Kutip Data Kasus Perceraian di MA, Wapres Jelaskan Mengapa Konseling Pranikah Sangat Penting
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kutip Data Kasus Perceraian di MA, Wapres Jelaskan Mengapa Konseling Pranikah Sangat Penting

Kamis, 18 Maret 2021 | 18:30 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta agar para pasangan muda yang hendak menikah untuk tidak ragu melakukan konseling pranikah sehingga rumah tangganya bisa lebih harmonis dan bahagia di masa mendatang. Wapres mengutip data dari Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA), bahwa penyebab perceraian yang paling besar adalah karena faktor tidak harmonis, lalu diikuti karena tidak bertanggung jawab, kemudian faktor ekonomi, adanya pihak ketiga, dan seterusnya.

Menurut Wapres Ma'ruf Amin, perkawinan yang dipersiapkan secara matang memiliki peluang lebih besar pada terciptanya keluarga yang harmonis dan bahagia. Oleh sebab itu, pemenuhan pendidikan yang optimal dan penggalakkan konseling pranikah sangat diperlukan untuk meningkatkan kematangan pasangan yang akan menikah.

"Peran pendidikan menjadi kunci untuk membangun kemampuan dan kematangan individu," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Seminar dan Deklarasi Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan untuk Meningkatkan Kualitas Anak, Pemuda, Perempuan, dan Keluarga yang diselenggarakan secara daring, Kamis (18/3/2021).

Menurut Wapres, kaum perempuan sebenarnya paling membutuhkan pendidikan pranikah. Karena perempuan rentan menjadi korban dalam permasalahan rumah tangga. Dalam perkawinan yang tidak sehat, kedudukan perempuan menjadi sangat lemah sehingga tidak memiliki posisi tawar dalam mengelola keluarga.

Salah satu akibatnya, menurut Wapres, perempuan menjadi tidak memiliki kesempatan terbaik untuk menyediakan gizi bagi keluarga dan anak-anaknya.

"Dalam contoh yang ekstrem, pengeluaran keluarga justru lebih banyak dihabiskan untuk rokok, ketimbang untuk membeli makanan bergizi ataupun membiayai pendidikan," kata Wapres Ma'ruf Amin.

Dengan pendidikan pranikah, posisi tawar perempuan dalam dalam rumah tangga juga meningkat. Sehingga nantinya mampu mengambil keputusan-keputusan terbaik untuk keluarganya.

"Khusus untuk kaum perempuan, pendidikan yang baik akan memberikan kemampuan dan posisi tawar yang lebih besar dalam rumah tangga," tegas Wapres.

Selain pendidikan, menurut Wapres, berbagai kelas konseling juga penting bagi pasangan yang hendak membangun mahligai rumah tangga. Dalam konseling tersebut, perlu diajarkan hal-hal paling krusial dalam perkawinan. Seperti tujuan perkawinan, hak dan kewajiban, serta cara untuk saling memahami pasangan masing-masing. Lalu seluk-beluk kesehatan reproduksi dan persalinan, kesehatan ibu hamil dan anak, dan sebagainya.

"Bahkan apabila diperlukan, dibuat aturan bagi calon pasangan perkawinan harus lulus kelas konseling pra nikah," ujar Wapres.

Sesuai data dari Badilag MA, kata Wapres, bahwa dari semua kasus perceraian yang masuk di Badilag, terbanyak merupakan kasus gugat cerai dari pihak perempuan, yaitu sebesar 70%.

Data-data ini menggambarkan bahwa pengetahuan yang memadai calon pasangan perkawinan menjadi hal yang sangat mendasar. Sehingga kebijakan yang diambil untuk meminimalkan kasus perceraian yang begitu tinggi, harus mengarah pada faktor hulu. Yaitu kesiapan mental dan pengetahuan calon mempelai untuk membangun sebuah keluarga.

Selain itu tentunya pendidikan pranikah terkait juga dengan kasus stunting. Pendidikan dan pengetahuan pasangan akan gizi menjadi sangat penting.

"Pemerintah juga memberi perhatian ekstra pada kasus stunting di negeri ini yang masih menunjukkan angka statistik tinggi, yaitu 27 persen. Artinya dari tiap sepuluh anak, tiga diantaranya menderita stunting," ungkapnya.

"Pencegahan stunting, erat terkait dengan kesehatan ibu dan balita, yang di kemudian hari sangat berpengaruh pada masa depan bangsa ini. Upaya untuk menghasilkan generasi cerdas dan kuat tidak akan tercapai bila kita gagal menurunkan angka stunting yang masih tinggi," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Muhaimin Iskandar Luncurkan Buku Negara dan Politik Kesejahteraan

Isinya berupa laporan kunjungan, pidato, dan berbagai pertemuan yang dilakukannya dalam kapasitas sebagai pimpinan DPR.

POLITIK | 18 Maret 2021

Pengamat: Posisi Cukup Strategis, Rasional Airlangga Masuk Bursa Capres

Dalam perhelatan Pilpres 2024, sangat rasional jika Partai Golkar memajukan nama Airlangga Hartarto.

POLITIK | 18 Maret 2021

Revisi UU Narkotika, Komisi III Minta Kepala BNN Segera Konsultasi dengan Presiden Jokowi

Sahroni mendesak kepala BNN untuk lebih proaktif dan sungguh-sungguh dalam mencegah masuknya narkotika ke wilayah Indonesia.

POLITIK | 18 Maret 2021

Masyarakat Papua Barat Desak Agar Ketua KPUD Sorong Selatan Dipecat

Masyarakat minta Ketua KPUD Sorong Selatan dipecat.

NASIONAL | 18 Maret 2021

Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, Romo Benny: Itu Hanya Ilusi

Wacana masa jabatan presiden tiga periode hanyalah sebuah ilusi.

NASIONAL | 18 Maret 2021

Wacana Amendemen UUD 1945 Dinilai Langkah Gegabah

Idris Laena menyatakan amemendemen UUD 1945 merupakan langkah gegabah.

POLITIK | 18 Maret 2021

Dukung Pengesahan, Sahroni: KUHP Sudah Usang

Komisi III DPR menggelar rapat kerja besama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly.

POLITIK | 17 Maret 2021

Dengarkan Kisah Alumni, Jokowi Harap Pengertian Warga yang Belum Tertampung Program Prakerja

Jokowi mengaku berbahagia karena bisa bertemu dengan perwakilan peserta Program Kartu Prakerja.

POLITIK | 17 Maret 2021

Dipecat Demokrat, Jhoni Allen Gugat AHY Ganti Rugi Senilai Rp 55,8 Miliar

Jhoni Allen Marbun menggugat Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atas pemecatannya dari Partai Demokrat.

POLITIK | 17 Maret 2021

BPKN: Mari Dukung Vaksin Buatan Dalam Negeri

BKPN meminta agar rakyat Indonesia mendukung pemerintah untuk serius mengembangkan vaksin produksi dalam negeri.

POLITIK | 17 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS