Survei SMRC Sebut Kualitas Capres Akan Pengaruhi Elektrabilitas Partai
Logo BeritaSatu

Survei SMRC Sebut Kualitas Capres Akan Pengaruhi Elektrabilitas Partai

Kamis, 7 Oktober 2021 | 18:09 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei eksperimental terhadap hubungan elektabilitas partai dengan calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024. Hasil survei menyimpulkan kualitas calon presiden (capres) akan memengaruhi tingkat elektabilitas partai politik yang mencalonkan dan menentukan hasil pemilihan legislatif (pileg) yang akan digelar di tahun yang sama.

“Elektabilitas partai akan menurun jika partai tersebut tidak mengusung capres yang diinginkan oleh pemilih,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat menyampaikan hasil riset dalam acara Rilis dan Webinar Survei Opini Publik Nasional SMRC bertajuk “Partai dan Tokoh Calon Presiden: Kecenderungan Sikap Pemilih Menjelang 2024” yang digelar secara virtual, Kamis (7/10/2021).

Survei opini publik ini digelar pada 15-21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

Ia menerangkan metode survei eksperimen merupakan salah satu cara untuk menguji hubungan kausal antara variabel independen dan dependen dalam survei opini publik. Berbeda dengan survei-survei biasa di mana hubungan kausal hanya berdasarkan asumsi dan teori, survei eksperimental menunjukkan hubungan kausal itu secara metodologis sehingga dapat menghasilkan temuan yang menunjukkan ada atau tidaknya hubungan kausal tersebut secara lebih meyakinkan.

“Dalam survei eksperimen, sebab ditetapkan lewat suatu desain eksperimen dengan memberikan treatment secara acak kepada responden kemudian melihat pengaruhnya pada akibat,” kata Deni Irvani.

Survei eksperimental ini, lanjut Deni, dilakukan untuk menguji efek capres yang diusung partai terhadap elektabilitas partai tersebut. Untuk melihat seberapa penting calon presiden bagi elektabilitas partai politik. Hasil survei menunjukkan bila pemilihan anggota DPR RI diadakan sekarang, ada 70% yang akan ikut memilih, sementara 21% tidak akan ikut memilih. Yang tidak tahu/tidak menjawab 9%.

Dalam eksperimen I, pada treatment 1, ditanyakan bila Prabowo didukung PDIP, apakah akan membuat Prabowo unggul terhadap Ganjar yang merupakan kader PDIP, hasil surveinya ada 43% yang akan memilih Ganjar Pranowo, sementara 01% tidak akan memilih Ganjar Pranowo, dan 17% tidak tahu/tidak jawab.

Pada treatment 2, Bila Prabowo dipasangkan dengan Puan Maharani, apakah akan membuat Prabowo unggul dari Ganjar, hasilnya ada 44% yang akan memilih Ganjar Pranowo, sementara 40% tidak akan memilih Ganjar Pranowo dan 17% menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

“Ada kecenderungan Ganjar di atas Prabowo bila calon hanya mereka. Hasil pengujian statistik menunjukkan pencalonan Prabowo maupun Prabowo-Puan oleh PDIP tidak berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas Ganjar. Ganjar tetap lebih banyak menarik pemilih,” terang Deni Irvani.

Kemudian dalam eksperimen II tentang partai versus kesukaan pada calon presiden. Pada treatment 1, bila partai yang dipilih tidak mencalonkan calon presiden yang disukai pemilih partai, apakah pemilih itu akan tetap memilih calon presiden pilihan partai tersebut, hasil survei mencatat ada 35% yang akan tetap memilih capres yang tidak disukai tersebut, sementara 53% tidak akan memilih calon tersebut, kemudian yang tidak tahu/tidak jawab 12%

Treatment 2, bila ada calon presiden yang tidak dicalonkan partai yang dipilihnya tap

i dicalonkan oleh partai lain apakah akan memilih calon presiden dari partai tersebut, hasilnya mengatakan ada 67% yang akan tetap memilih capres tersebut dan 25% tidak akan memilih capres tersebut. Serta 8% menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Dengan demikian, papar Deni, di mata pemilih partai, kualitas persoalan capres lebih penting dibanding keputusan partai tentang capres. Pemilih partai lebih memilih capres yang lebih disukainya meskipun capres tersebut tidak diusung oleh partainya.

Selanjutnya dalam eksperimen III tentang partai versus kualitas calon presiden. Pada treatment 1, apakah seorang pemilih akan memilih calon presiden yang tidak bersih dari korupsi namun dicalonkan partai yang dipilihnya, maka survei mencatat ada 83% tidak akan memilih calon tersebut dan 9% yang akan tetap memilih capres tersebut

Treatment 2, apakah seorang pemilih akan memilih calon presiden yang tidak perhatian pada rakyat tapi dicalonkan oleh partai yang dipilihnya, survei mengatakan ada 80% tidak akan memilih calon tersebut dan 9% yang akan tetap memilih capres tersebut.

Dalam eksperimen IV tentang partai versus calon presiden untuk elektabilitas partai. Pada treatment 1, dilakukan survei terkait calon presiden yang tak diinginkan. Bila partai yang ingin pemilih pilih tidak mencalonkan orang yang diinginkan menjadi calon presiden, apakah pemilih tersebut akan memilih calon partai atau anggota DPR dari partai tersebut. Hasilnya, ada 35% yang akan memilih partai yang tidak mencalonkan capres pilihan, sementara 49% tidak akan memilih partai tersebut. Responden yang tidak tahu/tidak menjawab 16%.

Treatment 2 tentang calon presiden yang diinginkan. Bila partai yang ingin pemilih pilih mencalonkan orang yang pemilih inginkan menjadi presiden apakah pemilih itu akan memilih partai atau calon anggota DPR dari partai tersebut. Maka ada 63% yang akan memilih partai yang mencalonkan capres pilihan, sementara 21% tidak akan memilih partai tersebut. Kemudian yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 15%.

Deni Irvani menjelaskan hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa capres berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas partai. “Elektabilitas partai menurun signifikan jika partai tersebut tidak mengusung capres yang diinginkan pemilih. Dan elektabilitas partai tetap jika partai tersebut mencalonkan capres seperti yang diinginkan oleh pemilih,” ujar Deni Irvani.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ketum DPP PA GMNI: Pancasila Terpinggirkan di Era Reformasi

Ketua Umum DPP PA GMNI Arief Hidayat menyebut Pancasila telah terpinggirkan pada era Reformasi.

POLITIK | 8 Desember 2021

Baleg Finalkan Draf RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Baleg akan segera memfinalisasi keputusan mengenai draf naskah RUU PKS yang menjadi inisiatif DPR.

POLITIK | 8 Desember 2021

Survei Indikator, Pendukung Jokowi Enggan Pilih Sandiaga Uno

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan pendukung Jokowi dalam pilpres sebelumnya ternyata enggan memilih Sandiaga Uno.

POLITIK | 8 Desember 2021

Pengumuman Reshuffle Kabinet Akan Jadi Kejutan

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menilai akan ada kejutan dari Istana Kepresidenan mengenai reshuffle kabinet.

NASIONAL | 8 Desember 2021

Jokowi ke Sintang, Tak Ada Reshuffle pada Rabu Pon

Untuk Rabu Pon kali ini bisa dipastikan tidak akan ada reshuffle karena Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sintang, Kalimantan Barat.

POLITIK | 8 Desember 2021

Puan Dinilai Potensial Jadi Pemimpin Nasional di 2024 

Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai sangat potensial menjadi pemimpin nasional pada Pilpres 2024 mendatang.

POLITIK | 7 Desember 2021

Qodari: Cawapres Berpengaruh Tentukan Kemenangan

Ada faktor penentu kemenangan dari calon presiden yaitu sosok dari calon wakil presiden.

POLITIK | 7 Desember 2021

Ini Daftar Prolegnas Prioritas 2022, di Mana UU Cipta Kerja?

Rapat Paripurna DPR mengesahkan laporan Baleg DPR mengenai Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas. UU Cipta Kerja ada di daftar kumulatif terbuka.

POLITIK | 7 Desember 2021

Prestasi Erick Thohir, Modal Elektoral Pilpres 2024

Prestasi Menteri Badan Usaha Milik Negara  Erick Thohir menjadi modal elektoralnya menghadapi Pilpres 2024.

POLITIK | 6 Desember 2021

James Sumendap Jadi Ketua Sidang Kongres IV PA GMNI

Ketua DPD PA GMNI Sulawesi Utara James Sumendap menjadi ketua sidang Kongres IV PA GMNI.

POLITIK | 6 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Listing, Indo Pureco Pratama Siap Bangun Pabrik Baru

Listing, Indo Pureco Pratama Siap Bangun Pabrik Baru

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings