Asaki Pasang Target Produksi Keramik Naik 7% Tahun 2019

Asaki Pasang Target Produksi Keramik Naik 7% Tahun 2019
Penyelenggara Indonesia Building & Construction Week menargetkan 40.000 pengunjung pada acara yang digelar pada 14-17 Maret 2019 tersebut. ( Foto: istimewa / Mashud Toarik )
Mashud Toarik / MT Rabu, 6 Maret 2019 | 16:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menargetkan angka produksi keramik nasional akan mencapai 410 juta hingga 420 juta meter persegi sepanjang tahun 2019. Angka tersebut menunjukan pertumbuhan sebesar 7% - 9% dibanding jumlah produksi di tahun 2018.

Optimisme tersebut diungkapkan Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto. Menurutnya geliat pertumbuhan industri keramik nasional mulai terlihat sejak tahun 2018 lalu sebesar 5% menjadi 380 juta meter persegi.

Dikatakan Edy, angin segar bagi industri keramik lokal tak lain disebabkan kebijakan safeguard, seiring terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 119/PMK.010/2018 pada 19 September 2018 yang menetapkan bea masuk bagi keramik impor yang berlaku efektif sejak 12 Oktober 2018 lalu.

“Kebijakan safeguard membawa optimisme bagi produk keramik lokal yang sebelumnya dihantam oleh banjirnya produk-produk impor, terutama asal Tiongkok, “ujar Edy saat Konfrensi Pers penyelenggaraan “Indonesia Building & Construction Week,” di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Sejumlah produsen keramik lokal menurutnya mulai berani melakukan ekspansi penambahan kapasitas produksi. Saat ini, menurutnya kapasitas produksi keramik nasional mencapai 580 juta meter persegi, namun tingkat utilisasinya hanya 65% dari kapasitas terpasang.

“Karena itu dengan adanya safeguard, kami optimistis produksi keramik Indonesia akan kembali menjadi nomor empat terbesar di dunia, dari posisi saat ini di posisi sembilan dunia,” ujarnya.

Sebagai catatan, pada tahun 2014 menurutnya, Indonesia pernah menjadi produsen keramik terbesar keempat dunia pada tahun 2014, namun terus menurun hingga saat ini.

Gabungkan Tiga Kegiatan

Sementara dalam rangka mendukung dan memacu pertumbuhan sektor properti nasional, tiga lembaga yang terdiri dari, Reed Panorama Exhibitions, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) serta Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) akan menggelar “Indonesia Building & Construction Week” pada 14 – 17 Maret 2019, di Jakarta Convention Center dan Area Gelora Bung Karno.

Steven Chwee, General ManagerReed Panorama Exhibitions mengatakan “Indonesia Building & Construction Week” merupakan gabungan tiga kegiatan yang terdiri dari Megabuild Indonesia, Keramika, serta Construction Fun Day. Kegiatan tersebut dirangkai dengan HUT ke-60 dan Munas Gapensi.

“Acara ini menghadirkan ratusan pelaku usaha bahan bangunan dan produsen keramik, serta industri pendukung lainnya dari 14 negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, China, Italia, India, Spanyol,” ujar Steven.

Pihak penyelenggara berharap kegiatan pameran tersebut akan menarik sedikitnya 40.000 pengunjung selama empat hari kegiatan.

Sementara untuk kegiatan Gapensi, dikatakan Sekjen BPP Gapensi, Andi Rukman Nurdin akan diikuti oleh ratusan pelaku jasa konstruksi dari seluruh Indonesia.

“Selain Musyawaran Nasional Khusus (Munasus) dan Munas, kegiatan juga akan diisi oleh mini expo, pentas seni dan aneka lomba di acara puncak peringatan pada tanggal 17 Maret 2019 yang bertajuk Construction Fun Day,” ujarnya.



Sumber: Majalah Investor