Orasi Ilmiah Megawati: Tanpa Etika, Cloning Dapat Mengancam Kemanusiaan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Orasi Ilmiah Megawati: Tanpa Etika, Cloning Dapat Mengancam Kemanusiaan

Jumat, 11 Juni 2021 | 17:17 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri menyebut teknologi cloning sebagai salah satu perubahan besar yang bisa mendisrupsi kehidupan manusia. Sehingga dibutuhkan kepemimpinan strategik untuk bisa memastikan hal tersebut justru tak menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan.

Cloning atau pengklonaan adalah suatu proses untuk menghasilkan salinan genetik yang identik dari suatu entitas biologi.

Megawati menilai revolusi di bidang genetika bisa mengubah keseluruhan landscape tentang kehidupan ke arah yang tidak bisa dibayangkan dampaknya. Yakni manakala perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dijauhkan dari nilai kemanusiaan.

“Teknologi rekayasa genetik seperti cloning misalnya, di satu sisi dapat menjadi pendorong kemajuan manusia terutama dalam keamanan pangan dan kesehatan. Namun aplikasi teknologi cloning tanpa landasan etika dan moral, akan membawa dampak yang mengancam kemanusiaan itu sendiri,” kata Megawati.

Hal itu disampaikan Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Jumat (11/6/2021).

Dengan kemajuan dalam penguasaan kode genetik, menurutnya, tidak hanya ketidaksempurnaan alam yang akan dikoreksi. Tetapi juga akan lahir inovasi sel dan organisme buatan yang tidak pernah ada sebelumnya di muka bumi.

Dengan rekayasa genetik, dunia pangan sedang menunggu tanaman super yang lebih produktif, tahan penyakit dan lebih kaya nutrisi. Dengan teknologi yang sama, kemampuan organ manusia dapat ditingkatkan. Sehingga usia harapan hidup manusia semakin meningkat dengan kualitas hidup yang diharapkan lebih baik.

“Namun kesemuanya membawa implikasi yang luas, bahkan menyangkut substansi dasar tentang karya penciptaan, jika manusia tidak diingatkan tentang tanggung jawab sosialnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan,” kata Megawati.

Megawati juga menyampaikan disrupsi lainnya adalah perubahan pada tataran kosmik sebagai bauran kemajuan luar biasa ilmu fisika, biologi, matematika, dan kimia yang menjadi “mata air” bagi kemunculan teknologi baru seperti rekayasa atomik.

Dampak Modern Warfare
Dalam bidang militer, Megawati membeberkan manusia masa kini bisa merasakan dampak dari revolution in military affairs (RMA) yang lahir sebagai perpaduan antara command, control, communication, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance (CSISR).

Menurutnya, di satu sisi, semuanya telah memperhebat perkembangan teknologi ruang angkasa dan persenjataan modern dengan tingkat presisi serta kecepatan. Namun di saat sama juga memiliki daya hancur yang semakin menjadi ancaman serius bagi peradaban umat manusia.

Demikian halnya kemajuan dalam teknologi wireless power, nanotechnology, dan kehadiran unmanned aerial vehicle (UAV) atau yang dikenal dengan teknologi drone. Kesemuanya merupakan bagian dari kelanjutan revolusi teknologi informasi, internet of things, artificial intelligence (kecerdasan buatan), komputasi cloud, analisis big data, dan lain-lain.

“Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana kini muncul aktor nonnegara dengan seluruh kekuatan informasi dan data yang begitu kuat, yang bisa mengubah opini dan preferensi secara masif penduduk dunia,” urai Megawati.

Selanjutnya adalah disrupsi akibat kemajuan di bidang teknologi realitas virtual. Di mana seseorang dapat menikmati pengembaraan ke seluruh pelosok dunia bahkan ke luar angkasa tanpa meninggalkan rumahnya sama sekali.

“Teknologi ini pada gilirannya akan memungkinkan seseorang untuk hadir di dua tempat yang berbeda pada saat yang bersamaan. Tentu ini akan membawa dampak sosial yang luar biasa,” kata Megawati.

Bagi Megawati, tantangannya makin besar ketika perubahan demikian hadir dalam realitas dunia yang masih diwarnai berbagai bentuk ketidakadilan akibat praktik penjajahan gaya baru. Dan esensinya masih sama. Yakni perang hegemoni, perebutan sumber daya alam, dan perebutan pasar.

“Di sinilah kepemimpinan strategik harus memahami aspek geopolitik tersebut, guna memperjuangkan Bumi sebagai rumah bersama seluruh umat manusia,” tegas Megawati.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Orasi Ilmiah Megawati: Keberhasilan Strategik Pemimpin Saat Ini Berkorelasi dengan Masa Lalu

Megawati menyatakan kepemimpinan strategik tidak hanya diukur dari keberhasilan di masa lalu, tetapi harus berkorelasi dengan masa kini dan masa depan.

POLITIK | 11 Juni 2021

Sejumlah Pejabat Negara Hadiri Acara Pengukuhan Profesor Kehormatan Megawati

Sejumlah tokoh dan pejabat negara hadir dalam acara pengukuhan profesor kehormatan (Guru Besar tidak tetap) kepada Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri.

POLITIK | 11 Juni 2021

Megawati Akan Didampingi Putra-Putrinya Saat Pengukuhan Profesor Kehormatan dari Unhan

Tiga keluarga Megawati itu yakni: Mohammad Rizki Pratama, Mohammad Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

POLITIK | 11 Juni 2021

Yorrys Raweyai: DPD Senantiasa Suarakan Kesejahteraan Papua

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) senantiasa menyuarakan kesejahteraan Papua

POLITIK | 9 Juni 2021

Ketua MPR: Terus Berkarya Mas Ibas

Ketua MPR Bambang Soesatyo berharap agar Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas dapat terus berkarya.

POLITIK | 10 Juni 2021

Ibas Sandang Gelar Doktor, Sultan B Najamudin: Pemimpin Besar di Masa Depan

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin optimistis Ibas akan menjadi pemimpin besar di masa depan.

POLITIK | 10 Juni 2021

Ma'ruf Amin Minta Peta Jalan Reformasi Birokrasi Segera Dievaluasi

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar peta jalan reformasi birokrasi dievaluasi.

POLITIK | 10 Juni 2021

Saat Krisis Multidimensi Pascareformasi, Megawati Bangun Kepercayaan Internasional

Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri dinilai berhasil membangun kepercayaan internasional saat krisis multidimensi pascareformasi.

POLITIK | 10 Juni 2021

Tak Punya Musuh, Airlangga Hartarto Mudah Berpasangan dengan Siapa pun

Airlangga Hartarto dinilai mudah dipasangkan dengan siapa pun pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024.

POLITIK | 10 Juni 2021

Profesor Asal Korea Selatan Sebut Megawati Miliki Karisma Unik

Profesor asal Hankook University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan, Koh Young Hun menyebut Presiden Kelima Megawati memiliki karisma yang unik.

POLITIK | 10 Juni 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS