REI Minta ASN Tak Perlu BI Checking

REI Minta ASN Tak Perlu BI Checking
Dari kiri ke kanan Past FIABCI World President Kirkor Ayderhaian, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, Gubernur Bali I Wayan Koster, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, Direktur BTN Oni Febriarto Rahardjo, dan Sekjen DPP REI Paulus Totok Lusida, bergandeng tangan usai membuka Rakertnas REI 2018, di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12/18). Rakernas dengan tema “Komitmen REI Bersama Pemerintah dalam Mendukung Program Satu Juta Rumah” merupakan agenda rutin tahunan yang digelar DPP REI untuk membahas dan mencari solusi berbagai isu penting berkaitan dengan kondisi industri realestat terkini. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Imam Muzakir / FER Rabu, 5 Desember 2018 | 22:07 WIB

Nusa Dua - Pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) berharap pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menggunakan skema khusus kepada aparatur sipil negara (ASN) yang ingin memiliki rumah. Hal ini untuk mempercepat penyediaan rumah bagi ASN dan TNI/Polri.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata, mengatakan, saat ini banyak ASN dan TNI/Polri tidak lolos untuk KPR karena persyaratan yang terlalu berat. Salah satunya, tidak lagi memberlakukan proses BI checking kepada ASN yang akan memiliki rumah. Alasannya, ASN merupakan pegawai pemerintah yang sudah dijamin penghasilan dan kesejahteraannya.

"Dengan adanya keinginan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat penyediaan rumah bagi ASN, TNI/Polri, kami berharap usulan itu bisa membuat REI bergerak lebih cepat lagi untuk menyediakan rumah bagi abdi negara," ungkap Soelaeman di ajang Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2018 di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12).

Pria yang akrab disapa Eman ini menambahkan, pihaknya melihat pemerintah sudah punya program untuk percepatan perumahan bagi ASN,TNI/Polri. Karena itu, perlu skema khusus selain uang muka nol persen bagi ASN, sehingga percepatan yang direncanakan bisa cepat terwujud.

"Dalam rangka terobosan bagi perumahan ASN ini, REI sudah menjalin kerja sama dengan Taspen, Jamkrindo, Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Perumahan (YKPP) Kementerian Pertahanan, dan Korpri," urainya.

Sementara itu, Dirjen Penyediaan Perumahan Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Khalawwi Abdul Hamid, menyambut positif langkah REI untuk membantu membangun rumah bagi ASN, TNI/Polri yang selama ini belum memiliki rumah.

Namun, pihaknya mengharapkan pengembang untuk tidak meninggalkan program rumah MBR yang selama ini jadi fokus pemerintah dalam mewujudkan program sejuta rumah.

"Saya minta kalau ada program rumah bagi ASN, dan TNI/Polri untuk tidak meninggalkan pembangunan rumah MBR. Karena memang harganya berbeda," katanya.



Sumber: Investor Daily
CLOSE