Ahmad Basarah: Pancasila Tidak Bertentangan dengan Ajaran Islam
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ahmad Basarah: Pancasila Tidak Bertentangan dengan Ajaran Islam

Selasa, 27 April 2021 | 10:07 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menegaskan Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Berdasarkan sejarah, menurut Basarah, Pancasila sesungguhnya merupakan hasil kesepakatan dan persetujuan ijtihad para alim ulama yang menjadi pendiri bangsa.

Basarah menyatakan jika ada yang kelompok yang menyebut Pancasila sebagai produk tagut, kafir dan bertentangan dengan ajaran Islam, maka sesungguhnya terjadi penistaan terhadap ijtihad para alim ulama.

“Para alim ulama yang menurut saya keulamaannya, pengetahuan keilmuannya tentang Islam tentu sangat dalam, mau menerima Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pancasila itu bukan nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam,” kata Basarah dalam keterangannya, Selasa (27/4/2021).

Basarah telah menyampaikan itu dalam diskusi Empat Pilar MPR bertajuk “Menangkal Penyusupan Paham Ekstremisme di Kalangan Kaum Muda” di gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Basarah menyoroti keterlibatan generasi muda dalam aksi bom bunuh diri. Menurutnya, kaum muda memang rentan dipengaruhi untuk melancarkan aksi teror, karena umumnya memiliki jiwa militan yang sangat kuat.

Basarah menambahkan, anak-anak muda itu ditanamkan keyakinan bahwa semua yang dari Barat adalah kafir dan tagut, termasuk soal demokrasi dan Pancasila. Basarah menuturkan selama kurun 2000-2020, tercatat 553 serangan teror di wilayah NKRI.

Artinya, rata-rata setiap bulan terjadi dua kali aksi teror dalam dua puluh tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, Basarah menyatakan, beberapa pelakunya tergolong masih muda. Mulai dari Nana Ikhwan Maulana (20 tahun), pelaku bom bunuh diri di hotel Ritz-Carlton pada 2009 hingga Zakiah Aini (26 tahun) pelaku teror di Mabes Polri pada 2021.

Basarah pun mengutip pernyataan mantan pelaku bom Bali, Ali Imron dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ali Imron hanya membutuhkan waktu dua jam untuk mengubah seseorang menjadi teroris. Namun, menyadarkan teroris membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Menurut Ali Imron, pelaku Bom Bali, dalam sebuah diskusi, untuk mengubah seseorang menjadi teroris sangat mudah hanya butuh waktu dua jam. Sementara untuk mengeluarkannya dari kelompok radikalisme itu butuh waktu yang sangat lama. Inilah salah satu alasan mengapa banyak generasi milenial terpapar radikalisme,” kata Basarah.

Sementara itu Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, dahulu aksi ekstremisme didorong oleh faktor ekonomi dan kesejahteraan. Kini, menurut Mu'ti alasan tersebut sudah bergeser menjadi persoalan ideologi, demokrasi dan politik.

Keterlibatan generasi milenial dalam aksi ekstremisme, lanjut Mu'ti, karena pada usia muda mereka tengah mencari identitas dan jati diri. Apabila tidak mendapat bimbingan yang benar, maka generasi muda akan mudah terbawa arus yang mempengaruhi.

“Ada kekosongan jiwa sehingga gampang dipengaruhi, termasuk untuk menjadi pelaku bom bunuh diri juga kurangnya pengetahuan, dan teladan yang bisa mereka temukan. Mengapa gerakan anti Pancasila makin banyak karena mereka tidak melihat dengan Pancasila Indonesia makin baik dan makmur,” kata Mu'ti.

Mu'ti menuturkan keterlibatan generasi muda dalam aksi ekstremisme juga dipengaruhi minimnya ruang terbuka yang bisa dijadikan sarana berekspresi. Karena itu, menurutnya, dibutuhkan evaluasi sejauh mana keberhasilan negara mengantisipasi ekstremisme.

“Yang pasti, penanganan ekstremisme harus menjadi kebutuhan bersama atau semesta partisipatif. Bukan hanya BNPT atau Densus, tapi bersama sama, termasuk menggabungkan partisipasi yang berbeda beda,” tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi: APBN 2022 Fokus pada 6 Kebijakan Utama

Presiden Jokowi mengatakan, penyusunan APBN 2022 akan fokus pada 6 kebijakan utama.

POLITIK | 29 November 2021

Gus Yaqut Sambut Erick Thohir Jadi Keluarga Besar Banser

Gus Yaqut menyambut gembira bergabungnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi anggota kehormatan Banser.

POLITIK | 29 November 2021

Terbuka, Kerja Sama Gerindra-PDIP di Pilpres 2024

Partai Gerindra membuka peluang kerja sama dengan PDIP pada Pilpres 2024 mendatang.

POLITIK | 28 November 2021

Sugiono Serahkan 56 Gerobak Angkringan untuk Kader Gerindra

Waketum Partai Gerindra Sugiono menyerahkan bantuan 56 gerobak angkringan untuk pengurus ranting Gerindra Kota Semarang.

POLITIK | 28 November 2021

Erick Thohir Terima Baret Anggota Kehormatan GP Ansor

Erick Thohir menerima pembaretan Anggota Kehormatan GP Ansor, Minggu (28/11/2021).

POLITIK | 28 November 2021

Musda Golkar Bekasi Oktober Lalu Sudah Sesuai AD/ART

Semua pihak diminta tidak memperkeruh suasana pasca terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Bekasi yang digelar pada 29 Oktober 2021 lalu.

POLITIK | 28 November 2021

Hasto: Sekolah Partai Bagian dari Sistem Kaderisasi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya terus melakukan konsolidasi dan pematangan kader seluruh Indonesia melalui pendidikan sekolah partai.

POLITIK | 28 November 2021

Golkar Yakin Revisi UU Cipta Kerja Rampung dalam 2 Tahun

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Henry lndraguna meyakini pemerintah dan DPR dapat merevisi UU Cipta Kerja dalam dua tahun sebagaimana putusan MK.

POLITIK | 28 November 2021

PAN: Lumrah jika Presiden Mengevaluasi Kinerja Menteri

Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay menyatakan hal lumrah jika Presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja menteri yang diiringi dengan reshuffle kabinet.

POLITIK | 28 November 2021

Anggota DPR Nilai Perbaikan UU Cipta Kerja Cukup 2 Tahun

Menkumham Yasonna Laoly menyatakan yakin dalam dua tahun bisa melakukan perbaikan terhadap UU Cipta Kerja.

POLITIK | 28 November 2021


TAG POPULER

# Razia Vaksinasi Covid-19


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Ameer Azzikra


# Omicron


# Indonesia Terbuka



TERKINI
Pengemudi Mercy Lawan Arah Demensia, 2 Tahun Tak Mengemudi

Pengemudi Mercy Lawan Arah Demensia, 2 Tahun Tak Mengemudi

MEGAPOLITAN | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings