Komisi XI DPR Didesak Coret 2 Calon Anggota BPK yang TMS
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Komisi XI DPR Didesak Coret 2 Calon Anggota BPK yang TMS

Selasa, 31 Agustus 2021 | 22:11 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com – Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis mendesak Komisi XI DPR RI mencoret dua nama calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dinilai tidak memenuhi syarat (TMS). Desakan ini disampaikan menyusul fatwa Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan calon Anggota BPK harus memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam Pasal 13 huruf j Undang-Undang Nomor 15 tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.

Dua nama calon, yakni Harry Z Soeratin dan Nyoman Adhi Suryadnyana dinilai tidak memenuhi syarat sesuai Pasal 13 huruf j UU BPK lantaran belum dua tahun meninggalkan jabatan sebagai pengelola keuangan negara.

"Coret dua nama itu. Tidak ada ilmu hukum yang bisa dipakai bagi orang yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi anggota BPK," kata Margarito kepada awak media, Senin (30/8/2021).

Margarito menambahkan, dalam ilmu hukum, Harry dan Nyoman tidak memiliki keadaan yang diperlukan dalam UU BPK. Untuk itu, Margarito menilai keduanya tidak sah menjadi Anggota BPK.

Ditegaskan, dalam ilmu hukum, jika syarat tidak dipenuhi maka hukumnya tidak sah. Untuk itu, kedua nama tersebut tidak dapat diloloskan karena tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan UU BPK.

"Kita tidak boleh menoleransi kesalahan para pembentuk UU dengan menginjak UU yang mereka bikin sendiri. Jadi pilihan yang harus diambil adalah coret dua orang itu," tegasnya.

Margarito khawatir kecurigaan publik terhadap DPR akan semakin menguat jika Komisi XI bersikeras meloloskan keduanya.

"Pada waktu fit and proper test silakan saja, tetapi saat mengetahui kedua orang itu tidak memenuhi syarat, ya langsung dicoret dan jangan diloloskan," tegasnya.

"Kalau mereka mau ngeyel ya carilah ngeyel lain dengan cara yang canggih. Ngeyel seperti ini ngeyel yang urakan dan murahan," kata Margarito menambahkan.

Hal senada dikatakan pakar hukum tata negara Denny Indrayana. Dikatakan, seleksi anggota BPK problematik dan seringkali menjadi lahan berbagi kursi di antara parlemen dan parpol. Menurutnya, akar persoalan ini terletak pada moralitas politik.

“Dan itu diperburuk dengan aturan konstitusi kita yang membuka ruang praktik yang tidak demokratis dan bahkan kolutif tersebut,” kata Denny di Jakarta, Sabtu (28/8/2021).

Untuk itu, Denny menyarankan pemilihan Pimpinan BPK tetap mengacu pada undang-undang. Apalagi, Mahkamah Agung telah menerbitkan pendapat hukum atau fatwa sebagaimana diminta Komisi XI, yang intinya agar persyaratan calon Anggota BPK merujuk pada ketentuan di dalam Pasal 13 huruf j UU BPK.

Diketahui, awal September ini Komisi XI DPR akan menggelar fit and proper test dan pemilihan calon Anggota BPK. Namun, hingga kini, belum ada kepastian terkait jadwal uji kepatutan tersebut. Demikian pula belum ada keputusan mengenai status persyaratan Harry Z Soeratin dan Nyoman Adhi Suryadnyana.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gus Yaqut Sambut Erick Thohir Jadi Keluarga Besar Banser

Gus Yaqut menyambut gembira bergabungnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi anggota kehormatan Banser.

POLITIK | 29 November 2021

Terbuka, Kerja Sama Gerindra-PDIP di Pilpres 2024

Partai Gerindra membuka peluang kerja sama dengan PDIP pada Pilpres 2024 mendatang.

POLITIK | 28 November 2021

Sugiono Serahkan 56 Gerobak Angkringan untuk Kader Gerindra

Waketum Partai Gerindra Sugiono menyerahkan bantuan 56 gerobak angkringan untuk pengurus ranting Gerindra Kota Semarang.

POLITIK | 28 November 2021

Erick Thohir Terima Baret Anggota Kehormatan GP Ansor

Erick Thohir menerima pembaretan Anggota Kehormatan GP Ansor, Minggu (28/11/2021).

POLITIK | 28 November 2021

Musda Golkar Bekasi Oktober Lalu Sudah Sesuai AD/ART

Semua pihak diminta tidak memperkeruh suasana pasca terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Bekasi yang digelar pada 29 Oktober 2021 lalu.

POLITIK | 28 November 2021

Hasto: Sekolah Partai Bagian dari Sistem Kaderisasi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya terus melakukan konsolidasi dan pematangan kader seluruh Indonesia melalui pendidikan sekolah partai.

POLITIK | 28 November 2021

Golkar Yakin Revisi UU Cipta Kerja Rampung dalam 2 Tahun

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Henry lndraguna meyakini pemerintah dan DPR dapat merevisi UU Cipta Kerja dalam dua tahun sebagaimana putusan MK.

POLITIK | 28 November 2021

PAN: Lumrah jika Presiden Mengevaluasi Kinerja Menteri

Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay menyatakan hal lumrah jika Presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja menteri yang diiringi dengan reshuffle kabinet.

POLITIK | 28 November 2021

Anggota DPR Nilai Perbaikan UU Cipta Kerja Cukup 2 Tahun

Menkumham Yasonna Laoly menyatakan yakin dalam dua tahun bisa melakukan perbaikan terhadap UU Cipta Kerja.

POLITIK | 28 November 2021

Saleh Daulay: Perbaikan UU Cipta Kerja Jangan Terlalu Lama

Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan UU Cipta Kerja harus segera direvisi dan jangan memakan waktu lama.

POLITIK | 28 November 2021


TAG POPULER

# Razia Vaksinasi Covid-19


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Ameer Azzikra


# Omicron


# Indonesia Terbuka



TERKINI
HUT Korpri, Ketua KPK Ajak ASN Bersih Korupsi

HUT Korpri, Ketua KPK Ajak ASN Bersih Korupsi

NASIONAL | 44 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings