ACP Pacu Pemasaran Royal Sentul Park

ACP Pacu Pemasaran Royal Sentul Park
PT Adhi Commuter Properti (ACP), salah satu anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), tengah mengembangkan proyek mixed use development Royal Sentul Park of LRT City di Sentul, Kabupaten Bogor. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. ACP )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 13 September 2019 | 19:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Adhi Commuter Properti (ACP), salah satu anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), menyatakan, proyek mixed use development Royal Sentul Park of LRT City di Sentul, Kabupaten Bogor, terus menunjukan progres yang baik. Terlebih, setelah tower pertamanya menyelesaikan pembangunan (topping off) pada 17 Agustus 2019 lalu.

Manager Marketing Royal Sentul Park, Annisa Rizky Fadlillah, mengatakan, progres pembangunan yang semakin baik menambah kepercayaan dan keyakinan konsumen terhadap Royal Sentul Park. Terlebih, banyak proyek apartemen di sekitar Royal Sentul Park yang progres pengembangannya stagnan bahkan seperti mangkrak.

"Progres proyek yang terus berjalan dan bisa dilihat langsung di lapangan membuat konsumen lebih yakin. Ditambah semakin banyaknya proyek apartemen yang tidak berlanjut bahkan cenderung berhenti di Sentul dan Bogor. Hal itu yang meyakinkan kami untuk terus berkomitmen terkait produk hunian yang kami janjikan kepada konsumen selesai tepat waktu," ujar Annisa Rizky Fadlillah, kepada Beritasatu.com, Jumat (13/9/2019).

Royal Sentul Park dikembangkan di atas lahan seluas 14,8 hektare yang akan terdiri dari beberapa tower apartemen, mal, perkantoran, hotel, universitas, rumah sakit, dan berbagai produk komersial lainnya. Menara pertamanya setinggi 34 lantai (1.626 unit) mulai dibangun (groundbreaking) tahun 2017 lalu. Adapun rencana serah terima unit akan dilakukan mulai bulan Juni tahun depan.

Annisa mengatakan, untuk meningkatkan minat masyarakat, pada bulan September ini dikeluarkan berbagai program kemudahan untuk memiliki hunian di Royal Sentul Park. Beberapa program tersebut, diantaranya program Easy Payment untuk pembelian dengan cara mencicil (installment) selama 24 kali dengan harga tunai keras (hard cash).

"Kami mengeluarkan program ini untuk memudahkan konsumen yang tidak lolos BI checking sehingga bisa langsung mencicil tapi tetap mendapatkan harga hard cash. Untuk yang membeli dengan kredit bank (KPA) juga bisa mendapatkan harga hard cash, tapi tetap harus menyediakan uang muka 20 persen yang bisa dicicil tiga kali. Namun, program ini untuk unit yang terbatas," jelasnya.

Selain menawarkan program pembelian yang memudahkan, Annisa menyebutkan, ada penawaran menarik dari sisi investasi untuk unit yang ditawarkan di Royal Sentul Park. Konsumen bisa membeli unit untuk kemudian disewakan sebagai unit hotel dengan program Virtual Hotel Operator (VHO) yang akan dikelola secara profesional sehingga konsumen memiliki unit investasi yang sangat menarik.

Unit yang dijual akan berperabot (fully furnished) dan langsung digaransi dengan imbal sewa Rp3 juta per bulan selama dua tahun dan gratis biaya service charge selama kontrak masih berlangsung. Adapun harganya tentu lebih tinggi, tipe studio (22 m2) harganya Rp 407 juta, untuk progam VHO ini karena sudah berperabot harganya menjadi Rp 499 juta.

Konsumen akan langsung mendapatkan sewa sebesar Rp 3 juta saat unitnya mulai diserah terimakan pada bulan Juni 2020 hingga dua tahun setelahnya. Bila kontrak dua tahun selesai, bisa diperpanjang dengan sistem profit sharing antara pemilik unit dan pengelola dengan besaran yang akan diinformasikan lebih detail kepada calon konsumen saat proses pembelian.

"Kami terus berupaya untuk meyakinkan konsumen kalau proyek ini berjalan dengan sangat baik termasuk dengan model investasi VHO yang kami tawarkan untuk membuat konsumen semakin yakin dengan prospek proyek ini. Hingga akhir tahun ini dan sampai proses serah terima nanti kami masih akan terus mengeluarkan berbagai program maupun event untuk terus mendekatkan kami dengan konsumen," pungkas Annisa.



Sumber: BeritaSatu.com