Logo BeritaSatu

Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, Pakar Hukum: Tergantung Amendemen Konstitusi

Minggu, 9 Mei 2021 | 23:29 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode sangat tergantung amendemen konstitusi. Sekadar diketahui, masa jabatan presiden dan wakil presiden (wapres) selama dua periode, termaktub dalam Pasal 7 UUD 1945 yang berbunyi “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.”

“Merujuk saja ke konstitusi. Kalau konstitusi bilang bisa ya bisa. Kalau belum ya belum. Kalau memang kondisi menghendaki, ya dilakukan amendemen dulu. Enggak boleh ditabrak. Seandainya memang mau dilakukan perubahan masa jabatan presiden yang sekarang dua periode menjadi tiga periode. Sesuai Pasal 7 UUD 1945, masa jabatan memang cuma dua periode,” kata pakar hukum tata negara dari Universitas Sam Ratulangi, Toar Palilingan kepada Beritasatu.com, Minggu (9/5/2021).

Menurut Toar, pembatasan masa jabatan presiden hanya dua periode merupakan amanat Reformasi. Ketentuan tersebut menjadi koreksi terhadap kepemimpinan Presiden kedua Soeharto. Toar menegaskan konstitusi bukan sesuatu yang sakral. Artinya UUD 1945 bisa saja diubah atas dasar kesepakatan oleh anggota MPR.

“Jadi, UUD itu bukan sesuatu yang sakral. Kalau memang ada aspirasi, silakan. Tergantung MPR. Kekuatan politik yang ada sudah merepresentasikan rakyat. Anggota DPR kan juga anggota MPR. Tinggal tambah anggota DPD. Kita masih punya waktu hingga 2024. Kalau memang ada aspirasi dan direspons, asal mampu, ya silakan. Kalau kekuatan mampu melakukan amendemen, silakan,” ucap Toar.

Toar menambahkan apabila melihat peta dukungan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di parlemen, maka cukup signifikan jika hanya sekadar mengubah pasal dalam konstitusi.

“Tetapi apakah kekuatan ini berkeinginan untuk itu (amendemen)? Mengubah konstitusi ini bukan hanya soal masa jabatan tiga periode. Semua punya kepentingan. Kalau ada yang berkepentingan tiga kali masa jabatan, maka yang lain pasti akan dukung, tapi bargaining untuk pasal yang lain. Siap tidak UUD diubah-ubah?,” ungkap Toar.

Kepentingan Rakyat
Toar mengatakan amendemen sepatutnya diorientasikan bagi kepentingan rakyat, bukan menambah kekuasaan. Menurut Toar, usulan masa jabatan presiden tiga periode sama halnya dengan menambah kekuasaan. Demikian juga terkait wacana menghidupkan kembali garis-garis besar haluan negara (GBHN).

Toar menyatakan poin penting yang semestinya diamendemen yakni Pasal 33 UUD 1945. Pasal tersebut tentang ekonomi dan sumber daya alam (SDA). Menurut Toar, ketentuan Pasal 33 sepatutnya lebih dipertegas.

“Diberi pagar menyangkut tambang dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Kalau perlu lebih dipertegas. Misal lewat pembangunan koperasi. Itu amendemen yang diorientasikan untuk kepentingan rakyat. Tapi kalau hanya untuk menambah kekausaan, maka itu kontraproduktif,” kata Toar.

“Ekonomi belum pulih akibat dampak pandemi Covid-19. Rasanya, momentumnya kurang tepat kalau syahwat yang mau digulirkan dalam kaitan dengan mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Kalau hanya itu (masa jabatan presiden) lantas kita mau pertaruhkan konstitusi yang tentunya akan memengaruhi stabilitas nasional. Karena ini pasti ada kepentingan dari kelompok lain yang mungkin berkeinginan mengoreksi beberapa pasal dalam konstitusi,” imbuh Toar.

Toar mengatakan masa jabatan presiden dua periode sudah cukup ideal. Toar berharap para pihak yang mengusulkan perubahan agar bersikap legawa.

“Saya pikir, sudah cukup ideal dua kali lima tahun. Harus legawa lah. Ada perasaan ikhlas. Ini kan yang menginginkan Pak Jokowi bisa tiga kali, sebenarnya bukan Pak Jokowi sendiri, tapi orang yang ada di lingkar beliau. Biasanya begitu. Presiden Jokowi sendiri kan sudah bikin pernyataan tidak. Kita patuh saja dengan konstitusi,” tegas Toar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Klub Spanyol Elche Pecat Pelatih Francisco Rodriguez

Rodriguez sudah menangani Elche sejak November 2021 dan dia sebelumnya berhasil mempertahankan Elche di kompetisi kasta tertinggi Spanyol, La Liga.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 4 Oktober

Infografik kesembuhan terendah Covid-19 di 10 provinsi pada 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik kasus positif dan kematian Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 4 Oktober

Infografik kematian tertinggi Covid-19 tingkat provinsi pada 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data 4 Oktober 2022

Infografik prediksi puncak Covid-19 berdasarkan data 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kemendagri dan ESQ Bekali Pejabat Budaya Kerja Berakhlak

ACT Consulting yang merupakan bagian dari ESQ Leadership Centre yang dibentuk Ary Ginanjar Agustian menggelar pelatihan di Kemendagri.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Kumulatif dan Suspek Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik kasus positif kumulatif dan suspek Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Plt Dirjen Imigrasi Ungkap Biaya Paspor dengan Masa Berlaku 10 Tahun

Masa berlaku paspor biasa kini menjadi 10 tahun. Hal itu berdasarkan Pasal 2A Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 18 tahun 2022.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kematian Covid-19 di Indonesia sampai 4 Oktober 2022

Infografik kematian Covid-19 di Indonesia sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Parade Senja di Kementerian Pertahanan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara parade senja dan penurunan bendera merah putih yang digelar di lapangan Bela Negara, Kemenhan, Jakarta.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Aremania dan Bonek Madiun Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Aremania dan Bonek Madiun Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

BOLA | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings