Inti Keramik Luncurkan Swiss-Belhotel Bogor

Inti Keramik Luncurkan Swiss-Belhotel Bogor
Swiss-Belhotel Bogor. ( Foto: Ist )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 3 Juli 2019 | 20:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk, melalui anak usahanya PT Hotel Properti International, resmi meluncurkan entitas bisnis barunya yaitu Swiss-Belhotel Bogor pada 3 Juli 2019. Hotel tertinggi di Bogor ini berlokasi strategis di jalan Salak kota Bogor, hanya berjarak 500 meter dari Istana Bogor, dan dekat dengan destinasi wisata kuliner dan belanja.

I Gede Wahyu, Head of Property Management IKAI menyampaikan, Bogor sebagai salah satu penyangga Jakarta memiliki potensi bisnis MICE (Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition) yang sangat baik. Bogor juga memiliki akses jalan tol yang relatif lebih lancar dibandingkan jalan tol lain yang menghubungkan Jakarta. Selain itu Swiss-Belhotel Bogor juga dapat diakses melalui Sentul Selatan dan Bogor Outer Ring Road.

Dengan umur bangunan yang relatif baru yaitu 3 tahun, Swiss-Belhotel Bogor memiliki 150 kamar, dua restoran,15 ruang meeting, kolam renang, dan fasilitas parkir empat lantai. Hotel dikelola oleh Swiss Belhotel Internasional, sebuah manajemen perhotelan berskala internasional dengan lebih dari 150 hotel di seluruh dunia.

Sesuai dengan proyeksi bisnis IKAI, Bogor merupakan kota yang padat dengan aktifitas MICE, mengingat letaknya yang tidak jauh dari Jakarta. Swiss-Belhotel Bogor dapat menampung 1000 pax ditampung di 15 ruang meeting MICE dengan target tingkat okupansi rata-rata sebesar 75 persen. IKAI menargetkan, kontribusi Swiss-Belhotel Bogor adalah sebesar Rp 50 miliar per tahun.

“Sektor MICE masih menguasai 50 persen pangsa pasar pada hari kerja yaitu Senin hingga Jumat. Sedangkan Sabtu dan Minggu kami membidik pasar weekend stay," pungkas Wahyu.

Swiss-Belhotel Bogor sudah terintegrasi dengan model pasar terkini seperti personalisasi layanan, utilisasi teknologi informasi dan pemasaran online. Dengan begitu, Swiss-Belhotel Bogor dapat meraih pasar generasi milenial yang menggunakan teknologi informasi untuk melakukan pemesanan kamar.

Perluasan bisnis ke perhotelan dan properti, selain untuk menyerap produksi keramik “Essenza” juga dimaksudkan sebagai recurring income bagi bisnis IKAI. Selain itu, diproyeksikan, IKAI akan mendapat kenaikan NAV (Net Asset Value) atau kenaikan dari pertumbuhan dari nilai aset itu sendiri.



Sumber: BeritaSatu.com