ICW Tuding Moeldoko Soal Ivermectin, Ini Komentar Aktivis Mahasiswa
Logo BeritaSatu

ICW Tuding Moeldoko Soal Ivermectin, Ini Komentar Aktivis Mahasiswa

Minggu, 25 Juli 2021 | 09:57 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tuduhan Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berburu rente melalui promosi Ivermectin, tidak hanya disayangkan kalangan aktivis mahasiswa sebagai asal tuduh dan berbahaya. Mereka bahkan mempertanyakan hati nurani dan empati kemanusiaan yang dimiliki tokoh-tokoh ICW.

“Mendengar apa yang dituduhkan ICW yang penuh buruk sangka, saya sampai harus bertanya-tanya, apakah mereka masih memiliki hati nurani dan punya sedikit empati buat kemanusiaan?” kata Ketua BEM Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Faisal Abdul Rachman, Minggu (25/7/2021).

Pasalnya, kata Faisal, bila saja masih ada tersisa keduanya, seberapa besar pun pikiran skeptis dalam benak tokoh ICW, tak akan begitu mudahnya buruk sangka itu mengalahkan empati kepada kemanusiaan.

Menurut Faisal yang juga aktif sebagai aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), jika saja ada sedikit empati, orang-orang ICW seharusnya mendukung apa yang selama ini dilakukan Moeldoko dalam upaya memberantas pandemi Covid-19. Sebagaimana diberitakan media-media massa arus utama, Moeldoko rutin mengirimkan ribuan tablet ke berbagai daerah yang tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19, seperti Kudus dan Semarang.

Untuk itu Moeldoko menggunakan jalur HKTI yang diketuainya. Yang harus menjadi catatan, Moeldoko juga selama ini mengatakan obat yang diyakini manjur untuk penderita Covid-19 itu sebagai Ivermectin, nama generiknya , bukan merek dagang tertentu.

Faisal mempertanyakan, apakah sebagai kalangan terdidik para tokoh ICW tidak meng-up date berita harian seputar lonjakan pandemi yang terjadi, khususnya dalam sebulan terakhir. Sebab bila mereka mencermati pemberitaan, sukar untuk tidak ikut merasakan kesulitan, kesedihan, dan suasana muram yang tengah mengungkung Indonesia.

“Bagaimana tidak sedih, cemas dan bahkan ikut kuatir, bila penambahan kasus harian saja masih puluhan ribu, angka kematian harian rata-rata di atas seribu orang?” kata Faisal. Hingga Sabtu (24/7/2021), berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan terdapat tambahan 45.416 kasus positif Covid-19, dengan 1.415 orang meninggal dunia.

“Itu artinya, berdasarkan data pemerintah, total kasus virus corona sejak Maret 2020 mencapai 3.127.826 orang. Helo, ini jutaan lho! Kok Anda sepertinya dingin dan anteng saja dengan semua itu,” kata Faisal menyindir.

Dia bahkan menyatakan kecurigaan, jangan-jangan bagi orang-orang ICW mereka yang meninggal, keluarga yang kehilangan anak, saudara, bapak dan ibu karena Covid-19 itu tak lebih dari hanya angka-angka statistik semata. “Kalau begitu yang terjadi, bagi kami para milenial, itu sangat keji,” kata Faisal.

Menurutnya, yang ia ketahui tentang hilangnya rasa empati seperti itu dan hanya memandang kematian manusia tak lebih dari angka statistika, dalam sejarah namanya Joseph Stalin.

“Dia itu yang bilang bahwa kematian satu orang mungkin bisa disebut tragedi, kematian banyak orang tak lebih dari statistik,” kata Faisal

“Kan tidak mungkin saya menyebut para tokoh ICW itu Stalinis karena menganggap entang kematian,” kata Faisal.

Tapi secara mendasar, tak banyak beda sikap tak acuh denagn sekian banyak kematian itu dengan siap cara berpikir Joseph Stalin.

Lebih lanjut Faisal meminta agar para tokoh ICW sesekali datang ke rumah-rumah sakit yang kini tengah berada dalam kondisi krisis akibat Covid-19.

“Nabi bersabda, kematian itu sebaik-baiknya nasihat yang akan melunakkan hati, maka saran saya, datanglah sesekali ke rumah sakit, saksikan kematian dan kesulitan yang ada. Mungkin dengan itu bapak-bapak di ICW bisa lebih punya empati," pungkas Faisal.

Ia juga mengingatkan banyak testimoni yang beredar baik di media maupun media sosial tentang manfaat Ivermectin dalam mempercepat kesembuhan karena Covid 19.

“Tak kurang dari mantan Menteri KKP Susi Pujiastuti yg testimoninya beredar bahwa ia dan banyak stafnya cepat pulih dari Covid karena Ivermectin yang disarankan oleh Menteri BUMN Erick Tohir. Inilah mengapa Kementerian BUMN telah melipatgandakan produksi dan distribusi Ivermectin melalui Indofarma dan Kimia Farma, dan ini tunjukkan tidak ada monopoli dalam produksi ivermectin , pemerintah tidak menganakemaskan produsen swasta yang dituduhkan ICW dekat dengan Moeldoko itu, tetapi malah menggunakan BUMN agar Ivermectin didapat dgn murah dan mudah didapat,": pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Bamsoet Kutuk Tindakan Biadab KKB terhadap Nakes di Papua

Ketua MPR Bambang Soesatyo atau yang disapa Bamsoet mengutuk keras serangan KKB terhadap nakes di Distrik Kiwirok, Papua.

POLITIK | 19 September 2021

KKB Serang Nakes di Papua, Politikus PKS: Bentuk Penghinaan terhadap Kemanusiaan

Politikus PKS Netty Prasetiyani Aher menyebut aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Papua.

POLITIK | 19 September 2021

Haji Lulung: Waspada Propaganda yang Benturkan Agama dan Pancasila

Haji Lulung mengingatkan masyarakat mewaspadai propaganda yang membentukan agama dan Pancasila.

POLITIK | 19 September 2021

Jalan Pagi dengan Jan Ethes, Jokowi: Rasanya Baru Kemarin Saya Timang-timang

Jokowi membagikan video momen jalan pagi dan bersepeda dengan sang cucu Jan Ethes Srinarendra di Istana Yogyakarta.

POLITIK | 19 September 2021

Partai Demokrat Dorong Jokowi Terbitkan Perppu Hilangkan Presidential Threshold

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendorong Presiden Jokowi menerbitkan perppu untuk menghilangkan presidential threshold.

POLITIK | 19 September 2021

Lestari Moerdijat: Jangan Terburu-buru Buka Pintu untuk Wisman

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai rencana kebijakan pemerintah membuka kembali pariwisata untuk wisman harus dipersiapkan secara matang.

POLITIK | 19 September 2021



Survei: Elektabilitas PDIP-PSI Unggul di DKI, PKS Terancam

Lembaga survei Jakarta Research Center (JRC) menyebutkan, elektabilitas PDIP dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menduduki posisi teratas di DKI Jakarta

POLITIK | 18 September 2021

Analis KSP Usul Periode Jabatan DPR Dibatasi

Menurut Karyudi, jika eksekutif periode jabatannya sudah dibatasi hanya sampai dua periode, mengapa tidak dengan legislatif yakni DPR/DPRD juga demikian.

POLITIK | 18 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Mujahidin Indonesia Timur


# Napoleon Bonaparte


# Pengobat Alternatif Ditembak


# Manchester United



TERKINI
IHSG Melemah di Awal Perdagangan

IHSG Melemah di Awal Perdagangan

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings