Belajar dari Rusia, KPU Siapkan Skenario Pemilu 2024 di Tengah Pandemi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Belajar dari Rusia, KPU Siapkan Skenario Pemilu 2024 di Tengah Pandemi

Selasa, 28 September 2021 | 14:32 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan pihaknya mempersiapkan dua skenario untuk pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024. Yakni, skenario pemilu normal dan skenario bila pandemi Covid-19 masih terjadi.

"Untuk menghadapi situasi pandemi, KPU dan bangsa ini sudah memiliki pengalaman Pilkada 2020 yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Ini bahan informasi kita kenapa pemilu harus serentak, dan mengantisipasi penyelenggaraan jika masih terjadi pandemi," kata Arief.

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertajuk Sukses Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Tengah Pandemi Covid-19, yang digelar Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia, Selasa (28/9/2021).

KPU sendiri mengusulkan, berdasar berbagai perhitungan dan pertimbangan termasuk aturan mengenai tahapan, bahwa pemilu 2024 akan dilaksanakan pada 21 Februari 2024. Namun pemerintah baru mengeluarkan usulan agar pemilu dilaksanakan pada Mei 2024.

"Nanti kita akan bertemu dan membahasnya bersama," imbuhnya.

Arief lalu menjelaskan rincian alasan kenapa KPU memilih Februari 2024.

Hanya saja, dia menekankan bahwa tanggal apapun yang dipilih, semua punya karakteristik dan tantangan sendiri.

"Apa yang beda jika 2024 masih ada Covid? Tentu pasti harus dilakukan dalam kondisi new normal, harus terapkan protokol kesehatan yang melibatkan banyak stakeholder. Koordinasi dengan BNPB dan Gugus Tugas Satgas covid, Kemenkes tentu akan lebih intensif di luar dengan DPR dan TNI-Polri," urainya.

Dari pengalaman pilkada 2020 bisa dipetik sejumlah pelajaran seperti soal ketersediaan APD, anggaran pasti akan bertambah, sosialisasi agar pemilih tak khawatir, dan lain-lain.

"Dalam pelaksanaannya, intinya mempertemukan banyak pihak dalam sikap masif. Kampanye dilaksanaakan melalui media sosial dan daring. Misalnya. Bisa saja diadopsi untuk diterapkan d pemilu 2024," katanya.

Dia lalu membeberkan hasil kunjungan lapangan sebagai pemantau yang diundang oleh KPU Rusia yang baru melaksanakan pemilu.

Di Rusia, ada tiga hal yang dilakukan untuk pemilu di masa pandemi.

Pertama mereka menggunakan internet voting yang berbeda dengan e-voting, di mana pemilih memberikan pilihannya masih manual dengan memberi tanda centang, silang, atau lingkaran, bukan mencoblos. Di 6 wilayah pilot project, diterapkan internet voting, di mana masyarakat yang tak mau hadir di TPS karena takut Covid, bisa memberikan pilihan lewat internet.

"Mereka menerapkannya tak di semua wilayah, namun pilot project di 6 region. Ini menurut saya contoh bagi pembuat UU, untuk bisa mempertibangkannya. Dari 85 region, Rusia hanya buat di 6 region. Mereka yang tidak mau memilih menggunakan hak pilihnya ke TPS, bisa melalui internet voting. Ada juga dropbox," kata Arief.

Kedua, Rusia menghindari penumpukan di TPS. Pengalaman Pilkada 2020 di Indonesia, KPU mengatur pemilih untuk datang pada jam tertentu di hari yang sama. Di Rusia, mereka tak hanya atur di jam tertentu tapi dilakukan di hari berbeda.

"Karena mereka melaksanakan pemilu selama 3 hari," imbuhnya.

Ketiga, Rusia juga menerapkan penggunaan alat pelindung diri seperti hazmat dan hand sanitizer. Dalam hal ini, menurut Arief, Indonesia jauh lebih lengkap.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

LAN Terbitkan Indeks Kualitas Kebijakan sebagai Instrumen Penilaian Reformasi Birokrasi

Dalam rangka meningkatkan indeks daya saing saat ini, salah satu tantangan yang dihadapi adalah Reformasi Birokrasi (RB) harus bisa berjalan berkesinambungan

POLITIK | 19 Oktober 2021

Martin Manurung: Pembenahan dan Perubahan BUMN Terus Berjalan

Martin Manurung menilai pembenahan dan perubahan di Kementerian BUMN terus berjalan

POLITIK | 19 Oktober 2021

Bicara 2 Tahun Jokowi-Ma’ruf, Ali Mochtar Ngabalin: Terus Tumbuh Gapai Cita-cita Bangsa

Ali Mochtar Ngabalin berbicara mengenai dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Ngabalin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggapai cita-cita bangsa.

POLITIK | 19 Oktober 2021

DPR Dorong Fasilitas Kredit dengan Bunga Rendah untuk Cegah Pinjol Ilegal

Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno mendorong fasilitas kredit dengan bunga rendah untuk mengatasi bertumbuhnya pinjol.

POLITIK | 19 Oktober 2021

Politikus PDIP: Presiden Jokowi Tidak Mungkin Terpikir untuk Bubarkan Kementerian BUMN

Politikus PDIP Deddy Yevri Sitorus menyebut Presiden Jokowi tidak mungkin terpikir untuk membubarkan Kementerian BUMN.

POLITIK | 19 Oktober 2021

Tiba di Tana Tidung, Presiden Jokowi Disambut Prosesi Adat Tepung Tawar

Prosesi adat tepung tawar menyambut kedatangan Presiden Jokowi setibanya di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Moeldoko: Sebagai Nakhoda, Jokowi Beri Arahan Jelas dan Tegas untuk Lalui Krisis

Moeldoko mengaku, selama dua tahun terakhir ini Jokowi memberikan arahan yang jelas dan tegas sehingga Indonesia keluar dari krisis.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Survei SMRC Sebut 68,5% Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

SMRC mengeluarkan rilis survei yang menyatakan sebanyak 68,5% masyarakat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo Jokowi.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

SMRC: Mayoritas Warga Optimistis Ekonomi Membaik Tahun Depan

Survei SMRC menunjukkan, mayoritas masyarakat optimistis kondisi ekonomi akan membaik pada tahun depan

POLITIK | 19 Oktober 2021

Survei SMRC: 2 Tahun Terakhir, Tren Kondisi Politik Nasional Cenderung Memburuk

SMRC merilis survei yang menemukan tren kondisi politik nasional selama dua tahun terakhir mengalami penurunan atau agak memburuk

POLITIK | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Liga Champions


# Singapura


# PPKM



TERKINI
Masuk PKPU, Perusahaan Pengembang Apartemen Gayanti

Masuk PKPU, Perusahaan Pengembang Apartemen Gayanti

NASIONAL | 36 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings