Baru 20 Gedung Bersertifikat Hijau

Baru 20 Gedung Bersertifikat Hijau
Gedung Perkantoran Jakarta. ( Foto: BeritaSatu Photo / David Gita Roza )
Laila Ramdhini / EDO Rabu, 17 Januari 2018 | 22:17 WIB

 

Jatarta - Green Building Council Indonesia (GBCI) menyatakan, gedung komersial yang mendapatkan sertifikat Bangunan Hijau (Greenship) baru 20 gedung.

Direktur Utama GBCI Siti Adiningsih Adiwoso mengatakan, sertifikat ini diberikan untuk perumahan, pusat kawasan bisnis (central business district/CBD), kawasan industri, baik skala kecil atau besar yang sudah memenuhi standard penilaian bangunan hijau di Indonesia.

“Perkembangannya sudah lumayan bagus sejak tahun lalu. Baik kategori Greenship atau EDGE naik terus,” kata Siti, di Jakarta, Rabu (17/1).

GBC Indonesia mengeluarkan sistem rating yang dinamakan Greenship. Sistem ini digunakan untuk menilai peringkat bangunan terhadap pencapaian konsep bangunan ramah lingkungan.

Adapun gedung yang sudah mendapat sertifikat hijau sebanyak 20 bangunan sejak tahun 2013 - 2018. Adapun Gedung yang masuk kategori bangunan lama yang sudah mengantongi sertifikat Greenship yakni AIA Financial, L’oreal Indonesia, Menteng Regency, Menara BCA, dan Gedung Sampoerna Strategic Square. Selanjutnya, Graha Telkom Sigma, Pacific Place, Sequis Center, dan Gedung Waskita.

Sementara itu, kategori bangunan baru yakni Distribution Center The Body Shop Indonesia, Kementerian PUPR, Kantor BI Solo, Alamanda Tower, dan Main Office Building PT Holcim Indo Tuban. Selanjutnya, Wisma Subiyanto, Green Office Park, Santa Fe Indo HO, United Tractors HO, AIA Central, dan Dusaspun Gunung Putri.

Sementara itu, sistem lain yang digunakan dan bersifat internasional yakni EDGE. EDGE merupakan aplikasi untuk menilai sistem sertifikasi green building untuk pasar yang sedang berkembang di dunia.

EDGE merupakan inovasi dari IFC - International Finance Corporation, anggota grup Bank Dunia.

Standard EDGE mendefinisikan bangunan hijau mencakup 20% lebih sedikit penggunaan energi dan 20% lebih sedikit penggunaan air. Selain itu, 20% lebih sedikit energi yang terkandung dalam bahan material.



Sumber: Investor Daily