Soal Kelangkaan Obat Covid-19, Apakah Ini Masalah Sebenarnya?
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Kelangkaan Obat Covid-19, Apakah Ini Masalah Sebenarnya?

Rabu, 4 Agustus 2021 | 00:05 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Kelangkaan obat-obatan covid-19 disebut disebabkan oleh rangkaian kejadian yang melibatkan peran pemerintah pusat sendiri. Untuk itu, Indonesia dinilai perlu membuat langkah radikal atau mengakar sehingga bisa menemukan obat penyembuh covid yang asli Indonesia.

Hal ini diungkapkan Ketua Fraksi PAN DPR yang juga Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay. Awalnya, perbincangan diawali oleh curhatan pemilik klinik dan distributor yang mengaku susahnya mendapatkan pasokan obat terkait covid.

Ada informasi bahwa pabrikan obat lokal juga terpaksa menghentikan produksi karena dipaksa oleh Pemerintah menurunkan harga obat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga tersebut ternyata lebih rendah dibanding harga pasaran, bahkan sebelum pandemi covid melanda. Permintaan agar pabrik menurunkan harga tak diimbangi dengan adanya subsidi oleh Pemerintah. Akibatnya, karena tak mau menanggung rugi, pabrikan memilih untuk tidak berproduksi. Sehingga obat makin langka.

Ketika ditanyai soal itu, Saleh tak membantahnya. Saleh mengaku mendapat laporan soal hal itu. Bukan itu saja, katanya, kondisi ini diperparah dengan bahan baku obat-obatan yang 95 persennya harus diimpor. Sementara bahan baku itu sendiri diperebutkan oleh negara lain di dunia, yang sama-sama sedang berusaha mengatasi pandemi di negaranya masing-masing.

"Karena pasokan sedikit sementara permintaan dunia banyak, otomatis harganya naik. Jadi ada dua hal. Soal HET dan bahan baku tadi," kata Saleh Daulay, Selasa (3/8/2021).

Situasi semakin rumit ketika terjadi kasus-kasus unik yang diributkan oleh publik. Seperti kasus Ivermectin yang melibatkan Harsen Laboratories. Terdapat peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam polemik itu. Ada juga pejabat negara yang dikritik dan dituduh ikut jualan atau mengambil untung dari obat itu. Akibatnya, Pemerintah urung mendampingi untuk percepatan uji klinis obat tersebut.

"Akhirnya produksi pun jadi terbatas, tak seperti yang diharapkan di awal untuk dilakukan oleh BUMN kita. Ada saling tuduh juga. Ini jadi kendala juga," kata Saleh.

Padahal, menurut Saleh, game changer atau yang bisa mengubah situasi permainan dalam konteks pandemi covid-19 ada tiga hal, yakni pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) ketat, vaksinasi, dan obat penyembuh covid.

"Imunitas itu harus seimbang dengan pengobatan. Jangan melulu mikirin vaksinasi, tapi obat juga harus dipikirkan. Kalau ada obatnya yang bagus, tingkat hunian rumah sakit juga tak tinggi. Karena pengobatannya juga cepat. Sekarang setiap orang terpapar, minimal dirawat 12 hari. Maka kita harus cari cara mengobati dengan cepat," kata Saleh.

"Jadi ada tiga game changer itu. Prokes, vaksinasi, dan obatnya," tegasnya.

Terkait hal itu, Saleh melakukan otokritik terhadap Indonesia yang tak mau fokus mengembangkan obat modern asli Indonesia (OMAI). Padahal, katanya banyak bentuk obat-obatan Indonesia yang sifatnya herbal dan jamu, namun tak pernah dikaji lebih jauh.

"Faktanya banyak orang gunakan OMAI saat covid ini. Padahal kalau diproduksi, banyak yang manjur. Kalau ini didorong masuk ke jajaran obat modern, kita takkan alami kendala bahan baku," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Bawaslu Rekomendasikan Regulasi Kampanye Virtual

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar merekomendasikan regulasi kampanye virtual.

POLITIK | 23 September 2021

MIPI Usulkan Penerapan E-Voting

MIPI menilai e-voting menjadi salah satu cara agar pelaksanaan pesta demokrasi tidak terhambat situasi pandemi Covid-19.

POLITIK | 23 September 2021

Penting, Kepastian Tanggal Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024

Kepastian tanggal pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 dinilai penting untuk segera ditetapkan.

POLITIK | 23 September 2021

Inovasi Penyelenggaraan Pemilu 2024 Terkendala Regulasi

Inovasi penyelenggaraan pemilu selama ini dinilai kerap terkendala regulasi kepemiluan.

POLITIK | 23 September 2021

KPU Diminta Minimalisasi Anggaran Pemilu 2024

Komisi II DPR mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminimalisasi anggaran Pemilu 2024.

POLITIK | 23 September 2021

DPR Ingin Masa Kampanye Pemilu 2024 Cukup 3 Bulan

Komisi II DPR menginginkan agar masa kampanye Pemilu 2024 cukup dilaksanakan selama tiga bulan.

POLITIK | 23 September 2021

Pemulihan Ekonomi dan Persiapan Pemilu 2024 Diharapkan Beriringan

Pemulihan ekonomi nasional dan persiapan Pemilu 2024 diharapkan dapat berjalan beriringan.

POLITIK | 23 September 2021

Kemendagri Gelar Webinar Nasional Pemilihan Kepala Desa secara Elektronik Voting

Kemendagri bersama BRIN dan Inti Konten Indonesia menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Pemilihan Kepala Desa Secara Elektronik Voting”.

NASIONAL | 23 September 2021

Airlangga Hartarto, Habib Syech, Nusron Wahid, dan Ulama Se-Jawa Hadiri Haul Ki Ageng Gribig

Setiap tahun, Airlangga sejak kecil rutin menghadiri haul Ki Ageng Gribig bersama ayahnya, R Hartarto Sastrosoenarto (menteri era Presiden Seoharto).

POLITIK | 23 September 2021

Presiden Jokowi Ajak Pemimpin Dunia Jawab Kegelisahan Masyarakat Internasional

Jokowi ajak para pemimpin dunia melakukan langkah nyata untuk menjawab kegelisahan masyarakat internasional.

NASIONAL | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Tukul Arwana


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman



TERKINI
Korban Mafia Tanah Kecewa Saat Salah Cegat Rombongan Presiden Jokowi

Korban Mafia Tanah Kecewa Saat Salah Cegat Rombongan Presiden Jokowi

NASIONAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings