Said Aqil: Agama Tidak Ada Artinya Kalau Tidak Wujudkan Keharmonisan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Said Aqil: Agama Tidak Ada Artinya Kalau Tidak Wujudkan Keharmonisan

Jumat, 20 Agustus 2021 | 20:18 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menegaskan agama tidak ada artinya bila tidak berupaya dan berjuang mewujudkan keharmonisan.

“Semua agama yang turun dari langit tidak ada artinya, kalau kita ini tidak berupaya berjuang mewujudkan keharmonisan. Agama apapun, kalau tidak memperjuangkan keharmonisan tidak ada artinya kita hidup ini. Percuma saja kita hidup,” kata Said Aqil Siradj saat menjadi pembicara dalam webinar dengan tema Langkah Nyata Merajut Kebhinekaan NKRI yang digelar secara virtual oleh Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia, Jumat (20/8/2021).

Ditegaskannya, tidak ada artinya bila mengaku beragama Islam, Kristen bahkan Yahudi kalau penganut agama tersebut tidak menuju ke tatanan hidup yang harmonis. Menurutnya itu hanya pengakuan yang omong kosong. Khusus untuk Islam sendiri, harus mengarah mewujudkan tatanan harmonis karena kata Islam berasal dari kata salam atau shalom yang artinya damai atau peace.

“Atau bisa dikatakan keselamatan bersama. Itulah Islam,” ujar Said Aqil Siradj.

Ia menceritakan, pada abad 15, Nabi Muhammad Saw berupaya membangun sebuah negara. Ketika berhasil membangun sebuah negara, Nabi Muhammad Saw tidak melandaskannya pada satu suku atau etnis. Sehingga negaranya disebut Madinah. Disana, penduduknya diperlakukan sama, mulai dari hak, kewajiban, pelayanan hingga dimata hukum tetapi sama.

“Penduduknya waktu itu ada muslim dan non muslim. Contoh nabi sering khutbah Jumat berpesan, tidak ada ada permusuhan kecuali melanggar hukum, Siapa yang melanggar hukum pertama, itulah musuh bersama. Selama tidak melanggar hukum, perbedaan agama dan suku perbedaan klan, tidak boleh dijadikan alasan perpecahan, itu selalu pesan Nabi,” terang Said Aqil Siradj.

Suatu ketika, lanjut Said, ketika ada seorang sahabat Nabi bertengkar di pasar, kemudian menempeleng pedagang yahudi sampai mati, justru Nabi Muhammad Saw marah besar. “Nabi mengatakan barangsiapa membunuh non muslim akan berhadapan dengan saya. Barangsiapa berhadapan dengan saya tidak akan ke surga, tidak mendapat rahmat Tuhan. itu terkenal sejarah Islam,” tutur Said Aqil Siradj.

Oleh karena itu, ia bersyukur, bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman suku dan agama. Hampir ada 700 suku dan 6 agama formal serta 20 lebih agama lokal di Indonesia, tetapi semuanya bisa hidup bersama menjadi satu bangsa, satu negara dengan ikatan bahasa Indonesia.

“Dalam bahasa NU, ukhuwah wathoniyah, semua yang ada di Nusantara ini, di negara Indonesia ini saudara. Tidak boleh menganggap musuh. Perbedaan dijadikan modal kekuatan untuk menyatukan kita bersama,” papar Said Aqil Siradj.

Hal ini sejalan dengan tujuan NU dilahirkan pada 31 Januari 1926 oleh KH Hasyim Asyari, kakek dari Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid. Ada dua prinsip yang dijalani NU dalam membina kerukunan umat beragama, yaitu membangun Islam yang moderat, anti radikalisme dan anti ekstrimisme serta anti terorisme.

“Prinsip kedua adalah toleran. Percuma kita berIslam kalau tidak toleran, percuma. Maka prinsip kita NU, umat Islam di Indonesia, yang mayoritas ini harus melindung minoritas. Jangan sebaliknya mayoritas menakuti-nakuti minoritas. Umat islam yang mayoritas di Indonesia, NU yang mayoritas di Indonesia ini harus memberi perlindungan kepada saudara-saudara sebangsa setanah air yang minoritas,” tegas Said Aqil Siradj.

Selain dua prinsip itu, ada 3 tujuan NU didirikan, yaitu pertama, ukhuwah Islamiyah adalah memperkuat persaudaraan sesama umat Islam. “Memalukan, menjijikan, mengerikan sesama Islam sendiri bermusuhan, caci maki, hoaks, adu domba, fitnah sesama Islam. Tidak boleh itu apa pun alasannya,” tegas Said Aqil Siradj.

Kedua, ukhuwah watoniyah yaitu persaudaraan sesama sebangsa setanah air. Ketiga, ukhuwah insaniyah, yaitu persaudaraan sesama umat manusia.

“Amanat yang paling berat bagi kita, terutama saya sebagai Ketua PBNU, adalah membina, merawat, menjaga kerukunan warga sesama Islam dan sesama bangsa Indonesia. Dan bila perlu saya suarakan perdamaian di seluruh dunia,” ungkap Said Aqil Siradj.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Puan Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022 Demi Pemulihan Ekonomi Rakyat

Puan mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja yang memberi sinyal akan ada kenaikan upah minimum.

POLITIK | 25 Oktober 2021


Bamsoet: Membiarkan Negara Tanpa Arah, Tidak Sesuai Ajaran Islam

Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet menyebut Indonesia membutuhkan haluan negara. Sebab, membiarkan negara tanpa arah, tidak sesuai ajaran Islam.

POLITIK | 25 Oktober 2021

PPP Harap Jubir Presiden Jago Komunikasi Bukan Miskomunikasi

Waketum PPP Arsul Sani berharap jubir Presiden Joko Widodo, benar-benar andal dalam hal komunikasi.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

Fahri Hamzah didorong untuk menjadi jubir Presiden Joko Widodo. Diketahui, kursi jubir kini kosong setelah Fadjroel Rachman resmi dilantik sebagai dubes.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Publik Dukung Jokowi Lakukan Reshuffle

Mayoritas publik mendukung Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Tiga Jalur Capres 2024: Kepala Daerah, Menteri, dan Politikus

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyatakan terdapat tiga jalur capres 2024, yakni dari kepala daerah, menteri, dan politikus.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Survei Poltracking Indonesia: Elektabilitas Ganjar Pranowo Salip Prabowo Subianto

Elektabilitas Ganjar Pranowo menyalip Prabowo Subianto. Hal itu tercermin dalam survei Poltracking Indonesia.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Survei Poltracking Indonesia: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Jokowi-Ma’ruf

Mayoritas publik atau 67,4 persen responden survei Poltracking Indonesia mengaku puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Konvensi Capres Nasdem, Bima Arya: Kita Lihat Nanti

Bima Arya tertarik ikuti konvensi Capres Partai Nasdem.

NASIONAL | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

EKONOMI | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings