Moizland Development Garap Apartemen Palm Regency

Moizland Development Garap Apartemen Palm Regency
Chief Marketing Executive Moizland Development, Randy Widjaja, bersama Chief Executive Officer Moizland Development, Chandra Goetama. Moizland Development secara resmi meluncurkan proyek perdana Palm Regency, di kawasan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang, Banten, Kamis (5/11). Palm Regency dikembangkan di atas lahan 4.241 m2, terdiri dari dua menara apartemen dengan total 1.138 unit. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 5 November 2015 | 20:52 WIB

Jakarta - Selama ini, perkembangan infrastruktur menjadi stimulus utama perkembangan sebuah kota atau pun kawasan. Lihat saja, kawasan yang memiliki aksesibilitas jalan bebeas hambatan (tol), pastinya akan disesaki oleh pembangunan properti, baik landed (tapak) maupun vertikal (high rise).

Mencermati hal tersebut, perusahaan pengembang properti, Moizland Development, meluncurkan proyek perdana Palm Regency di kawasan KH Hasyim Ashari, kota Tangerang, Banten. Proyek yang dikembangkan diatas lahan seluas 4.241 meter persegi (M2) ini, terdiri atas dua menara apartemen dengan total 1.138 unit hunian.

Chief Marketing Executive Moizland Development, Randy Widjaja mengatakan, Palm Regency menawarkan tiga tipe hunian, studio (23,5 M2), satu kamar tidur (42,5 M2), dan dua kamar tidur (60,75 M2) dengan kisaran harga jual Rp 13 juta per meter persegi.

"Untuk harga jual apartemen ini, kami pasarkan dengan kisaran harga mulai Rp 300 jutaan hingga Rp 891 juta per unit," ujar Randy di Jakarta, Kamis (5/11).

Apartemen Palm Regency, kata dia, memiliki delapan fasilitas unggulan, seperti fiber optic di setiap unit, ultra high speed Wi-Fi di area publik, panic buttom dan interkom di setiap unit, ladies parking, green building, feeder bus, lift access, dan international standard nursery.

"Selain itu, kami juga melengkapi apartemen ini dengan dua lantai ruang retail mal seluas 4.000 meter persegi," tambahnya.

Randy menambahkan, pihaknya mengembangkan proyek ini disaat pasar properti melemah. Pasalnya, lanjut dia, disaat kondisi normal, pengembang baru dan pengembang kecil tak akan mampu bersaing dengan pengembang besar yang telah mapan.

"Saat pasar properti lesu, pengembang besar akan mengerem penjualan. Kami membangun sekarang, sehingga saat pasar sudah kembali membaik, proyek kami sudah eksis. Untuk tahun pertama, kami menargetkan penjualan 350 unit," jelas Randy.

Untuk mempermudah konsumen dalam memiliki unit di Palm Regency, lanjut dia, pihak pengembang memberikan fasilitas tunai bertahap (installment) tanpa uang muka dengan tenor 24 bulan dan 36 bulan.

"Rencananya, kami akan melakukan penjualan perdana pada pertengahan bulan Desember mendatang," tambahnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Moizland Development, Chandra Goetama menjelaskan, pihaknya mengembangkan Palm Regency, karena melihat permintaan pasar demikian tinggi.

"Dengan patokan harga Rp 13 juta, angka tersebut sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pasar yang disasar," kata Chandra.

Menurut Chandra, pihaknya dalam menjalankan bisnisnya akan menyasar dan bermain di kelas menengah dan menengah atas.

"Karena ceruk pasar ini paling besar. Mereka benar-benar membutuhkan hunian. Dan ini momentum yang tepat," imbuh Chandra.

Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE