Alasan Bersedia Jadi Menhan, Prabowo Yakin Jokowi Bekerja untuk Merah Putih
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Alasan Bersedia Jadi Menhan, Prabowo Yakin Jokowi Bekerja untuk Merah Putih

Minggu, 13 Juni 2021 | 18:43 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) bekerja untuk Merah Putih. Karena itu, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto bersedia menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).

“Saya yakin Pak Jokowi bekerja untuk Merah Putih. Itu yang saya bilang ke beliau. Dua kali kan dia menang sama saya. Saya bilang sama beliau, 'saya yakin di dalam hatimu, Merah Putih, Pancasila, karena itu saya mendukung Bapak',” kata Prabowo dalam siniar atau podcast Deddy Corbuzier seperti dilihat Beritasatu.com, Minggu (13/6/2021).

Deddy Corbuzier memang menanyakan alasan Prabowo bersedia menerima jabatan Menhan.

Kok Bapak mau? Kan Bapak waktu itu bersaing dalam pemilihan presiden dengan Pak Jokowi, terus tiba-tiba, Bapak diangkat jadi Menhan, banyak orang kecewa, banyak orang kesal, dan kok Bapak mau?,” tanya Deddy Corbuzier.

Prabowo membenarkan banyak orang bertanya demikian. Prabowo menganalogikan mengenai rival dalam sebuah kompetisi.

“Saya juga enggak mengerti kok orang banyak yang bertanya seperti itu. Begini. Rival dalam suatu kompetisi. Apakah rival dalam kompetisi itu harus jadi lawan? Coba kita ingat waktu kita di sekolah. Adu lari. Ada yang menang ada yang kalah. Oke lu dapat piala. Apa kita gebuk-gebukan? Ya itu adalah menurut saya IQ yang sangat rendah, benar enggak?,” ujar Prabowo.

Prabowo menyatakan Jokowi ingin menjadi presiden semata-mata demi mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Karena itu, menurut Prabowo, tidak tepat jika hal tersebut dilawan olehnya.

“Beliau ingin jadi presiden, gue ingin jadi presiden. Dia mau jadi presiden untuk apa? Kan untuk mengabdi. Untuk indonesia. Saya juga begitu. Saya juga mau berbakti untuk Indonesia. Kalau sama-sama mau mengabdi untuk Indonesia, kok harus melawan? Lebih baik dua-duanya kerja sama untuk mengabdi, untuk Merah Putih,” kata Prabowo.

Pada kesempatan itu, Prabowo membagi kisah sejarah antara lain di Jepang dan Amerika Serikat (AS). Dikatakan, ada dua panglima yang hebat di Jepang, yakni Hideyoshi Toyotomi dan Tokugawa Ieyasu. Keduanya memiliki kekuatan pasukan yang setara dan hampir terjadi perang. Namun, kata Prabowo, Hideyoshi dan Tokugawa berunding, bahkan saling memuji kehebatan tentara masing-masing.

Prabowo menambahkan Hideyoshi berkata kepada Tokugawa jika pecah perang, maka dipastikan ada korban dari kedua belah pihak. Para orang tua di Jepang kala itu akan bersedih, karena gugurnya anak-anak mereka.

“'Saya tahu Anda cinta Jepang, saya juga begitu. Kita mau mempersatukan Jepang dan kita mau bikin Jepang kuat. Untuk apa kita perang? Apakah kita enggak lebih baik bersatu?',” ucap Prabowo menyampaikan pernyataan Hideyoshi.

Prabowo juga mengatakan Abraham Lincoln pernah mengajak rival politiknya, William Henry Seward menjadi Menteri Luar Negeri AS. Menurut Prabowo, Seward merasa bingung menyikapi hal itu. Sebab, tahu bahwa Abraham tidak menyukainya, begitu juga sebaliknya.

“Abraham Lincoln jawabnya apa? 'You love the United States of America and I love the United States of America. So, why don't we work together for United States'. 'Kita berdua mengabdi untuk Amerika Serikat',” tutur Prabowo menirukan jawaban Abraham Lincoln.

“Muka Kudeta”
Prabowo mengatakan banyak pendukungnya saat Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2019 yang kecewa atas keputusan menerima jabatan Menhan. Prabowo menyebut lingkaran Jokowi juga kemungkinan tidak menyetujui keputusan tersebut. Seraya berkelakar, Prabowo berasumsi pendukung Jokowi khawatir nanti terjadi kudeta.

“Kalau kecewa pasti ada dong, manusiawi. Tapi kan kita istilahnya kita komitmennya untuk mengabdi, untuk Merah Putih. Di situ saya juga lihat, Pak Jokowi di lingkungannya banyak yang enggak setuju angkat saya jadi Menteri Pertahanan. 'Bahaya, nanti dia kudeta lagi'. Muka gue, muka kudeta kali ya?,” kata Prabowo seraya tertawa.

Prabowo sudah memberikan penjelasan kepada para pengikutnya.

“Ya kita harus berani untuk menjelaskan, saya jelaskan ke pengikut-pengikut saya. Sudahlah. Saya cerita kepada mereka, di partai saya. Saya kumpulin, karena yang banyak keras itu dari partai saya. Saya ceritakan Hideyoshi, Abraham Lincoln,” demikian Prabowo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sosiolog: Jangan Alergi dengan Politik, Milenial Jangan Takut Bicara Parpol

Aquinaldo Wirabuanaputera Kaligis mengingatkan para anak muda Indonesia agar tak alergi berbicara politik

POLITIK | 13 Juni 2021

Ditanya Deddy Corbuzier Soal Capres 2024, Ini Jawaban Prabowo Subianto

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersedia menjadi calon presiden (capres) pada 2024.

POLITIK | 13 Juni 2021

Survei SMRC: PDIP Hingga PKS Masuk Klaster Aman Parliamentary Threshold

SMRC menemukan PDI Perjuangan (PDIP) menjadi partai politik yang konsisten meraih elektabilitas tertinggi, bahkan dua tahun sejak Pemilu 2019.

POLITIK | 13 Juni 2021

Survei SMRC: Ganjar Paling Berpeluang di 2024, dengan atau Tanpa PDIP

Secara keseluruhan, Ganjar berpotensi menjadi pemenang, dengan atau tanpa dukungan PDI Perjuangan (PDIP), partai politiknya.

POLITIK | 13 Juni 2021

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Masih Teratas Walau Cenderung Stagnan

Berdasarkan survei SMRC Prabowo Subianto akan memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) jika dilaksanakan pada saat ini. Namun elektabilitasnya stagnan.

POLITIK | 13 Juni 2021

Ini Pandangan Gerindra tentang Rencana PPN Sembako

Pemerintah diminta berpikir ulang untuk mengenakan pajak terhadap barang-barang kebutuhan pokok rakyat.

POLITIK | 13 Juni 2021

Fahri Hamzah Minta Komnas HAM Hentikan Kasus TWK

Mantan pimpinan DPR Fahri Hamzah meminta Komnas HAM menghentikan kasus tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK

POLITIK | 12 Juni 2021

Presidential Threshold Buat Ruang Gerak Politik Tak Leluasa

Ambang batas pencalonan presiden sebesar 20% dinilai membuat ruang gerak politik menjadi terkunci dan tidak leluasa.

POLITIK | 12 Juni 2021

Siapa Capres yang Akan Didukung Partai Gelora, Ini Jawaban Fahri Hamzah

Wakil Ketua Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah ditanya perihal calon presiden (capres) yang akan diusung partainya pada Pilpres 2024.

POLITIK | 12 Juni 2021

Pilpres 2024 Bakal Ada Tiga Poros, Menakar Kemungkinan Pasangan Prabowo-Puan

Pangi Syarwi Chaniago memprediksi bakal ada tiga poros pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024.

POLITIK | 12 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS