Genjot Pembiayaan KPR, BNI Syariah Gandeng Asosiasi Pengembang

Genjot Pembiayaan KPR, BNI Syariah Gandeng Asosiasi Pengembang
Ketua Bidang Pengembangan Wilayah & Pembinaan Anggota Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Widodo Zumiarto, dalam workshop 'Pembiayaan Perumahan Bersama Bank KPR' yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) di Hotel Amos Cozy, Jakarta Selatan. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. BNI Syariah )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 9 September 2019 | 21:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - BNI Syariah memperluas kerja sama dengan institusi baik developer, asosiasi pengembang, maupun instansi pemerintah.

Baca Juga: Penyaluran KPR FLPP Capai Rp 5,128 Triliun

SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi mengatakan, saat ini BNI Syariah telah bekerja sama dengan total lebih dari 900 developer. Selain itu, BNI Syariah juga telah bekerja sama dengan asosiasi pengembang di Indonesia, seperti Pengembang Indonesia (PI), dan Asosiasi Properti Syariah Pengembang Indonesia (APSI).

"Asosiasi menjadi wadah dan forum diskusi bagi pengembang di Indonesia untuk meningkatkan kualitasnya,” kata Iwan Abdi dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (9/9/2019).

Adapun strategi lain yang dilakukan oleh BNI Syariah adalah bekerja sama dengan Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak terkait program 'Kepemilikan Rumah Non Kedinasan' bersama developer, salah satunya Abipraya Properti.

Baca Juga: Abipraya Properti Luncurkan Perumahan Arya Green

"Untuk mensukseskan program ini, BNI Syariah ikut mendukung roadshow yang dilakukan oleh Ditjen Pajak dan Abipraya Properti di beberapa kota seperti Depok dan Bogor,” tambah Iwan Abdi.

Iwan menambahkan, sistem pembiayaan syariah saat ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki rumah. Angsuran yang bersifat fixed (tetap) hingga akhir periode pembayaran menjadi salah satu solusi terbaik bagi konsumen.

"Selain angsuran fixed, BNI Syariah juga menawarkan angsuran step up (all fix prices) yang nilainya ditentukan di awal sehingga perubahan angsuran telah diketahui dari awal hingga akhir," jelas Iwan Abdi.



Sumber: BeritaSatu.com