Sekjen PDIP Sampaikan Pandangan Geopolitik Soekarno
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sekjen PDIP Sampaikan Pandangan Geopolitik Soekarno

Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:52 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkap pandangan geopolitik Soekarno. Menurut Hasto, pandangan Bung Karno banyak mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Berbeda dengan pandangan geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Eropa, serta blok komunisme-leninisme.

“Saya menyampaikan ini sesuai pesan Ibu Megawati Soekarnoputri, saat pelantikan Dewan Perwakilan Luar Negeri Partai atau DPLN PDI Perjuangan, harus diceritakan pandangan geopolitik Soekarno,” kata Hasto Kristiyanto pada pelantikan DPLN PDIP yang dilanjutkan pendidikan kader pratama, Sabtu (4/12/2021).

Hasto memulainya dengan menceritakan sejarah PDIP yang dimulai dari pembentukan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927. Tanggal tersebut dipilih untuk mengambil semangat perjuangan AS melepaskan diri dari kolonialisme Inggris. Soekarno menyatakan bahwa PNI merupakan wadah pengorganisasian rakyat untuk melepaskan diri dari penjajahan.

Pada 1956, Bung Karno ke AS dan bertemu Presiden Eisenhower dan menyampaikan mengenai makna di balik pendirian PNI pada tanggal tersebut. Dalam kunjungan itu, Bung Karno juga menyebut AS sebagai negara ide, perpaduan revolusioner antara Jefferson, Lincoln, dan Thomas Alfa Edison.

“Tapi di situ juga Soekarno menyampaikan prinsip soal pandangan geopolitik Indonesia berbasis pembangunan persaudaraan dunia, memperjuangkan prinsip koeksistensi damai, dan hal tersebut berbeda dengan pandangan geopolitik Barat, AS dan Eropa,” kata Hasto.

Hasto mengatakan AS dan Eropa mengutamakan sea power atau harus menguasai lautan. Sementara Jerman dengan pandangan harus menjamin keberlangsungan bangsanya melalui cara penguasaan ruang hidup yang akhirnya memicu Perang Dunia II.

Bung Karno, kata Hasto, memahami ini. Bung Karno lantas menegaskan Indonesia memiliki Pancasila yang merupakan sintesa berbagai pemikiran Barat dan Timur, serta pemikiran asli Nusantara.

“Sehingga Bung Karno memahami bahwa penjajahan hanya menciptakan ketidakadilan dan penderitaan, yang digerakkan oleh kapitalisme, imperialisme dan kolonialisme. Kesemuanya bertujuan untuk memperebutkan sumber bahan baku atau pasar bagi kepentingan perekonomian negara maju,” ucap Hasto.

Terbukti, terjadilah ekspansi memperebutkan bahan baku untuk kepentingan industri di Eropa. Mereka juga mencari pasar produknya. Inggris menjadikan India bagi perluasan pasar industrinya. Belanda menguasai Indonesia untuk kepentingan penguasaan sumber daya alam.

“Soekarno melihat realitas penjajahan yang menyengsarakan ini, maka beliau membangun PNI untuk mendidik dan mengorganisir rakyat. Atas dasar hal tersebut DPLN juga punya tanggung jawab untuk mengorganisir WNI di luar negeri dan bersama-sama menjalankan fungsi rekrutmen, pendidikan politik, serta bertindak sebagai mata dan telinga partai di luar negeri,” tegas Hasto.

Hasto mengatakan semangat Bung Karno untuk membangun tata dunia baru yang bebas dari penjajahan dan menggelorakan kepemimpinan Indonesia bagi dunia harus menjadi spirit DPLN PDIP.

“Politik luar negeri bebas aktif itu tidak ekspansionis. Ia berpihak pada perdamaian dunia. Pascaperang dunia II, ada konsolidasi kekuatan blok dunia atas dasar komunisme-leninisme dipimpin Soviet, dan kapitalisme-liberalisme oleh AS. Terjadilah perang dingin. Semua berebut pengaruh. Fenomena inilah yang kini nampak terjadi di Laut Cina Selatan,” kata Hasto.

“Namun, Soekarno melihat keduanya tetap memiliki benih-benih penjajahan. Makanya Bung karno, tahun 1960-an menggagas blok baru yang ingin membangun dunia tata baru bebas perang dan penjajahan, sehingga lahirlah Gerakan Non-Blok,” imbuh Hasto.

Intisari dari pandangan geopolitik serta politik bebas aktif Indonesia dan dijalankan Soekarno ini adalah politik yang berpihak pada kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Bung Karno lalu menjadikan Konferensi Asia Afrika sebagai momentum mencanangkan doktrin politik luar negeri Indonesia tersebut,” tegas Hasto.

Momentum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung dijadikan Bung Karno untuk menggalang dukungan internasional bagi pembebasan Irian Barat. Dari 10 Dasa Sila bandung, 7 butirnya adalah untuk pembebasan Irian Barat.

“Setelah KAA, Indonesia mendapat legitimasi kuat, sehingga dilaksanakan Deklarasi Djuanda pada 1957. Dengan deklarasi ini, laut membungkus wilayah kepulauan kita, sehingga Indonesia adalah negara kelautan yang ditebari pulau-pulau, kata Bung Karno,” ucap Hasto.

“Tanpa perang, Bung Karno membawa Indonesia memiliki wilayah yang naik 2,5 kali lipat. Ini semua dilakukan tanpa perang. Kita adalah negara kepulauan terbesar dunia, yang menatap masa depan dunia di Pasifik,” kata Hasto.

Setelah Deklarasi Djuanda, Indonesia kembali menggagas Gerakan Non-Blok. Di sana, Soekarno berhasil menyediakan persenjataan yang dibutuhkan militer Indonesia untuk pembebasan Irian Barat.

“Namun yang utama, Indonesia punya peran penting bagi kemerdekaan bangsa dunia. Maroko, Tunisia, Aljazair, Sudan, dan lain-lain. Sampai Bung Karno mendapat gelar pahlawan pembebas kemerdekaan bangsa-bangsa Islam,” demikian Hasto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tjahjo: Bu Mega Selalu Minta Kader PDIP Jadi Banteng Sejati Bela Kebinekaan

Tjahjo Kumolo mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang merayakan HUT ke-75 selalu meminta kader PDIP menjadi banteng sejati membela kebhinekaan.

POLITIK | 23 Januari 2022

Pramono: Megawati Pernah Ancam Pecat Kader yang Hendak Interupsi SBY

Pramono Anung mengungkapkan Megawati Soekarnoputri pernah mengancam akan memecat kader PDIP di parlemen yang hendak menginterupsi SBY.

POLITIK | 23 Januari 2022

Hasto Beberkan Hal-hal yang Diajarkan Megawati kepada Kader PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membeberkan hal-hal yang diajarkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada semua kader partai berlogo kepala banteng itu.

POLITIK | 23 Januari 2022

Laskar Ganjar-Puan Akan Bentuk DPD, DPC, PAC dan Ranting di 10 Provinsi

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Ganjar-Puan menegaskan akan membentuk DPD Provinsi di seluruh Indonesia.

POLITIK | 23 Januari 2022

Golkar Disebut Akan Dukung Anies, Ini Pandangan Wasekjen

Menurut Samsul, pernyataan Ray Rangkuti bahwa partainya akan mendukung Anies hanya spekulasi belaka.

POLITIK | 23 Januari 2022

Pramono Ungkap PDIP Pernah Berkali-kali Ditawarkan Masuk Kabinet SBY

Politisi PDIPPramono Anung mengungkapkan PDIP pernah berkali-kali ditawarkan untuk masuk ke dalam pemerintahan SBY.

POLITIK | 23 Januari 2022


Emak-emak Karawang Dukung Prabowo-Jokowi Maju Pilpres 2024

Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam ‘Emak-emak Militan’ eks Pendukung Prabowo di Pemilu 2019 melakukan deklarasi dukungan Prabowo-Jokowi.

POLITIK | 23 Januari 2022

Jadwal Pemilu 2024 Diputuskan Besok

DPR akan menggelar raker dengan KPU dan Kemendagri bahas jadwal Pemilu 2024.

POLITIK | 23 Januari 2022

Komisi III DPR Minta KPK Kembangkan Kasus Century hingga E-KTP

KPK diminta lakukan pengembangan kasus-kasus besar yang belum tuntas seperti bailout Bank Century dan kasus e-KTP.

POLITIK | 23 Januari 2022


TAG POPULER

# Gempa Sulut


# Air Tanah


# Pasien Omicron Meninggal


# OTT KPK


# Kripto



TERKINI
Van Uytvanck Positif Covid-19 Setelah Tersingkir dari Australia Terbuka

Van Uytvanck Positif Covid-19 Setelah Tersingkir dari Australia Terbuka

OLAHRAGA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings