Rakernas REI 2018

REI Minta Pemerintah Benahi Regulasi

REI Minta Pemerintah Benahi Regulasi
Ketua umum DPP REI yang juga presiden FIABCI Asia Pasifik Soelaeman Soemawinata, di The Westin Resort Nusa Dua Bali International Convention Center, Rabu (5/12). ( Foto: Beritasatu Photo )
Imam Muzakir / FER Rabu, 5 Desember 2018 | 18:42 WIB

Nusa Dua - Rapat kerja nasional (Rakernas) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) tahun 2018 di Mangupura Ballroom, The Westin Resort Nusa Dua Bali International Convention Center, dari 4-5 Desember 2018 memfokuskan untuk mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata, menegaskan, tema soal pembangunan sejuta rumah sengaja diusung pihaknya sebagai wujud komitmen dan integritas pengembang sebagai garda terdepan dalam pembangunan rumah rakyat. Tahun lalu, kata dia, REI sukses membangun 206.290 unit rumah subsidi dan 200.000 unit rumah komersial.

"Itu berarti, di tahun lalu REI menyumbang lebih dari 400.000 unit rumah dari target sejuta rumah yang ditargetkan pemerintah. REI membuktikan bahwa kami bekerja nyata bersama pemerintah untuk membangun rumah khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Soelaeman saat memberikan sambutan saat pembukaan Rakernas DPP REI tahun 2018, di di The Westin Resort Nusa Dua Bali International Convention Center, Rabu (5/12).

Meski begitu, diakui pria yang akrab disapa Eman ini, sepanjang 2018 banyak hal yang perlu direfleksikan lebih jauh oleh seluruh pemangku kepentingan di bidang perumahan rakyat. Misalnya, terdapat beberapa persoalan regulasi dan teknis yang menganggu iklim penyediaan hunian rakyat.

Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 403/2002 yang mengatur tentang teknis bangunan penyediaan perumahan subsidi, Permen Akreditasi dan Registrasi Asosiasi Pengembang Perumahan, serta Sertifikasi dan Registrasi Pengembang Perumahan. Permen PUPR tentang Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS).

Selain itu, nilai harga jual rumah subsidi tahun 2019, yang belum diputuskan hingga sekarang. Serta beberapa persoalan regulasi dan teknis lain yang sebenarnya cukup meresahkan pengembang swasta sebagai mitra pemerintah untuk dapat berinovasi menyediakan hunian rakyat.

"Lewat Rakernas REI tahun ini, kami kembali menyampaikan komitmen untuk selalu mendukung program satu juta rumah. Dalam kesempatan ini, kami juga mengharapkan pemerintah dapat menjaga iklim berusaha yang kondusif, sehingga REI bisa tetap menunjukkan kontribusi sesuai kompetensi kami sebagai pengembang perumahan," ujar Eman.



Sumber: Investor Daily
CLOSE