Seperti Sepakbola, Politik Semestinya Junjung Sportivitas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Seperti Sepakbola, Politik Semestinya Junjung Sportivitas

Sabtu, 10 Juli 2021 | 21:52 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Wasekjen DPP Partai Golkar, Sebastian Salang menilai, sepakbola dan politik memiliki banyak kesamaan. Meski berbeda bidang, keduanya merupakan seni untuk menggoreng bola, 'menipu' lawan, dan mendobrak pertahanan lawan untuk mencetak gol.

"Gol-gol itulah tujuan dari pertandingan itu sendiri," kata Sebastian Salang dalam diskusi daring 'Euro 2020/Copa America 2021, Politik dan Demokrasi di Tengah Pandemi' yang digelar Komite Pemilih Indonesia (TePI), Sabtu (10/7/2021).

Dalam sepak bola, terdapat aturan main yang wajib ditaati oleh setiap pemain dan tim yang berlaga agar permainan menjadi indah dan diterima seluruh pihak. Meski setiap pemain dan tim memiliki hak untuk memprotes, wasit menjadi penentu keputusan jalannya sebuah pertandingan. Dikatakan, seperti halnya sepak bola, dunia politik juga wajib menjunjung sportivitas.

"Ketika sudah diputuskan oleh wasit bahwa ini yang harus dilakukan. Apakah seseorang harus kena kartu merah, kartu kuning bahkan harus tendangan penalti ketika keputusan sudah dibuat maka semua pemain wajib menerima karena itu keputusan final. Itulah sportivitas dalam pertandingan dan gambaran seperti ini gambaran yang kurang lebih sama dalam politik," katanya.

Dalam dunia politik, katanya, setiap pemain dan tim mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi. Agar pertarungan politik berjalan adil, katanya, perlu adanya aturan main yang wajib ditaati.

"Baik sepak bola dan politik kurang lebih sama," katanya.

Dalam kompetisi sepak bola di kampung-kampung tidak jarang sampai babak final karena diwarnai keributan. Hal ini disebabkan ketidakdewasaan pemain maupun pendukung yang tidak menerima keputusan wasit, tidak menerima kekalahan atau tidak menerima cara bermain lawan.

Menurutnya, kematangan seorang pemain sepakbola ditempa dengan proses dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Demikian pula halnya dengan dunia politik. Sebastian menyatakan, tidak ada demokrasi yang tiba-tiba menjadi matang dan dewasa tanpa suatu proses.

"Demokrasi yang semakin matang itu yang melalui proses. Tidak ada demokrasi yang tiba-tiba menjadi matang dan dewasa dan menerima semua proses," katanya.

Untuk itu, Sebastian menilai sepak bola dan menjadi inspirasi dunia politik. Sebastian berharap para politikus Indonesia dapat semakin matang untuk menerima setiap proses demokrasi.

"Kalah menang suatu hal yang biasa dan pada akhir pertandingan berpelukan. Persahabatan dan persaudaraan dijunjung tinggi. Itu pesan penting dari sepak bola dan harusnya di politik juga begitu. Politik yang ugal-ugalan dan kaos itu gambaran proses politik menuju kematangan sedang terjadi. Saya kira kita di Indonesia sedang menuju ke sana. Ini proses yang tentu saja memakan waktu yang relatif panjang," kata Sebastian Salang yang merupakan mantan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Romo Benny: Pancasila Belum Terinternalisasi dalam Nilai Kehidupan

Antonius Benny Susetyo atau disapa Romo Benny menyatakan Pancasila belum terinternalisasi dalam nilai kehidupan.

POLITIK | 20 September 2021

Gus Jazil: Pancasila Merupakan Azimat yang Ditemukan Pendiri Bangsa

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid atau disapa Gus Jazil menyebut Pancasila merupakan azimat yang ditemukan para pendiri bangsa.

POLITIK | 20 September 2021

Teras Narang: Jangan Berhenti Membumikan Pancasila

Anggota MPR Agustin Teras Narang menegaskan upaya membumikan Pancasila tidak boleh berhenti.

POLITIK | 20 September 2021

Kode Inisiatif Usulkan 3 Tahapan Pemilu 2024 Diperpendek

Kode Inisiatif mengusulkan tiga tahapan Pemilu 2024 diperpendek untuk efektivitas dan efisiensi Pemilu.

POLITIK | 20 September 2021

Pemerintah RI Bantu US$ 200.000 untuk Penanganan Covid-19 di Myanmar

Pemerintah Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar U$ 200.000 kepada Myanmar untuk penanggulangan Covid-19.

NASIONAL | 20 September 2021

Bamsoet Kutuk Tindakan Biadab KKB terhadap Nakes di Papua

Ketua MPR Bambang Soesatyo atau yang disapa Bamsoet mengutuk keras serangan KKB terhadap nakes di Distrik Kiwirok, Papua.

POLITIK | 19 September 2021

KKB Serang Nakes di Papua, Politikus PKS: Bentuk Penghinaan terhadap Kemanusiaan

Politikus PKS Netty Prasetiyani Aher menyebut aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Papua.

POLITIK | 19 September 2021

Haji Lulung: Waspada Propaganda yang Benturkan Agama dan Pancasila

Haji Lulung mengingatkan masyarakat mewaspadai propaganda yang membentukan agama dan Pancasila.

POLITIK | 19 September 2021

Jalan Pagi dengan Jan Ethes, Jokowi: Rasanya Baru Kemarin Saya Timang-timang

Jokowi membagikan video momen jalan pagi dan bersepeda dengan sang cucu Jan Ethes Srinarendra di Istana Yogyakarta.

POLITIK | 19 September 2021

Partai Demokrat Dorong Jokowi Terbitkan Perppu Hilangkan Presidential Threshold

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendorong Presiden Jokowi menerbitkan perppu untuk menghilangkan presidential threshold.

POLITIK | 19 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Persib Siap Turunkan Duet Castillion-Luiz Lawan Borneo FC

Persib Siap Turunkan Duet Castillion-Luiz Lawan Borneo FC

BOLA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings