Milenial Muslim Dukung Istana Soal Diplomasi Indonesia Lewat Studi Islam
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Milenial Muslim Dukung Istana Soal Diplomasi Indonesia Lewat Studi Islam

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:54 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tentang perlunya mendorong pusat studi Islam di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sebagai bentuk pendekatan diplomasi Islam Indonesia kepada dunia, mendapatkan dukungan kalangan milenial muslim.

Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB) Khairul Anam menegaskan bahwa pandangan jauh ke depan yang dilontarkan Moeldoko tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat (hub) peradaban Islam di masa datang.

Menurut Khairul keberadaan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia, dengan tipologi Muslim yang mengedepankan pendekatan Islam yang moderat (Islam Wasathiyah) merupakan modal utama untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam masa datang tersebut. Pada titik itulah UIII dapat menjadi pusat kajian, penelitian, dan implementasi wacana peradaban Islam moderat, yang pada gilirannya tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia dan warganya, tapi juga bagi dunia secara umum, khususnya dunia Islam.

“Kita tahu bahwa Islam yang hidup dan tumbuh di Indonesia itu khas, sangat moderat, lembut dan mengedepankan kasih sayang sebagai perwujudan Islam yang rahmatan lil alamin. Ini bisa menjadi modal untuk memimpin dunia dan peradaban Islam menuju dunia yang damai dan penuh kemakmuran,” kata Khairul.

Menurut Khairul, tipologi Islam yang ramah dan penuh rahmat itu dikuatkan dengan besarnya populasi Muslim Indonesia. Fakta tersebut bisa bersinergi dan saling menguatkan untuk membangun Indonesia sebagai puisat peradaban dunia Islam. “Potensi tersebut riil, jadi cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam dunia pun sama sekali bukan wishful thinking,” kata dia.

Khairul menunjukkan data terbaru yang memungkinkan dunia Islam di masa depan bisa menjadi pemimpin peradaban dunia. Ia merujuk hasil penelitian terbaru dari Pew Research Center yang berbasis di AS, yang menyatakan Islam adalah satu-satunya agama yang tumbuh lebih cepat dari populasi dunia, dan diprediksi akan menjadi agama terbesar di dunia pada 2070.

Penelitian Pew Research Center itu menganalisis perubahan demografis di antara agama-agama besar dunia, dan menemukan bahwa populasi Muslim dunia akan tumbuh 73 persen antara 2010 hingga 2050. Hal itu jauh lebih cepat dibandingkan dengan 35 persen untuk Kristen, agama dengan pertumbuhan tercepat berikutnya.

Menunjuk hasil riset, Khairul menyatakan, pada 2010 ada 1,6 miliar Muslim di dunia, dan 2,17 miliar Kristen. Pada 2050, akan ada 2,76 miliar Muslim dan 2,92 miliar Kristen, dan jika kedua agama terus tumbuh pada tingkat itu, Islam akan memiliki jumlah pengikut yang lebih besar daripada Kristen pada 2070.

“Jadi, dengan modal dasar kuat yang dimiliki Indonesia berupa tipologi Islam yang ramah plus populasi Muslim terbesar, bila berhasil disinergikan dengan kecenderungan perubahan populasi keberagamaan dunia, hasilnya akan sangat dahsyat dan positif bagi Indonesia,” kata Khairul.

Khairul juga mengatakan, stereotype lama bahwa Islam lekat dengan Timur Tengah pun sebenarnya sudah tidak valid. Sejak 2010 pun data The Pew Forum on Religion & Public Life’ justru memperlihatkan sisi sebaliknya. Populasi Muslim yang tinggal di wilayah Asia-Pasifik justru mencapai hampir dua pertiga dari keseluruhan populasi Muslim dunia—atau tepatnya 62 persen. Jumlah Muslim dari Indonesia, India, dan Pakistan saja yang berkisar 560 juta jiwa, sudah jauh lebih besar ketimbang seluruh populasi di Timur Tengah dan Afrika Utara yang hanya berkisar 317 juta jiwa.

Ia yakin, bila Indonesia khususnya melalui UIII mampu memainkan peran yang cerdik dan cantik, stereotype lama yang mengedepankan Timur Tengah dan Islam ‘keras’ sebagai wajah Islam dunia itu bisa berubah. “Wajah Dunia Islam pun bisa berubah menjadi wajah Islam yang ramah, yang rahmatan lil alamin,” kata dia.

Sebagaimana ramai diberitakan media massa arus utama, dalam pertemuan dengan rektor dan petinggi kampus UIII di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (14/10/2021) lalu, KSP mengatakan pentingnya pendekatan diplomasi melalui studi Islam. Untuk itu Moeldoko mendukung penuh keberadaan dan kemajuan UIII. Saat itu Moeldoko juga berharap studi Islam dengan konteks Indonesia itu akan mampu memberikan kekhasan yang diharapkan bisa menjadi ikon baru pusat studi Islam dunia.

Saat bertemu KSP Moeldoko, pihak kampus UIII juga melaporkan bahwa saat ini setidaknya 100 beasiswa kuliah telah diberikan kepada insan-insan akademis dari 59 negara yang ingin mendalami studi Islam di UIII.

Rekor UIII Komaruddin Hidayat mengatakan, bahwa sebagian besar penerima beasiswa adalah perempuan, terutama berasal dari kawasan Timur Tengah. "Ini adalah ikon baru. Satu-satunya kampus fenomenal hasil karya dari Presiden Joko Widodo dan para petinggi negara ini," ucap Komaruddin.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No. 57/2016 tentang pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) pada 29 Juni 2016.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Erick Thohir Terima Baret Anggota Kehormatan GP Ansor

Erick Thohir menerima pembaretan Anggota Kehormatan GP Ansor, Minggu (28/11/2021).

POLITIK | 28 November 2021

Musda Golkar Bekasi Oktober Lalu Sudah Sesuai AD/ART

Semua pihak diminta tidak memperkeruh suasana pasca terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Bekasi yang digelar pada 29 Oktober 2021 lalu.

POLITIK | 28 November 2021

Sekjen PDIP: Sekolah Partai Bagian dari Sistem Kaderisas

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya terus melakukan konsolidasi dan pematangan kader seluruh Indonesia melalui pendidikan sekolah partai.

POLITIK | 28 November 2021

Golkar Yakin Revisi UU Cipta Kerja Rampung dalam 2 Tahun

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Henry lndraguna meyakini pemerintah dan DPR dapat merevisi UU Cipta Kerja dalam dua tahun sebagaimana putusan MK.

POLITIK | 28 November 2021

PAN: Lumrah jika Presiden Mengevaluasi Kinerja Menteri

Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay menyatakan hal lumrah jika Presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja menteri yang diiringi dengan reshuffle kabinet.

POLITIK | 28 November 2021

Anggota DPR Nilai Perbaikan UU Cipta Kerja Cukup 2 Tahun

Menkumham Yasonna Laoly menyatakan yakin dalam dua tahun bisa melakukan perbaikan terhadap UU Cipta Kerja.

POLITIK | 28 November 2021

Saleh Daulay: Perbaikan UU Cipta Kerja Jangan Terlalu Lama

Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan UU Cipta Kerja harus segera direvisi dan jangan memakan waktu lama.

POLITIK | 28 November 2021

Ketua Fraksi PAN: Kami Sangat Senang Membantu Presiden

Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan partainya sangat bersedia membantu Presiden Jokowi di dalam kabinet pemerintahan.

POLITIK | 28 November 2021

Baleg DPR: UU Cipta Kerja Masih Berlaku sampai 2 Tahun

Anggota Baleg DPR Christina Aryani menegaskan UU Cipta Kerja tetap berlaku sampai batas waktu mengubah UU itu berakhir dalam 2 tahun sebagaimana putusan MK.

POLITIK | 27 November 2021

Gerindra: Event Formula E Jangan Timbulkan Pertentangan

Ahmad Muzani meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mengkaji benar penyelenggaraan Formula E agar tidak terjadi pertentangan di masyarakat

POLITIK | 27 November 2021


TAG POPULER

# Indonesia Terbuka


# Bambang Soesatyo


# Pemuda Pancasila


# Penerima Vaksin Covid-19


# Penghinaan Etnis



TERKINI
Jawara di Pulau Dewata, Axelsen Mengaku Senang

Jawara di Pulau Dewata, Axelsen Mengaku Senang

OLAHRAGA | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings