Demokrasi Indonesia Perlu Lebih Disempurnakan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Demokrasi Indonesia Perlu Lebih Disempurnakan

Senin, 26 Juli 2021 | 16:18 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah pejabat, tokoh, dan akademisi sepakat bahwa demokrasi di Indonesia memang belum sempurna. Pembumian Pancasila dinilai perlu lebih dikuatkan.

Hal itu mengemuka dalam webinar yang digelar dalam rangkat HUT CSIS ke 50 di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa Indonesia yang sangat beragam membutuhkan sistem demokrasi. Sistem itu memang bukan sistem yang sempurna, tetapi paling cocok dengan realitas kebangsaan dan memenuhi banyak hal untuk mengatur Indonesia. Namun demikian, dibutuhkan penguatan kesadaran kolektif akan kebangsaan.

“Bagaimana caranya membangun kesadaran kolektif kebangsaan itu tanpa harus melakukan operasi caesar,” kata Mahfud MD.

Lebih lanjut Harry Tjan Silalahi dari CSIS menilai bahwa kehidupan demokrasi saat ini telah tercampur antara yang pokok atau asasi dengan kapitalisme. Bahkan baginya, semua telah terjerat oleh kapitalisme yang besar.

“Masalah kita di era disruptif sekarang ini adalah masalah kerohanian. Di sini perlu menghidupkan kembali falsafah Pancasila, misalnya, apa yang dimaksud dengan permusyawaratan/perwakilan dalamsila keempat Pancasila,” kata Harry.

Sementara itu Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menilai bahwa setelah lebih dari 20 tahun reformasi, ada banyak hal yang secara mendasar tidak mengalami perubahan. Meskipun menganut demokrasi, banyak masalah di republik ini diselesaikan oleh tidak lebih dari 20 orang saja. Biasanua para ketua partai dan pucuk pimpinan tinggi negara tertentu.

Mu’ti menyatakan bahwa Muhammadiyah telah merumuskan dokumen Indonesia Berkemajuan. Dokumen ini menyoroti perjalanan bangsa Indonesia dan menyimpulkan bahwa ada beberapa persoalan yang perlu dilihat dari hulu.

“Perlu ada amandemen terbatas UUD 1945, misalnya, pertama, MPR perlu dikembalikan menjadi lembaga tinggi negara,” kata Muti.

Kedua, perlu melakukan perubahan komposisi anggota MPR, di mana selama ini hanya diwakili oleh DPD dan DPR. Sementara di sana ada banyak perwakilan golongan minoritas yang tidak terwakili oleh suara terbanyak. “Kelompok minoritas tanpa ditunjuk atau diangkat, maka tidak mungkin terpilih,” ujarnya.

Ketiga, perlu semacam GBHN (Garis Besar Haluan Negara). Ketika ada semacam haluan negara, ungkap Mu’ti, maka siapapun yang terpilih dapat melakukan tugasnya secara berkelanjutan. Pergantian rezim tidak menjadi persoalan besar jika ada semacam haluan negara. Seperti di AS, siapapun presiden terpilih, akan mengikuti haluan itu.

“Pilihan sistem demokrasi semestinya memudahkan kita semua untuk menjadi lebih sejahtera. Nilai-nilai demokrasi seperti emansipasi, kemanusiaan, kesetaraan, meritokrasi, pluralisme, dan lainnya perlu dihidupkan kembali. Dalam demokrasi juga semua pihak berada dalam posisi setara,” katanya.

Sementara Yenny Wahid menyoroti soal keberadaan media digital di tengah demokrasi saat ini. Baginya, penguatan demokrasi di era digital sangat memiliki tantangan besar. Sebab ia dihadapkan pada kecenderungan polarisasi dan pembelahan ekstrem.

“Masing-masing pendukung pasangan calon terus-menerus dihujani postingan-postingan yang memicu pembelahan. Post truth, hoaks, fake news juga menjadi isu yang memicu kerentanan dan kekacauan,” kata Yenny.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

MPR: Tak Perlu Khawatir Berlebih Terkait Amendemen UUD 1945

Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan tak perlu ada kekhawatiran berlebihan terkait amendemen UUD 1945 terbatas untuk menghadirkan PPHN.

POLITIK | 17 September 2021

Heboh Penghasilan Anggota DPR, Sahroni: Ada Pertanggungjawaban ke Negara

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menegaskan gaji maupun tunjangan yang diterima anggota DPR, wajib dipertanggungjawabkan ke negara.

POLITIK | 17 September 2021

Penambahan Masa Jabatan Presiden, Titi Anggraini: Gagasan Ahistoris

Titi Anggraini menilai penambahan masa jabatan presiden merupakan gagasan ahistoris.

POLITIK | 17 September 2021

Presiden PKS: Duet Anies-Sandi Adalah Keniscayaan

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyatakan duet Anies-Sandi adalah sebuah keniscayaan dalam Pilpres 2024.

POLITIK | 17 September 2021

Denny Indrayana: Pandemi Bukan Momentum Tepat Mengubah Konstitusi

Denny Indrayana menegaskan pandemi bukan momentum untuk mengubah konstitusi.

POLITIK | 17 September 2021

Selesaikan Batas Negara RI-Malaysia, Hadi Prabowo Terima Penghargaan

Hadi Prabowo menerima penghargaan dari Menko Polhukam Mahfud MD, karena dianggap berjasa dan berkontribusi dalam penyelesaian batas negara RI-Malaysia.

POLITIK | 17 September 2021

Dukung Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024, M Qodari: Indonesia Akan Maju

M Qodari optimistis Indonesia akan maju apabila Jokowi-Prabowo berpasangan pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024.

POLITIK | 17 September 2021

Saksi Kubu Moeldoko Dukung AHY Sebagai Ketum Partai Demokrat

Saksi dari kubu Moeldoko dihadirkan dalam sidang gugatan terhadap kepengurusan Partai Demokrat dengan ketua umum (ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

POLITIK | 17 September 2021

Pilkades Serentak di Kabupaten Tangerang Akan Digelar 10 Oktober 2021

Pilkades serentak di Kabupaten Tangerang akan digelar pada 10 Oktober 2021.

POLITIK | 17 September 2021

Gabung Partai Emas, Sonny Tulung Dipercaya Jadi Wakil Ketua Umum

Sonny Tulung dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Emas.

POLITIK | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

BOLA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings