PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

Jumat, 26 November 2021 | 20:43 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Fraksi Partai Demokrat (PD) menyatakan sebagai fraksi yang pertama kali menolak UU Cipta Kerja sejak awal. Sikap Fraksi Demokrat ini kemudian diikuti Fraksi PKS. Hal ini disampaikan Anggota Fraksi PD di DPR, Hinca Panjaitan usai Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan UU Cipta Kerja (Ciptaker) inkonstitusional bersyarat.

"Kami dari Partai Demokrat yang pertama menolak, baru kemudian sahabat kita yang satunya lagi," kata Anggota Fraksi PD di DPR, Hinca Panjaitan, kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Saat itu, Hinca sudah menyampaikan di forum pembahasan RUU Ciptaker, agar jangan buru-buru mengesahkan omnibus law itu. PD menilai butuh waktu yang panjang untuk membahasnya. Hal ini mengingat substansi yang dibahas banyak. PD juga menilai perlu sosialisasi ke masyarakat.

"Dan kami melihat waktu itu juga banyak hal yang bertentangan dengan konstitusi. Tapi waktu itu ya suara kami tidak didengar. Saya yang waktu itu yang membacakan pandangan akhir di Baleg sebelum ke Paripurna, yang kemudian diparipurnakan pun terpaksa walk out untuk menunjukkan sikap kami menolak itu," urainya.

Hinca mengaku pihaknya bersyukur karena MK memutuskan UU Ciptaker cacat formil atau cacat dari prosedur pembuatan undang-undangnya. Bahkan substansinya inkonstitusional bersyarat.

"Dan harusnya DPR pun siap bersama-sama pemerintah untuk segera menjalankan amanah itu. Ada diberi waktu 2 tahun. Ini menurut saya cukup lah pengalaman kita yang kemarin itu mengajarkan, 2 tahun itu cukup sosialisasinya, harus cukup substansinya, diskusinya juga cukup, supaya betul-betul bermanfaat. Karena kalau tidak, sia-sia lagi," kata Hinca.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Refly Harun: Pres-T Berpotensi Lahirkan Calon Tunggal di Pilpres 2024

Kuasa Hukum Gatot Nurmantyo, Refly Harun, mengatakan aturan presidential threshold atau pres-T berpotensi melahirkan calon tunggal pada Pilpres 2024.

POLITIK | 27 Januari 2022

Jabat Ketua DPD Partai Demokrat Jakarta, Mujiyono Siap Kerja Cerdas

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono ditetapkan menjadi ketua DPD Partai Demokrat DKI periode 2021-2026.

POLITIK | 27 Januari 2022

Sambangi DKPP, PKN Ingin Pemilu 2024 Berlangsung Fair Play

Partai Kebangkitan Nusantara menginginkan Pemilu 2024 berlangsung secara fair play.

POLITIK | 27 Januari 2022

Puan Maharani Tugaskan Sekjen DPR Serahkan UU IKN kepada Kemsetneg

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar menyerahkan naskah UU IKN kepada Kementerian Sekretariat Negara.

POLITIK | 27 Januari 2022

Didukung Nahdliyin, Erick Thohir Punya Kualifikasi Sebagai Pemimpin Masa Depan

Erick Thohir mempunyai peluang yang sangat besar dalam menggaet massa pemilih dari warga nahdliyin pada Pilpres 2024.

POLITIK | 27 Januari 2022

Masa Kampanye Pemilu 2024 Diusulkan 120 Hari, Ini Penjelasan KPU

KPU mengusulkan waktu kampanye Pemilu 2024 dilaksanakan 120 hari, begini alasannya.

POLITIK | 27 Januari 2022

DPR Ingatkan Kejagung Soal Bahaya Kerja Sama Mafia Tanah di BPN dan Pemda

Kejaksaan Agung (Kejagung) diingatkan soal potensi bahaya bila oknum mafia tanah di BPN bekerja sama dengan oknum di pemerintah daerah

POLITIK | 27 Januari 2022

Begini Respons Prabowo Saat Ditanya Soal Deklarasi Capres 2024

Prabowo Subianto enggan memberikan jawaban atas pertanyaan soal kepastian dirinya menjadi calon presiden (capres) 2024

POLITIK | 27 Januari 2022

DPR Setuju Prabowo Jual 2 Kapal Perang Indonesia

DPR menyetujui usul Menhan Prabowo Subianto untuk menjual 2 kapal perang, yakni KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513, karena sudah tak layak pakai

POLITIK | 27 Januari 2022

Dukung Pencapresan Airlangga, Golkar Sudah Saatnya Kembali Pimpin Indonesia

Partai Golkar mulai menghidupkan mesin partainya untuk mendukung Airlangga Hartarto maju sebagai Capres dalam Pilpres 2024.

POLITIK | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Kalah oleh Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala Asia Wanita

Kalah oleh Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala Asia Wanita

BOLA | 38 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings