Mengatasi Upaya Kudeta Partai, Pengamat: AHY Terlihat Tegas dan Terukur
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mengatasi Upaya Kudeta Partai, Pengamat: AHY Terlihat Tegas dan Terukur

Minggu, 28 Februari 2021 | 17:17 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai berhasil mengatasi upaya kudeta kepemimpinan oleh segelintir kader. Keputusan AHY membongkar ke publik terkait gerakan pengambilalihan kepemimpinan PD (GPKPD) yang melibatkan kalangan eksternal, sangat tepat. Demikian halnya sanksi pemecatan terhadap tujuh kader PD yang terlibat GPKPD.

“AHY terlihat tegas dan terukur dalam mengatasi upaya kudeta atas kepemimpinan partai yang sah. Meski masih muda, AHY tampaknya bukan tipikal pemimpin yang tergesa-gesa, tetapi juga bukan tipe yang lambat mengambil keputusan, ia memasuki episode kepemimpinan yang matang,” kata pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, Minggu (28/2/2021).

Ubedilah menyarangkan agar PD tidak terlalu fokus soal pemecatan.

“Ini soal internal partai yang biasa, ini juga laboratorium yang sangat berharga bagi AHY dan politisi Demokrat lainya, jalani saja dengan tenang dan matang, apalagi sudah ketemu celahnya,” ucap Ubedilah.

Menurut Ubedilah, persoalan yang lebih besar yakni bahaya laten intervensi kekuasaan pada kekuatan-kekuatan politik di Indonesia. Terlebih kekuatan politik yang memilih jalan bersama rakyat, bukan penguasa.

Oposisi itu penting, bukan hanya agar pemerintah bekerja benar tetapi juga karena tanpa oposisi demokrasi akan melemah. Presiden Jokowi pernah bilang jangan meragukan komitmennya pada demokrasi. Nah ini harus dibuktikan salah satunya adalah dengan membiarkan oposisi tumbuh sehat, bebas dari ancaman intervensi, kriminalisasi atau bentuk-bentuk tekanan lainnya,” ujar Ubedilah.

Sementara itu, dosen ilmu politik Universitas Negeri Semarang, Cahyo Seftyono tidak kaget dengan keputusan PD memecat sejumlah kader.

“Keputusan ini sangat bisa dipahami. Sudah terlihat sejak mengumumkan upaya pengambilalihan kepemimpinan ini tanggal 1 Februari lalu, AHY sebagai ketum tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas. Mungkin AHY hanya butuh waktu agar penyelidikan internal bisa tuntas dan para kader yang terbukti bersalah bisa diproses sesuai mekanisme partai,” kata Cahyo.

“Pada partai-partai lain juga pernah terjadi hal yang sama, baik yang melalui mekanisme partai maupun yang tiba-tiba muncul surat pemecatan, pasti ada dasarnya. Demokrat berpengalaman berada dalam pemerintahan selama 10 tahun, dan tujuh tahun ini berada di luar pemerintahan. Memang tidak akan mudah, tetapi ini bisa menjadi titik balik kebangkitan Demokrat,” kata Cahyo.

Ubedilah maupun Cahyo mengingatkan agar Partai Demokrat tidak gentar menghadapi berbagai tekanan sebagai partai nonpemerintah.

“Ini konsekuensi tidak bergabung bersama koalisi pemerintah, tetapi jika Demokrat jeli dan tangguh, tantangan ini bisa menjadi peluang yang luar biasa,” ungkap Ubedilah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pendiri Diminta Istirahat di Rumah, Politikus Demokrat: Di Luar Banyak Angin

Hencky Luntungan dianggap tidak mengetahui perkembangan PD di bawah kepemimpinan AHY.

POLITIK | 28 Februari 2021

Nasdem Enggan Revisi UU Pemilu-Pilkada Dipisah

Willy Aditya mengatakan fraksi Partai Nasdem enggan apabila revisi UU Pemilu dan UU Pilkada dipisah,

POLITIK | 28 Februari 2021

Wacana KLB Partai Demokrat, Pengamat: AHY Harus Waspada dan SBY Jangan Kedodoran Lagi

Qodari mengatakan, di partai manapun termasuk Partai Demokrat, KLB bisa saja terselenggara.

POLITIK | 28 Februari 2021

Pengamat: Kisruh Partai Demokrat Bakal Berdampak Penurunan Suara

M Qodari menilai kisruh atau konflik Partai Demokrat bakal memengaruhi perolehan suara partai pada pemilu yang akan datang.

POLITIK | 28 Februari 2021

Misbakhun Suarakan Pentingnya Golkar Usung Kader Sendiri Jadi Capres di Pilpres 2024

Dalam sejarah pemilihan presiden secara langsung di Indonesia, Golkar tidak pernah mengajukan calon presiden yang berasal dari kadernya sendiri.

POLITIK | 28 Februari 2021

Harlah ke-98 Nahdlatul Ulama, Presiden Jokowi: NU Benteng Terdepan Pembela Pancasila

Krisis kesehatan akibat pandemi juga diikuti oleh kemelut perekonomian yang mengakibatkan banyak warga kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

POLITIK | 28 Februari 2021

Ibas: Jangan Adu Domba Saya dengan Mas AHY

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta jangan ada yang mengadu domba antara dirinya dengan AHY, kakak kandungnya.

POLITIK | 27 Februari 2021

Kerumunan Warga Sambut Jokowi di NTT Dinilai Wajar

Wajar jika Jokowi mendapat sambutan luar biasa di NTT.

POLITIK | 27 Februari 2021

Nurdin Abdullah Kena OTT, Fahri Hamzah: KPK Punya Alat Bukti Lengkap

Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak asal dalam melakukan penangkapan, karena lebih teliti dan bertanggung jawab.

POLITIK | 27 Februari 2021

Syarief Hasan: Kalau Ada KLB, Itu Abal-abal

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) dinilai sebagai suatu hal yang tidak mungkin dilaksanakan.

POLITIK | 27 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS