Respons Loyalis AHY terhadap Yusril, Ini Pandangan Pengamat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Respons Loyalis AHY terhadap Yusril, Ini Pandangan Pengamat

Senin, 27 September 2021 | 18:22 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan bahwa respon dan penyerangan dari loyalis Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terhadap pribadi Yusril Ihza Mahendra dinilai tidak pantas dan seolah ingin membatasi ruang gerak Yusril selaku kuasa hukum.

Diketahui, Yusril menjadi kuasa hukum dari empat kader Demokrat Muhammad Isnaini Widodo, Nur Rakhmat Juli Purwanto, Ayu Palaretins dan Binsar Trisakti Sinaga yang akan mengajukan judical review atau uji materi terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat Tahun 2020 ke Mahkamah Agung (MA).

"Kenapa loyalis seolah ingin membatasi kebebasan Yusril dalam menerima kuasa dari empat kader tersebut?" kata Fernando melalui keterangan, Senin (27/9/2021).

Menurut Fernando, keempat kader tersebut memiliki hak untuk memperjuangkannya sesuai dengan UU yang berlaku sebagai pihak yang merasa diperlakukan tidak adil oleh Partai Demokrat selama ini.

"Mereka merasa dikebiri haknya dalam menjalankan demokrasi di Demokrat, lalu melakukan judical review," katanya.

Sebelumnya, para loyalis AHY ramai-ramai berkomentar usai Yusril ditunjuk sebagai kuasa hukum anggota Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang.

Salah satunya adalah petinggi Demokrat Andi Arief yang mengungkit dukungan partainya terhadap putra Yusril, Yuri Kemal di Pilkada Belitung Timur.

Hal senada juga diungkap Rachland Nashidik yang menilai Yusril lebih baik fokus menjadi akademisi, alih-alih ikut campur dalam polemik partainya.

Menanggapi hal itu, Yusril melalui juru bicaranya Jurhum Lantong merespon pernyataan para elite Demokrat tersebut.

"Entah apa yang membuat elit Partai Demokrat terkesan seolah begitu dibuat ketakutan alias ‘paranoid’ ketika Yusril Ihza Mahendra merilis judicial review Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung sesuai mandat yang telah diberikan 4 orang anggota Partai Demokrat melalui firma hukum miliknya," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (26/9/2021).

Jurhum pun lantas mempertanyakan sikap elite Demokrat tersebut yang seolah ketakutan dan paranoid terhadap pengajuan judicial review yang baru saja diajukan dan masih dalam proses yang belum ada putusannya.

"Jangan-jangan mereka memang takut karena memang di AD/ART Demokrat memuat indikasi yang diulas Yusril cenderung oligarkis, monolitik dan cenderung represif, sehingga tidak menyediakan ruang demokratis bagi sirkulasi elite di dalamnya, jangan-jangan kekhawatiran yang disampaikan Yusril memang termuat di dalam AD/ART mereka?” ujar Jurhum Lantong.

Dia juga mengingatkan agar elite Demokrat loyalis AHY tersebut harusnya fokus saja mempersiapkan argumen perlawanan hukum bukan malah sibuk melontarkan kritik-kritik yang bernada penyerangan terhadap diri Yusril selaku pribadi. Karena, menurutnya, kritik-kritik itu tidak menyasar substansi perkara yang tengah dia advokasi, yakni AD/ART PD.

“Andi mestinya fokus mempersiapkan argumen perlawanan hukum, biar judicial review ini perang argumen hukum yang mampu membuat rakyat cerdas, bukan berakrobat kata apalagi menyerang pribadi Yusril," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PDIP dan PKP Berkomitmen Jadi Benteng Penjaga Ideologi Pancasila

PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) berkomitmen bekerjasama dan menjadi benteng Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika

POLITIK | 26 Oktober 2021

Jokowi Minta Libur Natal dan Tahun Baru Tak Berpotensi Tingkatkan Kasus Covid-19

Jokowi minta seluruh kepala daerah dapat mengelola dan mengatur libur Natal dan Tahun Baru yang dapat berpotensi menimbulkan peningkatan kerumunan.

NASIONAL | 26 Oktober 2021


Partai Nasionalis dan Religius Menentukan pada Pilpres dan Pileg 2024

Partai nasionalis dan religius menentukan pada Pilpres 2024 karena sampai saat ini gabungan dua kekuatan ini masih cukup kuat di kancah perpolitikan Tanah Air.

POLITIK | 26 Oktober 2021

Puan Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022 Demi Pemulihan Ekonomi Rakyat

Puan mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja yang memberi sinyal akan ada kenaikan upah minimum.

POLITIK | 25 Oktober 2021


Bamsoet: Membiarkan Negara Tanpa Arah, Tidak Sesuai Ajaran Islam

Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet menyebut Indonesia membutuhkan haluan negara. Sebab, membiarkan negara tanpa arah, tidak sesuai ajaran Islam.

POLITIK | 25 Oktober 2021

PPP Harap Jubir Presiden Jago Komunikasi Bukan Miskomunikasi

Waketum PPP Arsul Sani berharap jubir Presiden Joko Widodo, benar-benar andal dalam hal komunikasi.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

Fahri Hamzah didorong untuk menjadi jubir Presiden Joko Widodo. Diketahui, kursi jubir kini kosong setelah Fadjroel Rachman resmi dilantik sebagai dubes.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Publik Dukung Jokowi Lakukan Reshuffle

Mayoritas publik mendukung Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

POLITIK | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# Fahri Hamzah


# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
PDIP dan PKP Berkomitmen Jadi Benteng Penjaga Ideologi Pancasila

PDIP dan PKP Berkomitmen Jadi Benteng Penjaga Ideologi Pancasila

POLITIK | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings