Logo BeritaSatu

Jokowi Dinilai Jadi Faktor Penentu Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 14 Januari 2022 | 22:14 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai Presiden Joko Widodo bakal menjadi salah satu faktor penentu koalisi Pilpres 2024 mendatang. Menurut Arya, arahan Jokowi bakal menjadi pertimbangan penting bagi parpol untuk menentukan calon yang diusung dalam Pilpres 2024.

“Faktor Jokowi juga menentukan koalisi Pilpres 2024 karena Jokowi masih memilih pengaruh elektoral yang besar, apalagi tingkat kepuasan publik atas kinerjanya di atas 70%,” ujar Arya saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Menurut Arya, peluang calon presiden yang didukung Jokowi tentu berpotensi besar untuk menang. Meskipun demikian, kata Arya, Jokowi masih menjalin komunikasi dengan semua bakal calon yang tampak memiliki elektabilitas tinggi dalam berbagai lembaga survei belakangan ini, seperti Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Bahkan saya cenderung menilai Jokowi akan bersikap netral di Pilpres 2024 karena bakal calon presiden saat ini tingkat elektabilitasnya belum stabil, masih naik turun,” tandas dia.

Arya menilai memang lebih bijak jika Jokowi saat ini bersikap netral sambil terus membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh dijagokan menjadi bakal capres. Menurut dia, komunikasi ini penting agar para calon presiden terpilih nantinya bisa menuruskan program-program yang sudah dijalankan oleh Presiden Jokowi.

“Hal ini juga menghindari polarisasi di masyarakat antara pendukun Jokowi dan anti Jokowi. Jadi, Presiden Jokowi sebaiknya bersikap netral, menjalankan program-program yang belum tuntas dan memastikan Pemilu 2024 berjalan luber dan jurdil serta aman terkendali,” pungkas Arya.

Dalam survei terbaru Indikator Politik menyebutkan elektabilitas Presiden Joko Widodo masih tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain. Meskipun secara aturan, Jokowi sudah tidak bisa lagi manjadi calon presiden pada Pilpres 2024, namun mayoritas publik masih mendukungnya menjadi capres 2024.

“Jika kita pakai top of mind pilihan presiden, artinya kita bertanya tanpa menyebutkan nama-nama capres, maka secara spontan Jokowi mendapat dukungan tertinggi 20,8%,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil survei secara daring, Minggu (9/1/2022).

Posisi kedua, kata Burhanuddin, adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan tingkat elektabilitas di angka 13,1%, lalu disusul oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 8,9% dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 8,7%. Tokoh-tokoh lain, elektabilitasnya di bawah angka 2%, seperti Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tokoh-tokoh lainnya.

“Trend elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan sejak September 2021, sejak varian Delta tertangani, saat itu elektabilitas Jokowi 13,8%, lalu naik pada November menjadi 19,6% dan pada Desember menjadi 20,8%,” ungkap Burhanuddin.

Tingginya elektabilitas Presiden Jokowi ini tidak terlepas dari tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi. Masih dari hasil survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi berada di angka 71,4%. Presiden Jokowi dinilai publik mampu melakukan perbaikan ekonomi dan mampu menangani pandemi Covid-19 dengan baik.

Bahkan, kata Burhanuddin, terdapat tren peningkatan dukungan Jokowi kembali menjadi capres di Pilpres 2024. Pada September 2021, hanya 27,5% responden yang mendukung Jokowi untuk maju pada periode ketiganya. Dukungan ini meningkat dalam 2 survei terakhir, yakni pada November 2021 dengan tingkat dukungan berada pada angka 38,4% dan pada Desember 2021 kembali meningkat menjadi 40%. Tren peningkatan ini tidak berbeda jauh dengan dukungan publik terhadap perpanjangan masa jabatan presiden untuk tiga periode.

Pada September 2021, hanya 23,9% responden yang mendukung wacana masa jabatan presiden diperpanjang menjadi tiga periode. Namun, dalam 2 survei terakhir, dukungan terhadap perpanjangan masa jabatan presiden mengalami peningkatan yang signifikan.

Survei indikator politik ini dilakukan pada 6-11 Desember 2021 terhadap warga negara yang sudah memiliki hak pilih dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.220 orang yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi. Sampel ditarik dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Survei ini memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sebanyak plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wabah Kolera Menyebar, 29 Warga Suriah Meninggal

Sedikitnya 29 orang meninggal akibat wabah kolera di beberapa wilayah Suriah. Kementerian Kesehatan Suriah mengonfirmasi 338 kasus

NEWS | 27 September 2022

Hari Ini Jakarta Akan Diguyur Hujan dari Siang hingga Malam

Kilat atau petir pada sore hingga menjelang malam hari ikut menandai cuaca Jakarta pada Selasa (27/9/2022).

NEWS | 27 September 2022

Di Tengah Situasi Bencana, Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri

Menteri Keuangan Pakistan, Miftah Ismail mengatakan akan secara resmi mengundurkan diri di tengah situasi bencana banjir dan kesulitan ekonomi.

NEWS | 27 September 2022

Pasukan Cadangan Rusia Dibekali Senjata Tua dan Berkarat

Pasukan cadangan Rusia yang dimobilisasi hanya dibekali senjata tua dan berkarat untuk terjun ke medan perang di Ukraina

NEWS | 27 September 2022

Survei Jelang Pemilu AS, Ukraina Tidak Penting bagi Pemilih

Survei menemukan persoalan Ukraina tidak terlalu penting bagi para pemilih jelang pemilu AS.

NEWS | 27 September 2022

Sidang Majelis Umum PBB, Menlu Retno Tawarkan Paradigma Kolaborasi

Di Sidang Majelis Umum PBB, Menlu Retno menawarkan paradigma kolaborasi sebagai solusi untuk menghadapi tantangan global.

NEWS | 27 September 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hubungan Herry IP dan Kevin Sanjaya Retak, PBSI Angkat Bicara

Hubungan Herry IP dan Kevin Sanjaya Retak, PBSI Angkat Bicara

SPORT | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings