Pemberitaan Soal Muslim Uighur di Indonesia Dinilai Banyak Propaganda
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemberitaan Soal Muslim Uighur di Indonesia Dinilai Banyak Propaganda

Minggu, 4 Juli 2021 | 20:58 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Sekertaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Luar Negeri, Imam Pituduh menilai pemberitaan tentang muslim Uighur di Indonesia lebih banyak berisi propaganda ketimbang fakta. Hal ini disampaikan Imam dalam seminar nasional bertema “Kekerasan Muslim Uighur, Fakta atau Propaganda” yang digelar Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC) secara daring, Minggu (4/7/2021).

Imam telah beberapa kali mengunjungi wilayah Uighur. Selama berkunjung ke Tiongkok, Imam melihat banyak makam tokoh Islam yang sangat terawat dan masjid berusia ratusan tahun terjaga baik.

“Apa yang ada di muslim Uighur tidak serta merta dianggap penindasan, saya berkunjung ke pedesaan dan kehidupan mereka sangat makmur, dan saya juga berinteraksi secara bebas di sana, termasuk melaksanakan salat Jumat,” kata Imam.

Hal senada dikatakan kandidat doctor hubungan internasional Ahmad Syaefuddin Zuhri. Dikatakan, berita propaganda kekerasan muslim Uighur lebih banyak diproduksi oleh media-media barat.

“Ini kelanjutan dari perang dagang Amerika dan China,” ungkap Zuhri.

Pengamat politik internasional, Novi Basuki mengatakan kondisi Tiongkok saat ini sangat berbeda dengan Tiongkok era Mao Zedong yang mana dalam banyak dokumen bermusuhan dengan agama. Dikatakan, Tiongkok saat ini memiliki konstitusi bahwa warga negara berhak memeluk agama apa pun, termasuk menjamin kebebasan untuk tidak beragama.

“Ini bahkan lebih progresif daripada Indonesia,” ungkap Novi.

Novi menilai pemberitaan tentang kekerasan muslim Uighur terlalu dibesar-besarkan kelompok ekstrem kanan. Di sisi lain, kabar yang menyebut tidak ada persoalan di Uighur juga pernyataan yang dibesar-besarkan oleh kelompok ekstrem kiri.

Menurut Novi, persoalan yang dihadapi oleh muslim Uighur saat ini adalah separatisme, terorisme dan nasionalime. Dikatakan, terdapat tiga model yang dilakukan Tiongkok untuk menanggulangi persoalan Uighur, yakni secara militeristik, kesejahteraan sosial, dan akomodatif. Cara pertama dan kedua dinilai gagal, dan yang dianggap berhasil adalah cara yang ketiga atau akomodatif.

Novi menemukan fakta dalam sejarah panjang pemerintah komunis Tiongkok, baru kali ini memberikan hari libur untuk hari besar Islam seperti Idulfitri yang sebelumnya tidak pernah terjadi untuk agama apa pun.

“Jadi situasi dan kondisi di Tiongkok saat ini sudah sangat berubah,” ungkap Novi.

Sementara itu, wartawan senior yang bertugas di Tiongkok, Irfan Ilmie mengatakan pandangan masyarakat Indonesia terhadap kondisi Tiongkok tergantung dari konstruksi awalnya. Jika konstruksi awal sudah negatif, maka akan melihat Tiongkok dari sisi negatifnya.

Sebaliknya, jika melihat Tiongkok lebih netral atau konstruktif, maka akan berbeda hasilnya. Persoalannya saat ini, kata Irfan, Negeri Tiari Bambu dikenal sebagai negara komunis dan komunis disebut sebagai anti-agama.

“Inilah yang terjadi, makanya jika ada berita kekerasan muslim Uighur, konstruksi negatif ini langsung menerimanya,” ungkap Irfan.

Salah seorang peserta seminar, Munir mengatakan kabar kekerasan muslim Uighur telah mendorong dirinya dan kelompoknya berniat melakukan aksi teror terhadap kepentingan Tiongkok di Indonesia. Munir merupakan eks teroris yang pernah membantu muslim Uighur masuk ke Indonesia sebagai foreign terrorist fighter.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Diapresiasi, Gaya Komunikasi Politik Airlangga Hartarto

Gaya komunikasi politik Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menuai apresiasi.

POLITIK | 26 September 2021

Presiden Jokowi Ajak Karang Taruna Perangi Ideologi Radikal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kader Karang Taruna memerangi ideologi radikal.

POLITIK | 26 September 2021

Puan Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat

Ketua DPR Puan Maharani meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk 1.000 warga Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

POLITIK | 26 September 2021

Gibran Rakabuming Raka: Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya seluruh pihak menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

POLITIK | 26 September 2021

Kader Karang Taruna Diharapkan Bantu Pemerintah Urai Persoalan Sosial

Didik Mukrianto berharap kader-kader Karang Taruna membantu pemerintah mengurai persoalan sosial.

POLITIK | 26 September 2021

Senator Habib Ali Alwi: Wagub Banten Dukung Penguatan Kewenangan DPD

Senator dari Banten Habib Ali Alwi bin Thohir Al Husainy menginginkan agar kewenangan DPD dapat setara dengan DPR.

POLITIK | 26 September 2021

Peneliti Anggap Kasus Azis Tak Pengaruhi Popularitas Golkar

Peneliti dari MeanPoll Indonesia Research Imran Mahmud menilai dugaan kasus suap yang menjerat Azis Syamsuddin tidak akan memengaruhi popularitas Golkar.

POLITIK | 26 September 2021

Menteri Bahlil Sebut Duet Airlangga-Luhut Positif untuk Indonesia

Bahlil Lahadia memuji duet Airlangga-Luhut dalam penanganan pandemi Covid-19.

POLITIK | 26 September 2021


Tren Kepuasan terhadap Kinerja Presiden Menurun

Kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) cenderung menurun.

POLITIK | 26 September 2021


TAG POPULER

# Update Covid-19


# Literasi Perdamaian


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Lionel Messi


# Kiwirok



TERKINI
Liga Italia: Cetak Gol untuk Lazio, Pedro Balas Dendam ke Roma

Liga Italia: Cetak Gol untuk Lazio, Pedro Balas Dendam ke Roma

BOLA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings