Megawati Jelaskan Alasan PDIP Harus Turun ke Desa dan Perhatikan Isu Stunting
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Megawati Jelaskan Alasan PDIP Harus Turun ke Desa dan Perhatikan Isu Stunting

Minggu, 30 Mei 2021 | 17:23 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki Bulan Bung Karno 2021 yang akan dimulai pada 1 Juni, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh kader partainya untuk memberi perhatian khusus pada desa. Secara khusus, kader PDIP diharapkan memberi perhatian kepada masalah stunting.

Hal itu disampaikan Megawati saat acara peresmian 25 kantor baru PDIP yang dilaksanakan secara virtual, Minggu (30/5/2021).

"Tema Bulan Bung Karno yang saya tetapkan adalah Bhinneka Tunggal Ika. Gotong royong untuk rakyat, desa maju, Indonesia kuat dan berdaulat. Tolong dijalankan dengan sebaik-baiknya," kata Megawati.

Megawati ingin para anggota partainya masuk ke desa dan menggerakkan warga. Tentu saja, kata Megawati, kader harus turun ke bawah, mendekatkan diri, serta menyelami permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Megawati pun menceritakan kisahnya ketika masih menjadi calon anggota DPR, harus masuk ke wilayah pedesaan di Jawa Tengah. Menginap di sebuah rumah milik lurah setempat, Megawati menceritakan bagaimana dia tidur bersama kutu yang hidup di ranjang dari bambu tempat dirinya tidur.

"Saya saja pernah begitu, kalian harus lebih, lebih, lebih keras lagi berjuang," ujar Megawati.

Satu hal yang dimintakan khusus oleh Megawati untuk diperhatikan adalah isu stunting atau gizi buruk. Bagi Megawati, sangat miris ketika di zaman Indonesia sudah merdeka, masih banyak anak Indonesia yang mengalami stunting.

"Masih banyak anak stunting, apa salahnya kita? Kenapa masih banyak anak anemia karena kurang gizi? Masa ibu-ibu tak tersentuh hatinya?" kata Megawati.

Megawati memberi contoh, bahwa di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ada tanah seluas 500 meter persegi yang berisi warga yang tinggal di bedeng. Kebanyakan bekerja dan tidur di gerobak bersama anak-anaknya.

Presiden RI kelima itu mengaku juga sudah bicara dengan Presiden Jokowi, mengenai para warga yang kebanyakan berasal dari daerah itu. Baginya, ada sesuatu yang terjadi sehingga masih ada saja urbanisasi. Di mana warga dari desa mencari makan di kota besar, namun berujung di tempat seperti bedeng-bedeng itu. Masalah gizi buruk pun semakin berat.

"Saya bicara ke Pak Jokowi, bagaimana sih sebenarnya, kok cari makan di kota-kota besar? Makanya nanti di bulan Bung Karno, kita bangun mulai dari desa. Siap-siap ya pengurus di daerah," kata Megawati.

Lebih jauh, Megawati mengajak semua pihak membayangkan masa depan para anak-anak demikian. Karena jika gizi saja tak terpenuhi, sangat sulit mengharapkan pendidikannya akan terpenuhi.

"Bayangkan bagaimana akan masa depan anaknya. Gizi saja tak memenuhi syarat, belum pendidikannya. Membangun masyarakat itu kan katanya fisiknya. Yakni sandang, pangan, dan papan. Tapi kalau membangun yang utuh itu, adalah kesehatan dan pendidikan. Itu sebenarnya tugas utama kita," urai Megawati.

"Kalau daerah miskin, apa kita mau diam saja? Pikir kenapa terjadi kemiskinan. RRC mengeluarkan statemen kemiskinan di sana sudah 0%. Mereka sampai berani bilang begitu. Sebuah negara yang jumlah penduduknya 1,5 miliar. Kita warganya hanya 270-an juta, masa tak bisa membangun negeri ini? Semangat," tegas Megawati.

Megawati meminta agar kader partainya serius menjalankan penugasan Bulan Bung Karno untuk turun ke desa tersebut. Bahkan dia mengaku akan terus meminta laporan harian dari Sekjen Hasto Kristiyanto mengenai progres kegiatan di seluruh Indonesia.

"Saya sebagai ketua umum, bukan karena covid (Covid-19) kemudian saya tidur saja deh, jadi autopilot saja partai ini. Tidak loh. Saya selalu tiap hari memanggil sekjen. Minggu juga bila perlu saya panggil dia. Untuk terus melihat apa gerak partai kita. Mana yang kurang, diperbaharui. Mana yang jalan, diberi semangat. Sehingga kita wajib terus berimajinasi untuk kemajuan rakyat," tambah Megawati.

Sementara Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sudah menegaskan bahwa di Bulan Bung Karno, partai akan berkonsentrasi dalam konsolidasi menyeluruh. Satu bulan penuh, seluruh kader partai, baik eksekutif, legislatif, maupun yang di struktur, turun ke bawah menyatu dengan seluruh masyarakat desa.

"Maka kita wajib turun ke bawah sebagai jalan vertikal dan komitmen politik PDI Perjuangan untuk menyatukan diri dengan seluruh nafas kehidupan rakyat," kata Hasto.

Dengan begitu, lanjutnya, kader PDIP wajib mendorong perkembangan masyarakat desa sebagai pusat peradaban desa, dan pusat pengembangan budaya nusantara. Megawati, Hasto, dan seluruh kader yang mengikuti acara itu lalu mendengarkan bersama lagu "Desaku Yang Kucinta" karya El Manik.

"Di sinilah selama bulan Bung Karno, kita dorong kesatupaduan kader partai dengan masyarakat desa, bergerak bersama-sama membawa kemajuan di desa," ujar Hasto.

"Politik yang menyatu dengan perikehidupan rakyat inilah politik bumi yang terus diberikan instruksi oleh Ibu Ketua Umum untuk kita jalankan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Hasto juga mengatakan bahwa partai juga memberi perhatian khusus terhadap antisipasi kemungkinan bencana alam.

"Instruksi partai sudah sangat jelas, bagaimana seluruh jajaran partai membangun kesiapsiagaan terhadap bencana. Sehingga setiap tanggal 26 di setiap bulannya, seluruh kader partai di seluruh wilayah Indonesia secara serentak mengadakan upaya sosialisasi mitigasi terhadap bencana," tambah Hasto.

Dalam peresmian kantor partai, Megawati menghadiri acara itu dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu. Sementara Hasto Kristiyanto hadir bersama Ketua DPP Yasonna Laoly yang juga Menkumham serta Ahmad Basarah yang juga wakil ketua MPR. Hadir juga wasekjen DPP PDIP yang juga Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto. Dan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat dan Sukur Nababan.

Seluruh unsur DPP PDIP hadir secara virtual. Yakni Bendahara Umum Olly Dondokambey serta Wakilnya Rudianto Tjen. Juga para Ketua DPP PDIP seperti Prananda Prabowo, Puan Maharani, Eriko Sotarduga, Ribka Tjiptaning, I Made Urip, Bambang Wuryanto, Hamka Haq, Tri Rismaharini, Sri Rahayu, dan Wiryanti Sukamdani. Begitupun dua wasekjen lainnya, Sadarestuwati dan Arif Wibowo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Resmikan 25 Kantor Baru PDIP, Megawati: Kantor Partai Adalah Rumah Rakyat

Saat peresmian kantor, Megawati menandatangani 25 prasasti kantor partai yang sudah disiapkan.

POLITIK | 30 Mei 2021

Megawati Dijadwalkan Resmikan 25 Kantor PDIP

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan sebanyak 25 gedung kantor baru partai.

POLITIK | 30 Mei 2021

Bulan Bung Karno 2021, Djarot Saiful Hidayat Buka Kursus Pancasila

Kalangan nasionalis menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, kursus Pancasila, dan pentas seni budaya,

POLITIK | 30 Mei 2021

Tokoh Nasdem Masuk Bursa Bakal Cagub DKI Jakarta

Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil penelitian yang bertajuk “Dinamika Elektoral dan Evaluasi Publik terhadap Kondisi Sosial Politik di DKI Jakarta"

POLITIK | 29 Mei 2021

TWK Disebut Pelemahan KPK, Ngabalin: Menyesatkan Publik

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin menjawab kritik bahwa pelemahan KPK melalui tes wawasan kebangsaan sebagai upaya penyesatan publik.

POLITIK | 29 Mei 2021

Untuk Pilih Capres, Rakyat Masih Lihat Tokoh Bukan Partai

Rakyat dalam memilih calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) tidak berdasarkan partai pengusung, melainkan melihat sosok ketokohan

POLITIK | 29 Mei 2021

Demokrat Fokus Berkoalisi dengan Rakyat Bukan Pilpres 2024

Herzaky Mahendra Putra mengatakan, saat ini partai berlambang Mercy tersebut sedang fokus berkoalisi dengan rakyat bukan untuk Pilpres 2024

POLITIK | 29 Mei 2021

Pengamat Prediksi Bakal Terbentuk 3 Poros Kekuatan Parpol dalam Pilpres 2024

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Adi Prayitno memprediksi akan ada 3 poros kekuatan parpol dalam pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) 2024

POLITIK | 29 Mei 2021

Perlu Fasilitasi Lansia Agar Tetap Jalankan Kegiatan Ekonomi

Ledakan penduduk lansia sudah di depan mata

NASIONAL | 29 Mei 2021

Anies Disambut Meriah di Acara Rakorwil NasDem DKI

Kedatangan Anies Rasyid Baswedan dapat sambutan hangat dari seluruh pengurus dan peserta Rakorwil, DPW Partai NasDem DKI Jakarta.

NASIONAL | 29 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS