Kritikan Ibas Dinilai Wajar dan Rasional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kritikan Ibas Dinilai Wajar dan Rasional

Jumat, 9 Juli 2021 | 17:45 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Kritik yang dilontarkan Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR Edhie Baskoro Yudhoyono terkait penanganan Covid-19 dinilai wajar dan rasional. Namun, pernyataan pria yang disapa Ibas tersebut justru ditanggapi berlebihan oleh partai politik (parpol) koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Padahal apa yang dilakukan Ibas itu adalah hal yang wajar dan sangat rasional. Ibas mengingatkan Indonesia berpotensi menjadi negara gagal apabila penanganan Covid-19 tidak dioptimalkan. Karena memang faktanya, pemerintah sangat kewalahan dalam konteks menangani pandemi,” kata pengamat politik Ujang Komarudin kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) tersebut mengatakan ketersinggungan berlebih dari partai-partai koalisi pemerintah, tidak terlepas dari persoalan elektoral. Saat ada kritikan dari partai di luar pemerintah, menurut Ujang, elektabilitas partai koalisi berpotensi menurun. Sebaliknya, kata Ujang, suara Demokrat justru mengalami peningkatan.

“Saat ada kritikan dari partai oposisi seperti Demokrat, maka itu akan diserang balik. Kenapa? Kritikan dari oposisi akan membawa dampak negatif bagi partai koalisi. Di lain pihak, menguntungkan bagi Partai Demokrat,” kata Ujang.

Ujang menilai Ibas tidak semata-mata menyampaikan kritik, melainkan ada solusi yang dikemukakan.

“Kritik yang disampaikan Ibas sangat sederhana dan sasngat wajar. Namun, tidak diterima oleh partai koalisi karena ya itu tadi, akan memiliki dampak elektoral. Partai oposisi dan koalisi itu bagai bejana berbeda. Kalau yang satu akan naik elektabilitasnya, maka yang lain akan turun,” kata Ujang.

Ujang menambahkan partai koalisi sangat mengkhawatirkan perolehan suara menurun pada Pemilu 2024. Dikatakan, partai koalisi sejatinya memahami negara ini sedang tidak baik-baik saja. Menurut Ujang, rakyat akan secara jernih melihat dinamika politik yang terjadi.

“Kalau rakyat sekarang melihatnya sangat jernih saja. Objektif saja. Masyarakat sedang sulit, sedang susah. Siapa yang bela kepentingan rakyat, pasti akan didukung. Kebetulan hari ini partai-partai oposisi seperti Partai Demokrat maupun PKS bisa memperjuangkan harapan itu. Tidak aneh dalam survei-survei suara partai oposisi naik,” demikian Ujang.

Seperti diberitakan, Ibas tidak menginginkan Indonesia disebut menjadi negara gagal. Ibas menyoroti meningkatnya kasus positif Covid-19, termasuk angka kematian yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

“Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita, dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar, bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya,” kata Ibas.

Ibas menuturkan kelangkaan tabung oksigen yang terjadi juga menunjukkan lemahnya antisipasi dari pemerintah.

“Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain tapi, saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat,” ucap Ibas yang juga Wakil Ketua umum PD.

Ibas pun mendorong pemerintah segera menyediakan vaksin yang lebih efektif. Menurut Ibas, vaksinasi Covid-19 perlu dipercepat.

“Banyak yang sudah divaksin tetap terpapar varian baru virus ini. Jika vaksin yang sebelumnya digunakan dianggap kurang bagus, pemerintah tak perlu ragu menghadirkan vaksin yang cespleng demi melindungi rakyat. Lakukan prioritas percepatan vaksinasi di kota dan di desa atau daerah ekstrem, sehingga kita bisa hidup normal lagi seperti negara lain, seperti beberapa negara di Eropa, misalnya,” kata Ibas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pemilu 2024, KPU Usulkan Durasi Kampanye 7 Bulan

KPU mengusulkan agar durasi kampanye Pemilu 2024 selama 7 bulan. Hal ini bertujuan agar mengantispasi keterlambatan pengiriman logistik ke TPS.

POLITIK | 16 September 2021

Moeldoko: Pesantren Berperan Tangkal Radikalisme

Moeldoko mengatakan bahwa pesantren memiliki peran besar yang dibutuhkan bangsa untuk menangkal persebaran radikalisme ke masyarakat.

POLITIK | 16 September 2021

Krisdayanti: Dana Reses Bukan Pendapatan Pribadi DPR, Tapi Dikembalikan ke Rakyat

Anggota DPR RI Krisdayanti menegaskan bahwa dana reses bukanlah merupakan bagian dari pendapatan pribadi anggota DPR RI.

NASIONAL | 15 September 2021

Ahmad Sahroni Apresiasi Inovasi Polri Cegah Kebakaran Hutan

Ahmad Sahroni mengapresiasi inovasi Polri dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

POLITIK | 15 September 2021

Hinca Pandjaitan Ajak Publik Soroti Bukti dan Saksi Kubu Moeldoko di PTUN

Hinca Pandjaitan mengajak publik menyoroti bukti dan saksi kubu Moeldoko di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

POLITIK | 15 September 2021


Jokpro Optimistis Jokowi Maju Lagi di Pilpres 2024 Lewat Amandemen UUD1945

Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 tetap optimistis Joko Widodo (Jokowi) akan maju kembali dalam pemilihan presiden melalui amendemen UUD 1945.

POLITIK | 15 September 2021

Ini Alasan Jokpro Dukung Jokowi 3 Periode

Pertimbangan utama, untuk menghindari potensi polarisasi ekstrem antara kelompok nasionalis dengan kelompok/oknum yang mengatasnamakan keyakinan tertentu.

POLITIK | 15 September 2021

Ketua MPR Wacana Presiden 3 Periode Sulit Terealisasi

Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai wacana perpanjangan periodisasi jabatan presiden menjadi tiga periode prematur, dan sulit terealisasi.

POLITIK | 15 September 2021

DPR: PTM di Perguruan Tinggi Cegah Kehilangan Semangat Belajar Mahasiswa

Abdul Fikri Faqih menilai PTM terbatas di perguruan tinggi mampu mencegah kehilangan semangat belajar mahasiswa

POLITIK | 14 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Cristiano Ronaldo


# Kebakaran Lapas Tangerang


# Anies Baswedan


# Rimbun Air



TERKINI
Pemilu 2024, KPU Usulkan Durasi Kampanye 7 Bulan

Pemilu 2024, KPU Usulkan Durasi Kampanye 7 Bulan

POLITIK | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings