Pemerhati Pangan Nilai Bapanas Tidak Efektif
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerhati Pangan Nilai Bapanas Tidak Efektif

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:16 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerhati pangan yang juga politisi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago menganggap pembentukan Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas) dinilai tidak efektif.

Justru sebaliknya, ia khawatir keberadaan Bapanas hanya mengakomodir pihak tertentu yang memiliki keinginan impor.

Bagi Irma, hal itu tidak sejalan dengan semangat para petani yang sedah gigih meningkatkan produksi setiap hari.

"Saya khawatir, jika Bapanas ini terbentuk maka akan terjadi tumpang tindih kewenangan dan bukan tidak mungkin badan ini nantinya akan menjadi bagian dari kepentingan oknum-oknum yang pro impor pangan," ujar Irma melalui keterangan tertulis, Sabtu (16/10/2021).

Selain itu, keberadaan Bapanas yang akan menarik Badan Ketahanan Pangan Kementan juga dinilai akan mengacaukan cita-cita swasembada yang selama ini dijalankan melalui berbagai program dan kebijakan. Salah satunya adalah program food estate yang mengakpmodir semua kepentingan bangsa untuk membangun pertanian berbasis korporasi.

"Pada akhirnya saya lihat cita-cita swasembada pangan hanya menjadi program ompong saja. Makanya, jika badan ini terbentuk sebaiknya kewenangannya tetap berada di bawah kementerian operasional nya yaitu kementan dengan koordinasi efektif pada kementrian teknis yaitu Mendag, Menkeu dan Menko Perekonomian tentunya," katanya.

Menurut Irma, kinerja Kementan di bawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo sejauh ini sangat memuaskan. Terbukti dari semua ancaman dan tantangan yang ada, pertanian tetap tumbuh dan tangguh. Sektor ini bahkan menjadi penyelamatan ekonomi di tengah pandemi.

"Saat ini kinerja Kementan sudah on the track, tetapi memang tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan karena mencetak sawah baru, lahan baru itu tidak sama dengan memberdayakan sawah dan lahan yang sudah ada, banyak faktor yang menjadi tantangan," katanya.

Untuk itu, Irma berharap semua pemerhati pangan agar mendukung upaya Kementan dalam mewujudkan pertanian yang lebih baik. Pertanian maju, mandiri dan modern. "Memang yang dibutuhkan saat ini adalah supporting dan trust, karena tanpa itu badan apapun yang akan dibentuk hanya akan jadi program pencitraan saja itu menurut saya," katanya.

"Sekali lagi menurut saya kewenangan BKP harus tetap menjadi tanggungjawab Kementan dan pengelolaannya berada di bawah Kementrian ini. Karena jika kewenangannya diberikan pada kementrian lain ataupun pada Menko maka saya yakin badan ini hanya akan jadi bancakan otoritas, karena akan terjadi tumpang tindih kewenangan yang pada akhirnya hanya akan menimbulkan kegaduhan baru dan saling tunjuk terhadap pencapaian swasembada pangan," tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Terpapar Radikalisme, 16 ASN Gagal Jadi Eselon I

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengungkap lebih dari 16 ASN gagal menjadi eselon I.

POLITIK | 1 Desember 2021

Respons Fadel Muhammad, Mensesneg: Itu Urusan Presiden

Merespons Fadel Muhammad yang minta Sri Mulyani dicopot, Mensesneg Pratikno menekankan pemberhentian dan pengangkatan meteri merupakan urusan presiden.

POLITIK | 1 Desember 2021

ASN Dinilai Kurang Dibekali Pancasila

Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut ASN pascareformasi kurang dibekali Pancasila.

POLITIK | 1 Desember 2021

5 Kursi Wamen Kosong, Begini Jawaban Mensesneg

Sampai saat ini masih ada 5 posisi wakil menteri (wamen) yang belum terisi di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.

POLITIK | 1 Desember 2021

Bertemu Jokowi, Johan Budi Bantah Bahas Wamen atau Jubir

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Johan Budi membantah pertemuannya dengan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Johan membahas posisi Wamen atau jubir presiden.

POLITIK | 1 Desember 2021

Johan Budi Bertemu Jokowi, Mensesneg: Silaturahmi

Pratikno menegaskan pertemuan antara anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Johan Budi dengan Presiden Jokowi hanya sekadar silaturahmi.

POLITIK | 1 Desember 2021

Mensesneg: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet

Mensesneg Pratikno mengungkapkan hingga saat ini tidak ada rencana Presiden Joko Widodo untuk melakukan reshuffle kabinet.

POLITIK | 1 Desember 2021

Dituding Tidak Menghargai MPR, Ini Jawaban Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara terkait tudingan bahwa dirinya tidak menghargai MPR.

POLITIK | 1 Desember 2021

Jika Ada Reshuffle, Ahok Dipandang Layak Jadi Menteri

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok layak menempati posisi sebagai menteri apabila terjadi reshuffle.

POLITIK | 1 Desember 2021

Survei Citra Nusantara Network: Elektabilitas Airlangga Naik

Elektabilitas Airlangga Hartarto kian terangkat dengan kinerja yang baik sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

POLITIK | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Reuni 212


# Kota Termahal di Dunia


# Ganjil Genap di Tol


# Militer Inggris



TERKINI
DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

MEGAPOLITAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings