Tlatah Gema Anugrah Siapkan Dua Tower Baru

Tlatah Gema Anugrah Siapkan Dua Tower Baru
Dirut PT Tlatah Gema Anugrah Hengky Budiarto (kiri) bersama Direktur Pemasaran Bambang Anggoro di depan apartemen Bale Hinggil tower A dan B yang siap dioperasikan, Selasa (28/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 29 Mei 2019 | 20:09 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pengembang apartemen Bale Hinggil, PT Tlatah Gema Anugrah, tengah menyiapkan pembangunan dua tower C dan D yang berlokasi di sebelah timur dua tower yang sudah berdiri yakni tower A dan B.
Dana yang disiapkan untuk pembangunan dua tower itu mencapai Rp 900 miliar.

Direktur Utama PT Tlatah Gema Anugrah, Hengky Budiarto, mengatakan, untuk pembangunan dua tower C dan D itu sudah dilakukan tiang pancang dan pembangunan konstruksi akan dimulai tahun ini.

"Kita sudah siapkan dana Rp 900 miliar untuk tower C dan D ini dan pembangunan konstruksinya akan memakan waktu dua tahun atau 2022 nanti sudah akan rampung dan siap dioperasikan," kata Hengky, di Surabaya, Selasa (29/5/2019).

Tower C dan D sendiri akan dibangun di lahan seluas 6.000 meter persegi (m2). Bale Hinggil sendiri memiliki total lahan seluas 1,7 hektar (ha). "Kita akan bangun sebanyak 900 unit untuk tower C dan D," tukas Hengky.

Menurut Hengky, untuk tower A dan B saat ini sudah dalam tahap penyelesaian dan sudah dalam proses serah terima ke pembeli. Dari dua tower tersebut, ada total sebanyak 2.000 unit kamar dengan berbagai tipe mulai studio, 1 bedroom, 2 bedroom, dan 3 bedroom. Harga jualnya, saat ini di kisaran hampir Rp 500 jutaan. Harga ini telah mengalami kenaikan dua kali lipat dari awal dibuka penjualan 3 tahun lalu.

"Dari 2.000 unit di tower A dan B ini tinggal tersisa sekitar 400 unit. Memang sudah ada penawaran dari beberapa operator hotel, tapi kita belum putuskan. Maunya dilepas saja ke pembeli, nanti terserah mereka kalau sharing untuk dikelola hotel atau sewa kita serahkan ke pembeli," papar Hengky.

Hengky menyebut sekitar 80 persen pembeli apartemen adalah pengguna langsung (end user), dan sisanya investor. "Sementara untuk transaksi, antara KPA dengan tunai atau inhouse seimbang," jelas Hengky.

Seiring dengan sudah diserah terimakan unit di tower A dan B, area komersial juga mulai disiapkan untuk dioperasionalkan. "Tapi area komersial ini hanya untuk memenuhi kebutuhan penghuni, seperti minimarket, laundry, kafe dan resto, dan sebagainya," ungkap Hengky.

Direktur Pemasaran PT Tlatah Gema Anugrah, Bambang Anggoro menambahkan, pengguna apartemen Bale Hinggil dari berbagai lapisan, mulai dari kalangan mahasiswa, pegawai, pebisnis dan lainnya.

"Penghuni apartemen ini bisa menikmati beragam fasilitas, mulai green pocket, lobi yag luas, sky garden, dan hotspot. Belum lagi dengan area komersial yang luas, keamanan 24 jam, parkir, disamping fasilitas internet, TV kabel dan telepon, Jelas Bambang.

Bambang menambahkan, Bale Hinggil berkonsep green building dan one stop living mengutamakan kenyamanan bagi para penghuninya. Apartemen ini berada di kawasan strategis, yakni sekitar Kawasan Middle East Ring Road (MERR), sehingga memudahkan para penghuni untuk menempuh akses ke pusat kota Surabaya, jembatan Suramadu maupun bandara Juanda dan akses ke tol.

"Dengan konsep one stop living dan didukung oleh lokasi apartemen yang strategis ini serta banyaknya dukungan dari perbankan, animo masyarakat pun cukup tinggi dengan rencana pembangunan dua tower baru ini,” pungkas Bambang.



Sumber: BeritaSatu.com