Masa Kampanye Pemilu 2024, Diusulkan Cukup 4-5 Bulan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Masa Kampanye Pemilu 2024, Diusulkan Cukup 4-5 Bulan

Senin, 13 September 2021 | 20:06 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengusulkan agar masa kampanye Pemilu 2024, digelar hanya 4-5 bulan. Siti optimistis durasi masa kampanye tersebut dapat memberikan efek pendidikan politik yang positif untuk masyarakat.

“Masa kampanye cukup 4-5 bulan saja. Kalau itu dilakukan secara efektif, tidak distortif maka akan memberikan efek pembelajaran dan pendidikan politik yang baik,” kata Siti kepada Beritasatu.com, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, pengalaman Pemilu 2019 telah menunjukkan masa kampanye yang sangat panjang dapat membuat masyarakat terpecah belah dan konflik antar masyarakat pun tidak dapat dihindarkan.

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan Pemilu 2019, masa kampanye memakan waktu sekitar 7 bulan, mulai dari 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Kemudian pada 14-16 April 2019 dimulai masa tenang.

“Pengalaman Pemilu 2019, menunjukkan panjangnya durasi kampanye membuat masyarakat terbelah dan konflik pun bermunculan,” ujar Siti.

Lebih lanjut, Siti mengatakan panjangnya tahapan pemilu, terutama masa kampanye dalam Pemilu 2024, akan mengganggu fokus aparat keamanan dan ketertiban, seperti TNI dan Polri dalam penanganan Covid-19.

Selama ini, aparat TNI dan Polri telah diterjunkan untuk turut berpartisipasi dalam pengendalian Covid-19, terutama dalam disiplin penerapan protokol kesehatan serta percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Penanggulangan Covid-19 dan penerapan protokol kesehatannya melibatkan TNI dan Polri. Seperti yang sudah-sudah pemilu juga melibatkan TNI dan Polri,” terang Siti Zuhro.

Karena itu, pemerintah harus memikirkan bagaimana perhelatan besar seperti pemilu dan pilkada serentak pada tahun 2024 dapat ditangani dengan baik tanpa kerusuhan. Mengingat, tenaga TNI dan Polri saat ini difokuskan untuk penanganan dan penendalian pandemi Covid-19.

“Idealnya, pemilu tidak perlu melibatkan TNI dan Polri kalau kompetisinya berjalan free and fair dan tidak distortif,” tegas Siti.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Moeldoko: Stranas PK Kurangi Inefisiensi Penyaluran Bansos

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan program Stranas PK 2021-2022 berhasil meminimalkan inefisiensi penyaluran bansos.

POLITIK | 9 Desember 2021

Ridwan Kamil Masih Pilih Partai untuk Berlabuh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih mencari dan memilih partai sebagai tempatnya bernaung.

POLITIK | 9 Desember 2021

Laba BUMN Terus Meningkat, Kinerja Erick Thohir Diapresiasi

Kinerja Erick Thohir dalam melakukan transformasi BUMN berhasil membuahkan hasil positif.

POLITIK | 9 Desember 2021

Ketum DPP PA GMNI: Pancasila Terpinggirkan di Era Reformasi

Ketua Umum DPP PA GMNI Arief Hidayat menyebut Pancasila telah terpinggirkan pada era Reformasi.

POLITIK | 8 Desember 2021

Baleg Finalkan Draf RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Baleg akan segera memfinalisasi keputusan mengenai draf naskah RUU PKS yang menjadi inisiatif DPR.

POLITIK | 8 Desember 2021

Survei Indikator, Pendukung Jokowi Enggan Pilih Sandiaga Uno

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan pendukung Jokowi dalam pilpres sebelumnya ternyata enggan memilih Sandiaga Uno.

POLITIK | 8 Desember 2021

Pengumuman Reshuffle Kabinet Akan Jadi Kejutan

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menilai akan ada kejutan dari Istana Kepresidenan mengenai reshuffle kabinet.

NASIONAL | 8 Desember 2021

Jokowi ke Sintang, Tak Ada Reshuffle pada Rabu Pon

Untuk Rabu Pon kali ini bisa dipastikan tidak akan ada reshuffle karena Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sintang, Kalimantan Barat.

POLITIK | 8 Desember 2021

Puan Dinilai Potensial Jadi Pemimpin Nasional di 2024 

Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai sangat potensial menjadi pemimpin nasional pada Pilpres 2024 mendatang.

POLITIK | 7 Desember 2021

Qodari: Cawapres Berpengaruh Tentukan Kemenangan

Ada faktor penentu kemenangan dari calon presiden yaitu sosok dari calon wakil presiden.

POLITIK | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Piala AFF: Timnas Indonesia Pantang Remehkan Kamboja

Piala AFF: Timnas Indonesia Pantang Remehkan Kamboja

BOLA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings