Orasi Ilmiah Megawati: Keberhasilan Strategik Pemimpin Saat Ini Berkorelasi dengan Masa Lalu
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Orasi Ilmiah Megawati: Keberhasilan Strategik Pemimpin Saat Ini Berkorelasi dengan Masa Lalu

Jumat, 11 Juni 2021 | 17:05 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri, menyatakan kepemimpinan strategik tidak hanya diukur dari keberhasilan di masa lalu, tetapi harus berkorelasi dengan masa kini, sekaligus melekat tanggung jawab untuk masa depan.

Hal itu disampaikan Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Jumat (11/6/2021).

“Kepemimpinan strategik tidak hanya diukur dari keberhasilan kepemimpinan di masa lalu, namun juga berkorelasi dengan saat ini, dan melekat dengan tanggung jawab pemimpin bagi masa depan,” kata Megawati.

“(Kepemimpinan strategik) Kesemuanya demi tanggung jawab bagi masa depan anak cucu kita. Di sinilah keberhasilan kepemimpinan strategik harus mampu menghadirkan keberhasilan yang linear di masa lalu, masa kini, dan keberhasilan di masa yang akan datang,” beber Megawati.

Megawati lalu menjelaskan bahwa dalam perspektif kekinian, kepemimpinan strategik setidaknya dihadapkan pada tiga perubahan besar yang mendisrupsi kehidupan manusia.

Pertama adalah perubahan pada tataran kosmik sebagai bauran kemajuan luar biasa ilmu fisika, biologi, matematika, dan kimia. Hal ini memunculkan teknologi baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya seperti rekayasa atomik.

Kedua, revolusi di bidang genetika, yang bisa mengubah keseluruhan landscape tentang kehidupan ke arah yang tidak bisa dibayangkan dampaknya, manakala perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dijauhkan dari nilai kemanusiaan.

Ketiga adalah kemajuan di bidang teknologi realitas virtual. Di mana seseorang dapat menikmati pengembaraan ke seluruh pelosok dunia bahkan ke luar angkasa tanpa meninggalkan rumahnya sama sekali.

Megawati mengatakan ketiga perubahan di atas, hadir dalam realitas dunia yang masih diwarnai berbagai bentuk ketidakadilan akibat praktik “penjajahan gaya baru”, namun tetap pada esensi yang sama. Yakni perang hegemoni, perebutan sumber daya alam, dan perebutan pasar, diikuti daya rusak lingkungan yang semakin besar.

“Hubungan antarnegara dalam perspektif geopolitik, juga menunjukkan pertarungan kepentingan yang sama. Bahkan kini semakin meluas. Atas nama perang hegemoni lingkungan dikorbankan. Perubahan teknologi dalam ketiga aspek tersebut justru memperparah eksploitasi terhadap alam,” bebernya.

“Global warming berdampak pada kenaikan muka air laut. Perubahan iklim secara ekstrem juga menciptakan bencana lingkungan yang sangat dahsyat. Di sinilah kepemimpinan strategik harus memahami aspek geopolitik tersebut, guna memperjuangkan Bumi sebagai rumah bersama seluruh umat manusia,” urainya lagi.

Megawati mengutip sejumlah pakar mengenai teori kepemimpinan strategik. Seperti Stephen Gerras, dan pemikiran Olson dan Simmerson mengenai psikologi kognitif, system thinking, dan game theory. Pendapat ini penting karena Megawati ingin menjelaskan bagaimana kepemimpinan strategik bekerja. Yakni harus memiliki kemampuan memahami sistem berperilaku, memiliki cara pandang multidimensional yang jernih untuk bisa menafsirkan interaksi dalam kerumitan realitas; hingga kemampuan mengkalkulasi dengan cermat dengan setiap langkah dan pergerakan.

“Oleh karena itulah kepemimpinan bukan hanya disebut sebagai suatu ilmu, tetapi juga sebuah seni karena sifatnya yang selalu ada dalam dialektika bersama dengan aktor-aktor lain,” kata Megawati.

Dia juga mengutip pendapat John Adair, Hughes dan Beatty, untuk menjelaskan bagaimana karakteristik kepemimpinan strategik yang dibutuhkan.

Menurut Megawati, kepemimpinan strategik memerlukan sense of direction, berupa keyakinan atas arah tujuan visi yang akan dicapai. Ia juga memerlukan sense of discovery guna menemukan gagasan terobosan, membuka ruang kreatif, ruang daya cipta sebagai esensi peningkatan taraf kebudayaan masyarakat.

Kombinasi antara leadership, sense of direction, dan sense of discovery akan menentukan “jalan perubahan” yang sering kali diikuti langkah terobosan, kata Megawati mengutip Hamel dan Prahalad.

“Jalan perubahan ini adalah proses migrasi dari taraf sebelumnya, bergerak progresif dalam peningkatan kemajuan, dengan meminimalkan dampak, meminimalkan proses trial and error, atau proses berkemajuan yang berwatak progresif, berkelanjutan, namun bersifat sistemik sekaligus transformasional dan kontekstual,” bebernya.

“Kristalisasi perubahan Strategik tersebut pada akhirnya diharapkan dapat menjadi kultur strategik atau strategic culture yang menjadi profil identitas budaya dan karakter Bangsa.”

“Identitas budaya dan karakter bangsa ini adalah Pancasila. Sebab tidak ada bangsa besar yang maju dan kuat tanpa mengakar pada identitas dan budaya bangsanya,” pungkas Megawati.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sejumlah Pejabat Negara Hadiri Acara Pengukuhan Profesor Kehormatan Megawati

Sejumlah tokoh dan pejabat negara hadir dalam acara pengukuhan profesor kehormatan (Guru Besar tidak tetap) kepada Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri.

POLITIK | 11 Juni 2021

Megawati Akan Didampingi Putra-Putrinya Saat Pengukuhan Profesor Kehormatan dari Unhan

Tiga keluarga Megawati itu yakni: Mohammad Rizki Pratama, Mohammad Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

POLITIK | 11 Juni 2021

Yorrys Raweyai: DPD Senantiasa Suarakan Kesejahteraan Papua

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) senantiasa menyuarakan kesejahteraan Papua

POLITIK | 9 Juni 2021

Ketua MPR: Terus Berkarya Mas Ibas

Ketua MPR Bambang Soesatyo berharap agar Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas dapat terus berkarya.

POLITIK | 10 Juni 2021

Ibas Sandang Gelar Doktor, Sultan B Najamudin: Pemimpin Besar di Masa Depan

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin optimistis Ibas akan menjadi pemimpin besar di masa depan.

POLITIK | 10 Juni 2021

Ma'ruf Amin Minta Peta Jalan Reformasi Birokrasi Segera Dievaluasi

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar peta jalan reformasi birokrasi dievaluasi.

POLITIK | 10 Juni 2021

Saat Krisis Multidimensi Pascareformasi, Megawati Bangun Kepercayaan Internasional

Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri dinilai berhasil membangun kepercayaan internasional saat krisis multidimensi pascareformasi.

POLITIK | 10 Juni 2021

Tak Punya Musuh, Airlangga Hartarto Mudah Berpasangan dengan Siapa pun

Airlangga Hartarto dinilai mudah dipasangkan dengan siapa pun pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024.

POLITIK | 10 Juni 2021

Profesor Asal Korea Selatan Sebut Megawati Miliki Karisma Unik

Profesor asal Hankook University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan, Koh Young Hun menyebut Presiden Kelima Megawati memiliki karisma yang unik.

POLITIK | 10 Juni 2021

Hanta Yudha: Belum Ada Tanda-tanda Prananda Prabowo Tertarik Jabatan Publik

Secara subyektif, Hanta Yudha menduga Prananda Prabowo memang lebih banyak disiapkan untuk konteks internal Partai.

POLITIK | 10 Juni 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS