Logo BeritaSatu

Ahmad Basarah: Pancasila Mempersatukan Keragaman Indonesia

Selasa, 15 Juni 2021 | 18:40 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Ahmad Basarah menegaskan Pancasila terbukti telah mempersatukan keragaman Indonesia. Dikatakan, bangsa Indonesia yang berpenduduk hampir 270 juta jiwa, ditakdirkan hidup dalam keragaman. Terdapat sekitar 1.340 suku, 718 bahasa, 17.504 pulau, serta enam agama dan aliran kepercayaan.

“Sehingga kemudian para pendiri bangsa mewariskan ideologi Pancasila yang dapat mempersatukan keragaman bangsa Indonesia tersebut,” kata Basarah saat membuka webinar Pra-Kongres IV PA GMNI, Selasa (15/6/2021).

Webinar itu bertema “Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional: Strategi, Kebijakan dan Pembangunan yang Sesuai dengan Karakter Bangsa”. Basarah mengatakan Presiden Pertama Soekarno dalam pidatonya saat peresmian Lemhanas pada 20 Mei 1965 menyatakan Pancasila merupakan hasil dari pengetahuan geopolitik.

Basarah menuturkan Pancasila digali dari bumi Indonesia dan menjadi kekuatan bangsa Indonesia menjadi meja statis sekaligus bintang penuntun bangsa. Pancasila yang memuat karakter khusus Indonesia itu, menurut Basarah, membuat bangsa Indonesia bisa bertahan hingga saat ini. Berbeda dengan gaya Tiongkok maupun Amerika Serikat (AS) dalam mempertahankan negerinya.

“Pertahanan dan keamanan nasional hanyalah benar-benar kuat jika berdiri di atas karakteristik dari bangsa sendiri, Tanah Air sendiri, dan pengetahuan mengenai bangsa sendiri, sehingga penyelenggaraan pertahanan dan keamanan juga harus berlandaskan pada Pancasila dengan intisari gotong royongnya,” ujar wakil ketua MPR tersebut.

Basarah mengatakan dalam Pasal 30 UUD 1945, pertahanan dan keamanan dikenal sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). Artinya gotong royong antara TNI, Polri, dan kekuatan rakyat, menjadi kata kunci sistem pertahanan dan keamanan Indonesia.

“Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam pertahanan dan keamanan NKRI. Demi menjaga Pancasila, dibutuhkan persatuan antara kekuatan Islam, TNI, dan Polri,” kata Basarah.

Menurut Basarah, jika antara golongan nasionalis, Islam, dan TNI bersatu dan solid, maka segala tantangan dan ancaman bagi pertahanan dan keamanan nasional akan dapat dihadapi dan diatasi dengan baik.

Akan tetapi, jika keempat unsur strategis kekuatan bangsa tersebut diadu domba dan dipecah belah, maka benteng pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia akan hancur. Ujungnya adalah perpecahan NKRI.

Basarah menyatakan ada upaya pecah belah sebagaimana terjadi pada zaman penjajahan, terulang melalui kemajuan teknologi, khususnya dalam media sosial.

“Ada upaya mempertentangkan golongan Islam dan nasionalis, berusaha mempertentangkan negara Pancasila dengan negara khilafah, bahkan juga mempertentangkan antara TNI Polri. Karena itu, mari kita kembali ke ungkapan Bung Karno, 'Jas Merah', jangan sekali-kali melupakan sejarah. Hanya dengan persatuan nasional yang selamatkan bangsa ini,” ucap ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bharada E Dkk Kembali Ditahan di Rutan Bareskrim Polri

Bharada E dua tersangka lainnya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir  Brigadir J kembali ditahan di rutan Bareskrim Polri.

NEWS | 5 Oktober 2022

Bus Masuk Jurang Angkut Tamu Pernikahan di India, 25 Tewas

Sedikitnya 25 orang tewas setelah sebuah bus masuk jurang dalam yang membawa tamu pernikahan di India.

NEWS | 5 Oktober 2022

Ada Eks DPR, KPK Periksa 16 Saksi di Kasus Garuda Indonesia

KPK total telah memeriksa 16 saksi dalam mengusut kasus dugaan suap pengadaan armada pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia

NEWS | 5 Oktober 2022

Hillary Lasut Pastikan Tidak Akan Cabut Laporan terhadap Komika Mamat Alkatiri

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Nasdem Brigitta Hillary Lasut memastikan tidak akan mencabut laporan polisi terhadap komika Mamat Alkatiri.

NEWS | 5 Oktober 2022

40 Korban Binomo Akan Hadiri Sidang Tuntutan Indra Kenz

Terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz akan menjalani sidang tuntutan kasus Binomo hari ini, Rabu (5/10/2022), di Pengadilan Negeri Kota Tangerang

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi Pastikan Pemerintah Tanggung Seluruh Biaya Korban Tragedi Kanjuruhan

Presiden Jokowi memastikan pemerintah menanggung biaya perawatan korban luka tragedi Kanjuruhan pascakerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 5 Oktober 2022

Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Epidemiolog: Jangan Terlena

Epidemiolog Prof dr Asri C Adisasmita mengingatkan masyarakat agar jangan terlena dengan situasi di mana pandemi Covid-19 segera berakhir.  

NEWS | 5 Oktober 2022

Pelanggaran HAM Diduga Telah Terjadi di Tragedi Kanjuruhan

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pos Malang menilai telah terjadi pelanggaran hukum dan hak asasi manusia (HAM) dalam tragedi Kanjuruhan

NEWS | 5 Oktober 2022

Jelang Sidang Indra Kenz, Korban: Kami Menuntut Ganti Rugi

Menjelang sidang pembacaan tuntutan terhadap Indra Kenz di PN Kota Tangerang sore ini, perwakilan korban menuntut adanya ganti rugi  

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi Akan Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan dan Tinjau Stadion

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di RSUD dr Saiful Anwar Kota Malang.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ada Eks DPR, KPK Periksa 16 Saksi di Kasus Garuda Indonesia

Ada Eks DPR, KPK Periksa 16 Saksi di Kasus Garuda Indonesia

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings