Intiland Bagikan Dividen Rp 20,7 Miliar

Intiland Bagikan Dividen Rp 20,7 Miliar
PT Intiland Development Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik 2019, di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (15/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 15 Mei 2019 | 22:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Intiland Development Tbk (Intiland), menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 20,7 miliar kepada pemegang saham. Nilai dividen itu setara dengan 10,2 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2018 yakni sebesar Rp 204 miliar. Dengan demikian, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 2 per saham.

"Sisanya sebesar Rp 180,9 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan dan sebesar Rp 2 miliar untuk cadangan wajib," kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, saat paparan publik usai RUPST di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Berkaitan dengan hasil pencapaian 2018, Archied mengungkapkan, perseroan cukup berhasil mempertahankan kinerja usaha di tengah kondisi pasar properti yang belum kondusif. Perseroan menilai tingkat permintaan pasar terhadap produk properti relatif tidak mengalami pertumbuhan secara signifikan.

"Kondisi sektor properti masih cukup berat dan belum kembali kondusif. Tapi kami percaya peluang tetap ada dengan fokus pada segmen-segmen pengembangan yang memberi ruang untuk menciptakan pertumbuhan usaha,” kata Archied.

Di tengah tantangan yang terjadi di industri properti, perseroan pada tahun lalu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,6 triliun, atau naik sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,2 triliun. Laba usaha dan laba bersih tercatat mencapai Rp327 miliar dan Rp203 miliar atau masing-masing mengalami penurunan sebesar 5,2 persen dan 31,6 persen.

"Penurunan kinerja profitabilitas terutama disebabkan oleh menurunnya margin laba kotor dan tingginya beban bunga,” ungkap Archied.

Berdasarkan hasil laporan keuangan triwulan I yang berakhir 31 Maret 2018, Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha Rp887,6 miliar, atau naik sebesar 25 persen dibandingkan triwulan I 2018 yang mencapai Rp 709,2 miliar. Laba usaha dan laba bersih Perseroan tercatat mencapai Rp 156 miliar dan Rp 48 miliar.

Perseroan melihat tantangan yang dihadapi para pelaku di industri properti tahun ini masih cukup berat. Dibutuhkan terobosan-terobosan yang efektif untuk mempertahankan kinerja usaha, baik dari aspek strategi ekspansi, manajemen konstruksi, pemasaran dan penjualan, hingga aspek pengelolaan biaya.

Menghadapi kondisi tersebut, salah satu fokus Perseroan adalah terus berupaya mencari terobosan untuk menjaga kinerja penjualan. Perseroan telah menempuh dan menyiapkan sejumlah strategi kunci sebagai upaya untuk mengantisipasi tantangan dan arah perubahan pasar properti.

Salah satu upaya yang ditempuh perseroan adalah fokus pada pengembangan proyek-proyek yang sedang berjalan. Perseroan berusaha meningkatkan penjualan inventori atau stok unit produk yang terdapat di semua proyek pengembangan.

"Penjualan di tiga bulan pertama tahun ini masih cukup berat dan kami belum merasakan adanya tren perubahan minat beli dari konsumen dan investor. Tapi kita akan terus berusaha untuk mendorong penjualan lewat berbagai terobosan,” ungkap Archied.

Kondisi ini juga tercermin pada hasil kinerja penjualan perseroan yang diraih di sepanjang triwulan I 2019. Perseroan tercatat membukukan pendapatan penjualan (marketing sales) Rp254,2 miliar, atau sekitar 10,2 persen dari target tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun.

Untuk mengejar target penjualan, ungkap Archied, Perseroan akan memprioritaskan pada penjualan proyek-proyek hunian, baik yang berasal dari pengembangan kawasan perumahan maupun apartemen. Perseroan saat ini memiliki sejumlah pengembangan proyek hunian yang diproyeksikan dapat memberikan kontribusi penjualan cukup signifikan di tahun ini.

Pada segmen pengembangan kawasan perumahan, perseroan mengandalkan penjualan unit rumah dari proyek Serenia Hills dan Talaga Bestari di Jakarta serta Graha Natura di Surabaya. Sementara untuk pengembangan apartemen, perseroan masih mengandalkan penjualan dari lima proyek apartemen yakni 1Park Avenue, Fifty Seven Promenade, dan Regatta di Jakarta serta Graha Golf dan The Rosebay di Surabaya.

"Penjualan dari proyek-proyek residensial, khususnya pengembangan kawasan perumahan masih relatif stabil dan bisa diandalkan. Kalau untuk apartemen, kami akan fokus pada penjualan unit-unit stok,” kata Archied.



Sumber: BeritaSatu.com