Summarecon Bekasi Kembangkan Hunian Mewah di Klaster Morizen

Summarecon Bekasi Kembangkan Hunian Mewah di Klaster Morizen
Summarecon Bekasi mengembangkan klaster Morizen sebagai hunian terbaru yang berkualitas, nyaman dan modern. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Fana Suparman / FER Senin, 5 Agustus 2019 | 19:22 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui anak usahanya, PT Summarecon Property Development, menghadirkan klaster Morizen sebagai hunian terbaru yang berkualitas, nyaman dan modern, di kawasan perumahan Summarecon Bekasi. ‎Proyek hunian terbaru ini, merupakan hasil kerja sama Summarecon dengan Sumitomo Forestry Co Ltd.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk‎, Albert Luhur, mengatakan, kehadiran klaster Morizen menambah deretan hunian sebelumnya yakni, Palm Residence, Maple Residence, Acacia Residence, Lotus Lakeside Residence, Bluebell Residence, Vernonia Residence, Magnolia Residence, Burgundy Residence dan Olive Residence.

‎"Kemitraan dengan Sumitomo Forestry Co Ltd dijalin dalam rangka menciptakan sebuah hunian ramah lingkungan," kata ‎Albert Luhur, di Bekasi, Senin (5/8/2019).

Albert Luhur mengatakan, hunian dengan desain yang mewah dan eksklusif ini sebagai hunian paling bergengsi di kawasan Summarecon Bekasi. Hal itu masih ditambah dengan jumlah terbatas, total 165 unit dengan kisaran harga jual mulai dari Rp 3,1 miliar per unit.

"Hunian ini memadukan antara arsitektur berkelas dengan sentuhan tradisi bangsa Jepang dan timeless design," imbuh Albert Luhur.

Klaster Morizen dirancang oleh oleh Takahiro Fuwa, sosok yang memimpin dan mengembangkan berbagai hunian unik kebanggaan Sumitomo Forestry. Summarecon menyiapkan klaster Morizen sebagai hunian premium 3 lantai di tepi danau yang menawarkan tiga keunggulan, luxurious, peace dan harmony.

"Rencananya, Summarecon akan menggelar launching perdana Klaster Morizen pada 10 Agustus 2019. Untuk tahap pertama, akan ditawarkan sebanyak 48 unit dekat danau dengan 4 pilihan tipe, yaitu Hinoki 9, Tsuga 10, Kaba 10, dan Sakura 10," pungkas Albert Luhur.

 



Sumber: Suara Pembaruan