Puan: Perlu Reformasi Pendidikan Bangun SDM yang Adaptif dengan Teknologi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Puan: Perlu Reformasi Pendidikan Bangun SDM yang Adaptif dengan Teknologi

Minggu, 29 Agustus 2021 | 15:52 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani menekankan pentingnya dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, membangun sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, SDM yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi tantangan global.

Hal tersebut disampaikan Puan saat menjadi narasumber diskusi dalam acara Jambore Nasional Mahasiswa Ekonomi Indonesia yang diadakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Se-Indonesia (ISMEI) di Puncak Puntiung, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/8/2021). Puan hadir secara virtual dalam diskusi ini.

Pada kesempatan itu, Puan mengingatkan pentingnya mewujudkan mimpi Indonesia Emas di tahun 2045, yakni Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, makmur dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Ia pun menilai ada beberapa tantangan pembangunan yang harus dijawab guna mewujudkan mimpi tersebut.

“Tantangan pertama soal kependudukan. Pada tahun 2045, penduduk dunia diperkirakan 9,45 miliar, bertambah 2,1 miliar dari tahun 2015. Tren pertumbuhan global ini akan mendorong urbanisasi dan arus migrasi, termasuk di Indonesia,” kata Puan.

Tantangan kedua adalah sejauh mana Indonesia mampu ambil bagian dalam global value chain atau rantai nilai global. Kemudian juga mengenai tantangan peta dan pergeseran geo-economics di masa mendatang, yang dinilai bisa mendatangkan keuntungan untuk bangsa jika negara mampu mampu menangkap berbagai peluang.

Selanjutnya, kata Puan, adalah tantangan semakin terbatasnya sumber daya alam (SDA), yang memerlukan efisiensi dalam pengelolaannya. “Diperlukan juga upaya untuk shifting struktur perekonomian nasional dari berbasiskan komoditas menjadi ekonomi nasional yang berbasiskan value added atau nilai tambah tinggi,” imbuhnya.

Puan juga menilai, gelombang kemajuan menjadi tantangan yang harus bisa dijawab Indonesia. Terlebih lagi pandemi Covid-19 membuat perkembangan teknologi begitu pesat yang sebenarnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian melalui peningkatan produktivitas, inovasi dan efisiensi.

“Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga akan menciptakan banyak gangguan atau disruptions. Salah satunya adalah akan menimbulkan masalah ketenagakerjaan kedepannya, apabila sumber daya manusia Indonesia tidak mampu adaptif dengan perkembangan teknologi di masa mendatang,” papar Puan.

Tantangan pemanasan global yang kian besar, baik berupa kejadian ekstrem maupun perubahan iklim jangka panjang, disebut harus mendapat penanganan lebih. Menurut Puan, permasalahan itu akan mengganggu pasokan pangan, memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia dan menyebabkan kerusakan permanen pada alam tanpa dilakukannya berbagai upaya penurunan emisi.

“Itulah beberapa tantangan yang harus kita jawab dan respons dengan cepat dan tepat. Dan salah satu pilar penting yang harus kita siapkan guna menjawab berbagai tantangan tersebut adalah bagaimana kita mempersiapkan sumber daya manusia atau human capital Indonesia,” ungkap perempuan pertama yang menjadi ketua DPR itu.

Pemerataan kualitas SDM antarwilayah di Indonesia, antara wilayah timur dan barat, disebut Puan harus menjadi perhatian guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya hal-hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Indonesia yang tidak mudah dan ringan, apalagi berbagai tantangan dan hambatan dari eksternal dan internal yang muncul silih berganti, termasuk adanya pandemi Covid-19.

“Meskipun demikian, saya berkeyakinan dan optimis bahwa kita semua, bangsa Indonesia, mampu menjawab semua tantangan tersebut guna mewujudkan Indonesia Emas di perayaaan Kemerdekaan Indonesia pada 2045,” tegas Puan.

Mantan menko PMK ini pun merinci beberapa fondasi fundamental yang harus diakselerasi dan persiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan tersebut. Pertama, kata Puan, adalah modal pembanguman SDM agar Indonesia bisa mewujudkan visi Indonesia emas di 2045.

“Pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu kunci utama yang harus terus dilakukan. Reformasi pendidikan dan reformasi layanan kesehatan yang sedang dilakukan oleh pemerintah harus terus dijalankan, diawasi, dievaluasi dan diperbaiki. Harus terus bersinambungan, tidak boleh terputus,” jelasnya.

Selain itu, Puan menilai reformasi ketenagakerjaan yang sejalan dengan akselerasi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) juga harus ditingkatkan. Ia mengatakan, manusia-manusia Indonesia ke depan harus mampu adaptif dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat.

“Oleh karena itu, akselerasi penguasaan iptek harus menjadi agenda prioritas pembangunan yang secara konsisten dilakukan. Namun, pembangunan sumber daya manusia tersebut tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai yang ada dan tumbuh subur di bangsa dan negara kita, nilai-nilai yang termaktub dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” terang Puan.

“Karena pembangunan manusia ke depan harus diarahkan untuk mewujudkan manusia Indonesia yang memiliki kualitas dan kecerdasaan yang tinggi, religius, manusia Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman bangsa, berbudaya, berakhlak serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kebangsaan,” sambungnya.

Puan juga mengingatkan pentingnya pembangunan SDM yang diarahkan link and match dengan struktur perekonomian nasional dan tantangan dan kebutuhan pasar tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Modal kedua fondasi fundamental yang diperlukan adalah diversifikasi struktur perekonomian nasional.

Kemudian pentingnya ketersediaan infrastruktur yang memadai, baik dari kuantitas maupun kualitas. Lalu kesiapan untuk mampu menguasasi dan adaptif dengan perkembangan teknologi, penguatan dan pendalaman sektor keuangan nasional, serta perencanaan dan implementasi rencana pembangunan nasional yang harus mengedepankan prinsip pemerataan.

“Terakhir, perlu terus diupayakan pemantapan demokrasi, stabilitas politik dan hukum, serta tata kelola kepemerintahan. Saya meyakini, hanya kebersamaan semua elemen bangsa-lah yang akan menjadi energi terbesar kita untuk mewujudkan Indonesia yang yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ucap Puan.

Cucu Proklamator Bung Karno tersebut meminta pemerintah memastikan perencanaan pembangunan yang implementasinya terus diarahkan untuk menciptakan fondasi yang kuat menuju Indonesia Maju 2045. Menurut Puan, DPR akan terus memastikan dan mengawasi setiap langkah yang ditempuh sudah on the track dan sejalan dengan amanah konstitusi.

“Dunia pendidikan, perguruan tinggi terus bekerja keras menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi guna menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan adaptif dengan perkembangan teknologi, serta menciptakan teknologi yang bernilai guna tinggi bagi kemajuan bangsa dan negara,” katanya.

Kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, khususnya mahasiswa ekonomi se-Indonesia, Puan berpesan agar terus bekerja keras mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Menurutnya, semua elemen bangsa harus bersama-sama berikhtiar dan bekerja untuk kemajuan bangsa, sesuai dengan perannya masing-masing.

“Kalian harus ingat bahwa tongkat estafet perjalanan bangsa dan negara ke depan berada di tangan kalian,” pesan Puan kepada generasi muda Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Nurul Arifin Harap Tahapan Pemilu Tidak Ganggu Persiapan G20 di Indonesia

Waketum Partai Golkar, Nurul Arifin berharap tahapan pemilu 2024, baik Pilpres, Pileg dan Pilkada tidak mengganggu jalannya Presidensi G20 Indonesia 2022.

POLITIK | 21 Oktober 2021

Nurul Arifin Sebut 3 Persoalan Besar Harus Diselesaikan di Pemilu 2024

“Oleh karena itu, ketiga problematik ini harus kita lihat dari hasil evaluasi Pemilu 2019 untuk perbaikan Pemilu 2024,” ujar Nurul Arifin.

POLITIK | 21 Oktober 2021

PDIP Bangga Kepemimpinan Jokowi Tangani Covid-19 Diakui Dunia

PDIP mengaku bangga atas apresiasi dan pengakuan dunia terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19.

POLITIK | 21 Oktober 2021

Muzani: Semangat dan Loyalitas Santri pada Kiai Patut Dicontoh

Ahmad Muzani menyatakan bahwa semangat serta loyalitas santri telah terbukti dalam catatan sejarah Indonesia.

POLITIK | 21 Oktober 2021

PDIP Ajak Para Kades Bangun Desa Wisata Mandiri

PDIP mengajak para kepala desa untuk membangun desa wisata mandiri. Indonesia memiliki banyak desa yang berpotensi menjadi desa wisata.

POLITIK | 21 Oktober 2021

Gelorakan Pembangunan Desa, PDIP Dorong BRIN Riset di Pedesaan

PDIP ingin menggelorakan pembangunan desa. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu mengingatkan para kader untuk bergerak bersama warga desa.

POLITIK | 21 Oktober 2021

Anies Dideklarasikan Jadi Capres, Riza Patria: Kami Usung Prabowo Subianto Lagi

Menurut Riza Patria dukungan berbagai kelompok yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres adalah hal wajar.

POLITIK | 21 Oktober 2021

Gelar Maulid, Ketum Partai Emas: Momentum Mengingat Nabi

Menurut Ketua Umum Partai Emas Hasnaeni peringatan Maulid merupakan momentum mengingat peran serta teladan Nabi Muhammad.

POLITIK | 21 Oktober 2021

Anggota Komisi IX FPKB Tolak Aturan Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKB, Nur Nadlifah menolak aturan penumpang pesawat wajib tes PCR.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Jokowi Akan Resmikan Pabrik, Jembatan, dan Tinjau Vaksinasi di Kalsel

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021).

POLITIK | 21 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

OLAHRAGA | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings