BTN Targetkan 800.000 Unit Rumah Tahun 2019

BTN Targetkan 800.000 Unit Rumah Tahun 2019
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono bersama anak yatim saat acara buka puasa bersama anak yatim di Jakarta, Senin (27/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan )
Primus Dorimulu / HA Rabu, 29 Mei 2019 | 03:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah membiayai 757.000 unit rumah tahun 2018, PT BTN Tbk menargetkan pembangunan 800.000 unit rumah tahun 2019. Untuk menyukseskan pembangunan rumah, badan usaha milik negara ini terus memperkuat permodalan. Ditargetkan pada tahun 2020 modal inti BTN mencapai Rp 30 triliun dan masuk kategori BUKU IV.

"Sesuai tugas yang diberikan pemerintah, kami akan terus berusaha mewujudkan program pembangunan sejuta rumah," ungkap Dirut PT BTN Tbk Maryono saat buka puasa bersama para pemimpin media massa, Selasa (28/5/2019). Dalam mewujudkan target sejuta rumah per tahun yang dicanangkan Presiden Jokowi, BTN menjadi tulang punggung.

Pada tahun 2018, dari capaian pembangunan rumah untuk rakyat menengah bawah sebesar 1.132.621 unit, kontributor BTN mencapai 757.000 unit. Sejak dicanangkan Presiden Jokowi tahun 2015, kontribusi BTN terhadap target sejuta rumah lebih dari 70% setahun. Hingga tahun 2018, demikian data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, akumulasi pembangunan sejuta rumah setahun sudah mencapai 3,5 juta unit.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 1,1 juta rumah rakyat. Dari target nasional sebesar itu, BTN berencana membangun 800.000 unit. BTN akan terus memperkuat struktur keuangan perusahaan agar bisa menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) sesuai target yang dicanangkan. Hingga saat ini, backlog perumahan masih sekitar 11,4 juta rumah.

Memanfaatkan KPR bermasalah, demikian Maryono, pihaknya mampu mampu membangun rumah murah dengan total nilai Rp 40 miliar per bulan. Non-performing loan (NPL) rumah bersubsidi di bawah 1%. Pada kuartal pertama 2019, pertumbuhan kredit BTN 19,25%. Sedang kredit untuk Perumahan subsidi di atas 20%.

Pembangunan rumah, demikian Maryono, memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Meski belum mencapai 23% seperti di Singapura, kontribusi perumahan di Indonesia terhadap PDB kini sudah sebesar 3%.

Untuk memperkuat permodalan, Juni 2019, BTN akan menerbitkan obligasi senilai Rp 3 triliun. Sebagian obligasi ini akan memberikan bunga 8,75%. Kemudian, pada Juli 2019, BTN akan melakukan sekuritisasi aset senilai sebesar Rp 2 triliun. Langkah selanjutnya adalah penerbitan subdebt senilai Rp 3 triliun, September 2019. Saat ini, modal inti BTN Rp 21 triliun dan agar bisa masuk BUKU IV, permodalan harus dinaikkan hingga minimal Rp 30 triliun.

Selain mengimplementasi program Link Aja, BTN akan mengambil alih mayoritas kepemilikan saham PMN Investment Management. Dalam waktu dekat, BTN akan mengambil 30% dan akhir tahun 30% lagi. "Tahun depan, kepemilikan BTN di PMN akan mencapai 85%," ujarnya.

Idul Fitri
Untuk melayani pemudik lebaran, BTN mengaktifkan 47.000 ATM di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah itu, ATM BTN 2.090 dan ATM Merah-Putih atau ATM bersama Bank BUMN lainnya sebanyak 45.000. BTN juga menyiapkan 560 marchant yang bisa menggunakan e-paymant.

Dana yang disediakan BTN untuk nasabah menjelang hingga pasca-Idul Fitri sebesar Rp 36 triliun. Pada tahun 2018, dana yang disediakan selama periode yang sama sebesar Rp 29 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com