Tudingan ICW Bagi Moeldoko Dianggap Sulit Diterima Nalar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tudingan ICW Bagi Moeldoko Dianggap Sulit Diterima Nalar

Minggu, 25 Juli 2021 | 12:27 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tudingan terhadap Kepala Staf Presiden Moeldoko yang dilontarkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dianggap sulit diterima akal sehat. Menuduh seorang pejabat pemerintah yang tengah membantu memberantas pandemi Covid-19 sebagai mencari keuntungan dan rente ekonomi, tidak hanya mungkin membuat semangat pengabdian (altruism) masyarakat ikut ambruk. Lebih jauh, dalam kondisi kesedihan dan traged kemanusiaan saat ini, hal tersebut berpotensi memecah-belah bangsa.

Kedua hal tersebut menjadi bagian penting menurut pernyataan Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta Mujiono Koesnandar. Menurut Mujiono, tuduhan ICW tersebut di tengah kondisi buruk pandemi Covid-19 pada saat ini, bahkan sukar diterima akal sehat alias common sense masyarakat normal.

“Apakah para bapak terhormat yang duduk di pimpinan ICW itu tak memikirkan ulang dampak tuduhan yang sangat mungkin membuat semangat para relawan pemberantasan Covid-19 serta pihak-pihak yang membaktikan diri dalam pemberasan pandemi menjadi ciut bahkan ambruk? Saya kira di situlah justru kita melihat kearifan seseorang atau pihak-pihak di masyarakat saat ini. Semakin sebuah pernyataan atau aksi dilakukan tanpa memikirkan dampak sampingannya, semakin gampang kita melihat kematangan dan kedewasaan seseorang di masyarakat," katanya.

Bila dipikirkan lebih jauh, kata Mujiono, persoalan bisa melebar dan berkembang liar manakala kita kita sadar bahwa sebuah fakta persoalan selalu akan dihadapi dengan pro-kontra dalam masyarakat. Pada sisi itulah, kata dia, aka nada yang pro dengan serangan dan tuduhan ICW, sementara di sisi lain tidak mungkin pula tak ada yang mendukung Moeldoko, terutama pada sisi altruismenya memberantas pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi saat ini, sebagian besar orang akan lebih mungkin berbaik sangka kepada Moeldoko, dibanding harus berpikir negatif yang akan menghalangi niat Moeldoko berbuat baik. Apalagi faktanya sampai saat ini Moeldoko tak pernah menyebutkan merek dagang obat produksi PT Harsen yang dituduhkan itu. Yang disebutkan Moeldoko selalu nama genetik obat yang ternyata juga diproduksi BUMN obat, yakni PT Indofarma," kata Mujiono.

Dari peluang terbelahnya warga bangsa antara kelompok pro dan kontra tersebut, kata Mujiono, sangat sulit dipahami bahwa para petinggi ICW tak mampu meneropong hal mudah itu ke depan. “Kecuali memang justru ada tendensi untuk memecah-belah,” kata dia.

Menurut dia, jika saja ada sedikit empati, orang-orang ICW pasti akan mendukung apa yang selama ini dilakukan Moeldoko dalam upaya memberantas pandemi Covid. Sebagaimana luas diberitakan media-media massa arus utama, Moeldoko rutin mengirimkan ribuan tablet ke berbagai daerah yang tengah mengalami lonjakan kasus Covid, seperti Kudus dan Semarang. Untuk itu Moeldoko menggunakan jalur HKTI yang diketuainya. Hasilnya, justru banyak di antara mereka yang terpapar Covid-19, kemudian sembuh dan bisa kembali beraktivitas normal.

Sebagai aktivis mahasiswa, Mujiono juga mempertanyakan keberpihakan ICW terhadap kesengsaraan yang melilit rakyat banyak akibat pandemi Covid-19. Sudah menjadi rahasia umum bahwa semua orang di hampir semua sector usaha, secara ekonomi terdampak Covid. Rakyat kecil, para buruh harian, pedagang kaki lima, terutama mereka yang tidak hidup dari gaji bulanan, benar-benar terdampak dan hidup susah.

“Bila tidak, mengapa mereka sampai minta agar PPKM yang jelas-jelas membantu pemberantasan pandemi dibatalkan? Itu karena secara ekonomi rakyat sudah terjepit. Kok ini sepertinya ICW maunya pandemi terus berlangsung dan memberatkan kehidupan rakyat?” kata dia.

Di akhir pernyataannya Mujiono meminta agar kalangan ICW banyak-banyak membaca kisah-kisah sufi agar hati mereka lebih lembut, gampang berempati dan mendapatkan kehalusan hati manusiawi.

“Cobalah banyak merenung, tafakur dan banyak baca kisah para sufi. Dalam khazanah sufi ada Sa’di Ghulistan yang bahkan mempertanyakan seseorang yang abai terhadap kesedihan sesama manusia,” kata Mujiono.

Dalam khazanah sufisme, Sadi Ghulistan memang mempertanyakan hakikat kemanusiaan mereka yang mengabaikan kesusahan orang-orang di sekelilingnya. “Jika kau tak peduli terhadap penderitaan sesama, kau layak dipertanyakan sebagai manusia.” pungkas Mujiono.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ikut Jejak SBY, Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Temui Ulama

Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim mendatangi ponpes dan bersilaturahmi dengan para ulama di Aceh.

POLITIK | 22 September 2021

DPR Dorong KPU dan Pemerintah Sepakati Jadwal Pemilu 2024

Komisi II DPR mendorong KPU dan pemerintah segera menemukan titik kesepahaman mengenai jadwal penyelenggaraan Pemilu 2024.

POLITIK | 22 September 2021

Perang Supremasi AS dan Tiongkok, Anis Matta: Jangan Lihat Drama, tetapi Skenarionya

Anis Matta menyebut Indonesia harus pandai melihat perang supremasi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

POLITIK | 22 September 2021

Pengamat: Penghargaan Priyardarshni Academy Bukti Kerja Airlangga

Penghargaan Priyadarshni Academy Global Award berhasil diboyong Airlangga berkat kinerjanya mengeluarkan Indonesia dari resesi ekonomi.

POLITIK | 22 September 2021

KPU Akan Simulasi Lagi Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan pihaknya akan melakukan simulasi lagi terhadap pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

POLITIK | 22 September 2021

BKN Jadwal Ulang Pelaksanaan SKD CPNS di Sejumlah Wilayah

BKN akan menjadwal ulang pelaksanaan SKD, 20-21 September 2021 di sejumlah wilayah.

POLITIK | 21 September 2021

DPR Sahkan Nyoman Adhi Suryadnyana Sebagai Anggota BPK

DPR mengesahkan Nyoman Adhi Suryadnyana sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

POLITIK | 21 September 2021

Moeldoko: KASN Masih Dibutuhkan

Moeldoko mengatakan peran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) masih sangat dibutuhkan.

POLITIK | 21 September 2021

Jokowi Jadi Juri, Puan Bawakan Kuis Berhadiah Sepeda untuk Siswa di Banten

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua DPR Puan Maharani meninjau lokasi vaksinasi Covid-19 untuk siswa di Kota Serang, Banten, Selasa (21/9/2021).

POLITIK | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Kemhan Lithuania Anjurkan Ponsel Xiaomi dan Huawei Dibuang Saja

Kemhan Lithuania Anjurkan Ponsel Xiaomi dan Huawei Dibuang Saja

DIGITAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings