Taruma City Menjadi CBD Karawang

Taruma City Menjadi CBD Karawang
Maket proyek Taruma City, Karawang, Jawa Barat ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Senin, 1 Juli 2019 | 21:55 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Taruma City diyakini menjadi kawasan pusat bisnis (central bussiness district/CBD) Karawang, Jawa Barat. Proyek besutan PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) tersebut terletak di jantung kota dan berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektare (ha).

“Kelak Taruma City menjadi central business district semacam kawasan Sudirman di Jakarta yang captive market-nya sudah terbentuk. Lokasi Taruma City akan layaknya Kertabumi Central Business District, dekat tempat hangout, co working space, kafe, dan bioskop,” kata General Manager (GM) Marketing Taruma City Rina Irawan, dalam publikasinya di Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Dia menjelaskan, proyek ini akan menjadi area lengkap terpadu yang terdiri atas tiga klaster rumah tapak, ruko, taman tematik, club house, dan pusat kuliner. Letak Taruma City berdekatan dengan proyek APL sebelumnya, yakni Grand Taruma yang berdiri di atas lahan seluas 48 ha.

Rina menjelaskan, Taruma City dibangun di lokasi strategis dan premium yang digadang-gadang menjadi last piece dan best piece di pusat kota karawang, yakni di Jalan Kertabumi 1 atau Bundaran Tugu Padi Karawang Barat. “Tak ada lagi lahan perumahan di Karawang Barat yang posisinya seperti ini. Dekat dengan sekolah bermutu, rumah sakit, dan hanya 8 menit dari exit Tol Karawang Barat,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, kata Rina, APL akan membangun klaster pertama rumah tapak yang diberi nama Mariposa. Unit di klater pertama ini jumlahnya sangat terbatas, yakni tersedia 60 unit dan dibanderol Rp 850 juta sudah termasuk pajak serta bisa diangsur. “Dengan harga Rp 800 jutaan, jelas sangat kompetitif, rumah modern minimalis di jantung kota dengan harga seperti ini. Ditambah Agung Podomoro Land selalu menghadirkan spesifikasi bangunan yang berkualitas,” papar dia.

Rina mengatakan, peluang usaha di Karawang masih sangat luas. Didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan konsumsi rumah tangga yang tinggi, akan membuat Karawang semakin cocok untuk investasi. Apalagi dengan adanya peningkatan margin yang signifikan dari investasi properti di APL, ditambah lokasinya di tengah kota, akan menjadi investasi yang sangat menguntungkan. “Kabupaten Karawang telah tumbuh menjadi kawasan industri, bisnis, dan investasi yang memukau,” ujar Rina.

 

Harga Meningkat

Rina pernah mengatakan, minimnya kawasan yang tersedia di pusat Kota Karawang dan juga semakin banyaknya permintaan, menyebabkan harga tanah terus melonjak. Rata-rata dalam setahun, harga bangunan di Kota Karawang meningkat hingga 25%. Untuk harga tanah di pusat kota tersebut diperkirakan saat ini mencapai Rp30 juta/m2.

"Kami memang membidik kelas menengah atas, karena potensi dari para ekspatriat dan pekerja Jepang yang bekerja di kawasan industri Karawang," paparnya. Sementara itu, AVP Strategic Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) Agung Wirajaya sebelumnya menuturkan, hampir 80% pekerja di Karawang tidak bertempat tinggal di Karawang karena hunian yang tersedia masih sangat minim.

Dia menambahkan, kawasan tersebut kini terus bertumbuh. Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di sekitar kawasan ini turut mendorong pertumbuhan. Proyek itu misalnya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated), dan proyek Bandara Kertajati, serta rencana pembangunan Pelabuhan Patimban. Karawang, tutur Agung, dari tahun ke tahun semakin berkembang dan terus menampilkan parasnya di industri properti. Semakin majunya suatu kawasan tentu berdampak pada gaya hidup masyarakat di sekitarnya, begitu pun yang terjadi di Karawang.

“Semenjak ada hotel mewah, perumahan kelas menengah, department store bahkan mal level atas, kehidupan masyarakat lokal di sana meningkat secara perlahan,” kata Agung.



Sumber: Investor Daily