Survei SMRC: Presiden Harus Dipilih Rakyat Bukan MPR
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei SMRC: Presiden Harus Dipilih Rakyat Bukan MPR

Jumat, 15 Oktober 2021 | 18:42 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WM

Jakarta, Beritasatu.com – Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, publik pada umumnya setuju atau sangat setuju presiden dipilih langsung oleh rakyat. Ada sebanyak 87% responden yang menyatakan presiden harus dipilih rakyat bukan MPR.

Direktur Eksekutif SMRC Sirajuddin Abbas mengatakan, hanya 10% warga yang menyatakan setuju atau sangat setuju presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat, tetapi dipilih oleh MPR.

“Dari Mei 2021 ke September 2021, yang setuju presiden dipilih langsung oleh rakyat bukan oleh MPR naik dari 85% menjadi 87%,” kata Sirajuddin Abbas dalam penyampaian rilis survei SMRC tentang Update Opini Publik Tentang Amendemen UUD 1945 secara virtual, Jumat (15/10/2021).

Kemudian, lanjut Sirajuddin, mayoritas masyarakat menginginkan masa jabatan presiden selama 2 periode tetap dipertahankan, yaitu ada sebanyak 84%. Sedangkan masyarakat yang menginginkan masa jabatan presiden diubah lebih dari 2 periode hanya 12% dan yang tidak punya sika pada sebanyak 5%.

“Dari Mei 2021 ke September 2021, masyarakat yang ingin ketentuan tersebut (masa jabatan presiden 2 periode) dipertahankan naik dari 74% menjadi 84%,” ujar Sirajuddin Abbas.

Sementara itu, dari angka 12% responden yang menilai masa jabatan presiden harus diubah, ada 58% (7% dari total populasi) yang ingin masa periode jabatan presiden diubah menjadi 1 kali, dengan masa periode antara 5, 8 atau 10 tahun. Lalu ada 40% (5% dari total populasi) yang ingin diubah menjadi lebih dari dua kali dengan masing-masing masa periode jabatan 5 tahun.

“Dari total populasi, yang menginginkan masa jabatan presiden harus lebih dari 2 periode turun dari 7% pada survei Mei 2021 menjadi 5% pada survei September 2021,” terang Sirajuddin Abbas.

Sirajuddin menerangkan, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum. Dari populasi itu, dipilih secara random (multistage random sampling) kepada 1.220 responden dengan response rate 80% atau sebanyak 981. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara pada 15 sampai 21 September 2021. Adapun margin of error survei ini sebesar 3,19% dengan tingkat kepercayaan 95%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

MPR Terima DIPA TA 2022 dari Presiden Jokowi

Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama pimpinan kementerian/lembaga menerima DIPA tahun anggaran 2022 dari Presiden Jokowi.

POLITIK | 29 November 2021

Dipertanyakan, Standar Partisipasi Publik Saat Bahas UU

Wakil Ketua MPR Arsul Sani mempertanyakan standar partisipasi publik saat membahas undang-undang.

POLITIK | 29 November 2021

UU Ciptaker Inkonstitusional, PPP: Timbulkan Masalah Baru

UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi. PPP menilai putusan MK itu berpotensi menimbulkan permasalahan baru.

POLITIK | 29 November 2021

Baleg Akan Revisi UU PPP

Anggota Baleg DPR Christina Aryani menyatakan pihaknya akan merevisi UU PPP.

POLITIK | 29 November 2021

Revisi UU PPP dan Ciptaker Akan Masuk Prolegnas Prioritas

Baleg DPR akan memasukkan UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP) dan UU Cipta Kerja ke Prolegnas Prioritas 2022

POLITIK | 29 November 2021

Jokpro 2024 Gelar Deklarasi di Maluku

Jokpro 2024 melakukan deklarasi di regional Maluku yang digelar secara daring, Minggu (28/11/2021).

POLITIK | 29 November 2021

Jokowi: APBN 2022 Fokus pada 6 Kebijakan Utama

Presiden Jokowi mengatakan, penyusunan APBN 2022 akan fokus pada 6 kebijakan utama.

POLITIK | 29 November 2021

Gus Yaqut Sambut Erick Thohir Jadi Keluarga Besar Banser

Gus Yaqut menyambut gembira bergabungnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi anggota kehormatan Banser.

POLITIK | 29 November 2021

Terbuka, Kerja Sama Gerindra-PDIP di Pilpres 2024

Partai Gerindra membuka peluang kerja sama dengan PDIP pada Pilpres 2024 mendatang.

POLITIK | 28 November 2021

Sugiono Serahkan 56 Gerobak Angkringan untuk Kader Gerindra

Waketum Partai Gerindra Sugiono menyerahkan bantuan 56 gerobak angkringan untuk pengurus ranting Gerindra Kota Semarang.

POLITIK | 28 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
4 Pemain Siap Berebut Gelar Master Speed Chess MPL

4 Pemain Siap Berebut Gelar Master Speed Chess MPL

DIGITAL | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings