan Anas Urbaningrum yang nota bene memang pada saat iut sudah menguasai jaringan di daerah. Kabarnya Anas Urbaningrum angkat telpon dari pengurus daerah untuk mendukung Pak SBY dan menghadang Ketum yang lain, yang pada saat itu adalah Marzuki Alie,” pungkas Qodari.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis PD, Herzaky Mahendra Putra menilai jika ada yang menggelarkan KLB, maka sepenuhnya ilegal. “Kalau kita bicara ada KLB, silakan saja. Kenapa? Karena sudah pasti itu ilegal. Tidak sesuai peraturan internal Partai Demokrat. Bertentangan dengan AD/ART,” ucap Herzaky.

Herzaky menjelaskan, KLB dapat digelar dengan dua cara. Pertama, diusulkan oleh Majelis Tinggi PD yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kedua, diusulkan 2/3 dari total 34 DPD dan minimal 1/2 DPC serta disetujui ketua Majelis Tinggi PD.

“Cara pertama jelas tidak mungkin. Pak SBY tidak mendukung KLB, demikian halnya cara kedua. Jelas secara konstitusi jika tahu-tahu ada KLB, sudah pasti ilegal,” tandas Herzaky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengamat: Kisruh Partai Demokrat Bakal Berdampak Penurunan Suara

M Qodari menilai kisruh atau konflik Partai Demokrat bakal memengaruhi perolehan suara partai pada pemilu yang akan datang.

POLITIK | 28 Februari 2021

Misbakhun Suarakan Pentingnya Golkar Usung Kader Sendiri Jadi Capres di Pilpres 2024

Dalam sejarah pemilihan presiden secara langsung di Indonesia, Golkar tidak pernah mengajukan calon presiden yang berasal dari kadernya sendiri.

POLITIK | 28 Februari 2021

Harlah ke-98 Nahdlatul Ulama, Presiden Jokowi: NU Benteng Terdepan Pembela Pancasila

Krisis kesehatan akibat pandemi juga diikuti oleh kemelut perekonomian yang mengakibatkan banyak warga kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

POLITIK | 28 Februari 2021

Ibas: Jangan Adu Domba Saya dengan Mas AHY

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta jangan ada yang mengadu domba antara dirinya dengan AHY, kakak kandungnya.

POLITIK | 27 Februari 2021

Kerumunan Warga Sambut Jokowi di NTT Dinilai Wajar

Wajar jika Jokowi mendapat sambutan luar biasa di NTT.

POLITIK | 27 Februari 2021

Nurdin Abdullah Kena OTT, Fahri Hamzah: KPK Punya Alat Bukti Lengkap

Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak asal dalam melakukan penangkapan, karena lebih teliti dan bertanggung jawab.

POLITIK | 27 Februari 2021

Syarief Hasan: Kalau Ada KLB, Itu Abal-abal

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) dinilai sebagai suatu hal yang tidak mungkin dilaksanakan.

POLITIK | 27 Februari 2021

Angkatan Muda Demokrat Dukung KLB

Angkatan Muda Demokrat (AMD) mendukung penuh Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) yang akan segera dilaksanakan.

POLITIK | 27 Februari 2021

Steven Rumangkang Sebut Gerakan Kudeta di Demokrat Tidak Sesuai Pemikiran Pendiri

Gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat tidak sesuai dengan pemikiran para pendiri dan senior partai.

POLITIK | 27 Februari 2021

Ketum dan Sekjen Teken SK Pemberhentian Tujuh Kader Senior Partai Demokrat

Ketum dan Sekjen Partai Demokrat, meneken surat keputusan pemberhentian tujuh kader.

POLITIK | 26 Februari 2021


TAG POPULER

# Olimpiade Tokyo


# Akidi Tio


# Mafia Tanah


# Kasus Positif Covid-19


# Kartu Vaksin



TERKINI

5.984 Pelamar Perebutkan 591 Formasi CPNS di Kota Bogor

MEGAPOLITAN | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS