Kesamaan Sepakbola dan Politik Indonesia, Individualistis dan Tak Mampu Kerja Sama
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kesamaan Sepakbola dan Politik Indonesia, Individualistis dan Tak Mampu Kerja Sama

Sabtu, 10 Juli 2021 | 22:51 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai, dunia sepakbola dan politik di Indonesia memiliki kesamaan. Setidaknya, kata Ray, terdapat empat kelemahan yang membuat sepakbola Indonesia tidak dapat banyak berbicara di kancah internasional. Empat kelemahan itu pula yang menjangkiti para politikus Indonesia.
Ray menyebut, para pemain sepak bola Indonesia dikenal individualistis. Hal ini disebabkan adanya stigma pemain hebat merupakan pemain yang mampu menngolah si kulit bundar dan melewati dua tiga pemain lawan.

"Seperti punya latah kalau lagi terima bola, dia gocek dulu lewati dua atau tiga orang ya untuk memperlihatkan betapa skill-nya, kemampuan individunya tuh bagus sekali dan itu akan dipuji-puji di mana-mana nantinya," kata Ray dalam diskusi daring 'Euro 2020/ Copa America 2021, Politik dan Demokrasi di Tengah Pandemi' yang digelar Komite Pemilih Indonesia (TePI), Sabtu (10/7/2021).

Secara skill individu, Ray mengakui, para pemain Indonesia di atas rata-rata negara di Asia Tenggara. Hal ini setidaknya tercermin dari jumlah pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri. Namun, kecenderungan individualistis ini membuat para pemain Indonesia lupa arti bekerja sama dan bermain secara tim. Saat tim membutuhkan operan, pemain Indonesia justru menahan bola, demikian sebaliknya, saat dibutuhkan untuk menahan bola justru dioper. Hal ini membuat akurasi tendangan pemain Indonesia sangat rendah.

"Kelemahan mereka itu adalah bekerja secara tim. Lupa mengoper ketika dibutuhkan mengoper. Dia akan membawa bola ketika dibutuhkan adalah mengoper dan dia mengoper ketika dibutuhkan membawa atau menahan bola. Sehingga seringkali meleset. Dia oper bola ketika orangnya masih di belakang atau mengoper bola ketika orangnya sudah terlalu jauh ke depan sehingga banyak direbut oleh pemain lawan. Mereka tidak tahu kapan bertahan dan menyerang," katanya.

Kelemahan berikutnya, kata Ray, pemain Indonesia cenderung fokus pada pergerakan bola ketimbang pergerakan pemain. Hal ini yang membuat tim Indonesia kerap 'kecolongan' karena tidak mengawal ketat pergerakan lawan. Hal ini, katanya tercermin saat tim Indonesia menelan kekalahan telak 0-4 melawan Vietnam dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (8/6/2021) dini hari WIB. Kelemahan lainnya, kata Ray, para pemain Indonesia tidak memiliki stamina prima untuk bermain selama 90 menit. Akibatnya, kata Ray, Indonesia kerap memukau di awal pertandingan, namun kedodoran di akhir pertandingan.

"Dalam putaran pertama pra Piala Dunia di Gelora Bung Karno, Indonesia melawan Malaysia. Jadi Indonesia sudah unggul 2-0 di babak pertama tapi di babak kedua keteteran. Stamina kurang. Akhirnya tiga gol Malaysia sehingga kita ketinggalan 3-2," katanya.

Dikatakan, empat kelemahan sepak bola Indonesia itu, kata Ray, juga terjadi dalam dunia politik Indonesia. Dikatakan, para politikus sangat individualistik yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya dan popularitasnya sendiri.

"Sehingga mengabaikan tujuan yang lebih makro dan lebih besar bagi negara kita ini," katanya.

Sifat individualistik ini membuat para politikus Indonesia tak mampu bekerja secara tim untuk kemajuan bangsa. Tim dalam dunia politik, kata Ray, terdiri dari berbagai elemen masyarakat.

"Meskipun berkali-kali mengatakan bahwa bangsa kita bangsa yang didasari etos gotong royong, tetapi di dunia demokrasi kita etos gotong royong itu hilang menjadi individualistis. Kalaupun tidak menjadi komunalistik," katanya.

Hal ini, kata Ray, tercermin dari keinginan anggota DPR untuk membangun rumah sakit khusus pejabat di tengah pandemi Covid-19. Keinginan tersebut jauh dari Sila ke-5 Pancasila, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia". Ray mengingatkan, dalam masyarakat Indonesia tidak kelas sosial yang berbeda. Pejabat, bukanlah kelas sosial yang berbeda dengan rakyat.

"Pejabat itu hanya fungsi dalam negara. Rakyat itu fungsi lain dalam negara, tapi dalam kehidupan politik dan sosial itu sama. Sehingga tidak boleh dibedakan," tegasnya.

Kelemahan lainnya, kata Ray, politikus Indonesia cenderung untuk fokus pada tujuan pribadinya ketimbang pada perkembangan bangsa dan negaranya. Kemudian, kata Ray, politikus Indonesia tidak memiliki stamina untuk menjaga semangat dan cita-cita politiknya.

Akibatnya, kata Ray, politikus Indonesia kerap terjerumus untuk mementingkan kepentingan pribadinya, termasuk melakukan praktik korupsi.

"Yang agak mengejutkan kita pak Nurdin Abdullah di Sulawesi Selatan. Dikenal dua periode di Bantaeng sebagai kepala daerah yang sangat bagus, tapi akhirnya terjerat dalam kasus korupsi atau suap. Itu yang saya sebutkan tidak punya stamina yang cukup untuk konsisten dalam pilihan politiknya," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Ajak Pemimpin Dunia Jawab Kegelisahan Masyarakat Internasional

Jokowi ajak para pemimpin dunia melakukan langkah nyata untuk menjawab kegelisahan masyarakat internasional.

NASIONAL | 23 September 2021


Ikut Jejak SBY, Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Temui Ulama

Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim mendatangi ponpes dan bersilaturahmi dengan para ulama di Aceh.

POLITIK | 22 September 2021

DPR Dorong KPU dan Pemerintah Sepakati Jadwal Pemilu 2024

Komisi II DPR mendorong KPU dan pemerintah segera menemukan titik kesepahaman mengenai jadwal penyelenggaraan Pemilu 2024.

POLITIK | 22 September 2021

Perang Supremasi AS dan Tiongkok, Anis Matta: Jangan Lihat Drama, tetapi Skenarionya

Anis Matta menyebut Indonesia harus pandai melihat perang supremasi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

POLITIK | 22 September 2021

Pengamat: Penghargaan Priyardarshni Academy Bukti Kerja Airlangga

Penghargaan Priyadarshni Academy Global Award berhasil diboyong Airlangga berkat kinerjanya mengeluarkan Indonesia dari resesi ekonomi.

POLITIK | 22 September 2021

KPU Akan Simulasi Lagi Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan pihaknya akan melakukan simulasi lagi terhadap pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

POLITIK | 22 September 2021

BKN Jadwal Ulang Pelaksanaan SKD CPNS di Sejumlah Wilayah

BKN akan menjadwal ulang pelaksanaan SKD, 20-21 September 2021 di sejumlah wilayah.

POLITIK | 21 September 2021

DPR Sahkan Nyoman Adhi Suryadnyana Sebagai Anggota BPK

DPR mengesahkan Nyoman Adhi Suryadnyana sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

POLITIK | 21 September 2021

Moeldoko: KASN Masih Dibutuhkan

Moeldoko mengatakan peran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) masih sangat dibutuhkan.

POLITIK | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Penentang Vaksin, Presiden Brasil Jalani Isolasi Covid-19 Usai Sidang PBB

Penentang Vaksin, Presiden Brasil Jalani Isolasi Covid-19 Usai Sidang PBB

DUNIA | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings