70% Pasokan Ruang Ritel Berada di Jakarta

70% Pasokan Ruang Ritel Berada di Jakarta
Ilustrasi mal yang sepi. ( Foto: Antara )
/ FER Rabu, 9 Januari 2019 | 19:31 WIB

Jakarta - Konsultan properti Colliers International Indonesia menyebutkan, bisnis ruang ritel di Indonesia tidak akan banyak terpengaruh tren belanja online.

"Pengaruh online shopping tidak terlalu besar karena orang ke mal untuk cari pengalaman, tidak hanya beli barang," kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan di Jakarta, Rabu (9/1).

Ferry menyebutkan, saat ini ada kecenderungan tren menjadikan mal sebagai tempat untuk kumpul atau meeting point. Berbeda dengan 2018 di mana mal masih didominasi penyewa makanan dan minuman, pihaknya memprediksi tahun 2019 penyewa akan didominasi bidang makanan-minuman, fesyen dan kecantikan.

"Yang masih akan terus prospeknya adalah toko perlengkapan rumah tangga. Apalagi akan ada yang buka tahun depan," ujarnya.

Secara umum, Ferry menjelaskan pembangunan satu pusat perbelanjaan di Jabodetabek pada 2018 menunjukkan bahwa pasar ritel masih lesu.

Akan tetapi, pada 2019, akan ada tiga pusat belanja baru di Jakarta dan tiga lainnya di Bodetabek dengan total pasok mencapai 7,5 juta meter persegi yang akan mendorong pertumbuhan pasar ritel.

"Dengan demikian, total tambahan pasok ruang ritel 2019-2021 mencapai 600.000 meter persegi, 70 persennya ada di Jakarta," tutupnya.



Sumber: ANTARA